Aplikasi Berita

Harga Bisa Ditawar, Layanan Transportasi inDrive Resmi Ganti Nama Baru

inDrive-Rebranding

Gadgetren – Setelah resmi diluncurkan pada tahun 2021 silam, perusahaan ride hailing asal Rusia yang kini berbasis di Amerika Serikat dikabarkan telah melakukan rebranding dari inDriver menjadi inDrive.

Ada beberapa alasan yang membuat inDrive mengubah namanya, semula dari Independent Driver atau inDriver kini menjadi Inner Drive yang disingkat inDrive. Rebranding inDrive bagi perusahaan memiliki arti kekuatan dan dorongan dari dalam sebagaimana tertuang dalam misi perusahaan untuk menantang ketidakadilan.

Ketidakadilan di sini yang mana inDrive menawarkan harga yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau kemampuan penggunanya. Di dalam aplikasi inDrive ketika pengguna memesan layanan antar jemput motor dan mobil, maka pengguna diberikan kekuasaan untuk menawar harga maupun meninggikan harga.

Dalam presentasinya, Roman Ermoshin selaku Director APAC inDrive menyampaikan alasan pihaknya yang paling mendasar dari rebranding inDrive ialah perusahaan ingin mendekatkan diri kepada konsumen di Indonesia khususnya yang ada di perkotaan di mana banyak pelanggan yang masih mengandalkan layanan transportasi secara daring.

Selain itu rebranding ini juga menjadi batu loncatan bagi inDrive untuk mengembangkan layanannya di Indonesia. Saat ini inDrive sendiri telah beroperasi di 50 kota yang tersebar di Indonesia khususnya kota-kota besar di daerah, Jakarta dan sekitarnya, dan Bodetabek. Jumlah pengemudi yang sudah ada sebanyak 600.000 yang didominasi oleh motor.

Di dalam aplikasinya masih tersedia layanan antar jemput dengan kendaraan motor, mobil, antar jemput barang, dan antar kota dengan kendaraan mobil. Ke depannya inDrive akan menghadirkan lebih banyak layanannya seperti pesan antar makanan, e-commerce, dan pengembangan nirlaba. Aplikasi inDrive bisa diunduh secara gratis di Apple App Store, Google Play Store, hingga Huawei App Gallery.

Menurut Roman pihaknya tidak perlu khawatir dengan kompetitor lain karena inDrive tidak berfokus pada strategi marketing di awal. Dalam mendekatkan diri dengan pasar inDrive lebih memilih cara yang tidak biasa dan tidak dilakukan kebanyakan kompetitor.

 Directur-APAC-inDrive-Roman-Ermoshin-1

inDrive telah menempel beberapa striker atau iklan di mobil-mobil dengan memberikan insentif khusus kepada pemilik mobil. Mengenai harga yang bisa ditawar, bagi Roman, pengemudi tidak akan dirugikan karena situasi dari kenaikan BBM.

Hal ini dikarenakan inDrive memiliki batas harga atas dan bawah namun begitu semua kekuasaan  ada di tangan penumpang. “Kalau mau cepat tinggal taruh harga tinggi, maka nanti akan cepat. Semua bisa dikembalikan kepada penumpang dan driver hanya menyesuaikan. Baik penumpang dan driver setara untuk memutuskan harga sama-sama,” ujarnya.

Lebih jauh di inDrive hanya mengambil keuntungan 10 persen dan pengemudi akan mendapatkan sisanya. Para pengemudi juga mendapatkan tunjangan BPJS namun mereka juga bisa memilih ingin ditanggung atau tidak.

Meskipun pembayaran inDrive masih menggunakan uang tunai, Roman tidak menutup diri bahwa inDrive akan membuka peluang menggunakan pembayaran dengan e-wallet. Akan tetapi terkait integrasi dengan e-wallet, Roman tidak bisa memastikan lebih jauh kapan waktunya.

“Secara bisnis setiap tahun inDrive meningkat terus. Sekarang kita terus melakukan segala macam yang kita buat dari bisnis inDrive ini. Layanan kita sudah sampai ke kota-kota di Indonesia karena tidak terlalu sulit menggaet driver baru yang sudah terbiasa dengan ride hailing app,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar