Aplikasi Berita

Agar Semakin Dipercaya Pengguna, DANA Tingkatkan Sistem Keamanan Platformnya

UI_UX-DANA-Terbaru-v.2.0-Feature

Gadgetren – Dalam kesempatan acara diskusi secara daring, aplikasi e-wallet dan e-money DANA menyampaikan pencapaiannya di bulan Februari 2022 bahwa mereka telah meraup 100 juta lebih pengguna dan 5.000 online merchant.

Jumlah tersebut dibarengi dengan aktivitas transaksi per hari kurang lebih sebanyak 7 juta. Disebut-sebut, DANA sendiri telah mendapatkan Security Score Card sebagai tolak ukur postur keamanan domain dari penilai independen dan diklaim telah mencapai peringkat teratas dengan nilai A. Sebelumnya, di tahun 2021 DANA mengawali Security Score Card dengan nilai B.

Sejalan dengan kabar ini pihak DANA juga sekaligus membeberkan rencana strategisnya ke depan agar pengguna semakin percaya menggunakan aplikasi DANA untuk beragam transaksi atau kegiatan keuangan lainnya.

Hal tersebut berkaitan dengan temuan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia yang menyebutkan bahwa indeks literasi digital di Indonesia termasuk dalam kategori sedang dengan skor indeks 3,49 dan pengetahuan keamanan digital atau Digital Safety di Indonesia mendapatkan skor indeks yang paling rendah 3,10.

Selain melakukan banyak edukasi dan kolaborasi di berbagai kesempatan seperti tidak begitu saja memberikan kode OTP kepada siapapun hingga menghindari penipuan berupa mengatasnamakan pihak DANA baik lewat telepon, situs, maupun media sosial.

DANA pun menghadirkan sistem keamanan yang disesuaikan karakteristik dan kebutuhan pengguna untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti serangan digital seperti Phising, Social Engineering, dan lainnya.

 edukasi-dan-campaign

Di sisi lain DANA mengatakan bahwa serangan digital akan terus berkembang sehingga sistem keamanan harus dibangun sesuai dengan situasi serangan yang ada.

Untuk keamanan pengguna, DANA akan menggunakan kebijakan zero data sharing yakni penggunaan teknologi keamanan mulai dari PIN hingga teknologi verifikasi wajah yang dikembangkan sendiri yang mana dikenal sebagai DANA VIZ (Visual Identity Authorization) dan memperbaharui standar ISO serta PCI-DSS secara berkala.

Selanjutnya sistem keamanan digital DANA akan didukung oleh DANA Protection yang menjamin pengembalian uang pengguna apabila terjadi kegagalan dalam transaksi. Fath Ade Surya selaku VP Risk Management DANA menjelaskan bahwa DANA telah menerapkan kontrol untuk meminimalisir risiko serangan keamanan digital pada aplikasinya.

Sebagai contoh menggunakan risk engine Robo Detection system yang memiliki lebih dari 1.000 model atau kasus risiko keamanan transaksi. Jika transaksi terdeteksi fraud atau dicurigai adanya pembobolan data maka dianggap gagal, bila transaksi tidak fraud maka diteruskan.

Strategi-DANA-Melindungi-Pengguna.

Fath mengungkapkan bahwa mayoritas kasus penipuan yang sering dikomplain oleh pelanggan DANA berupa phising dan scam. “Masalahnya juga berhubungan dengan masih rendahnya literasi keamanan digital” ujarnya.

Norman Sasono selaku Chief Technology Officer DANA Indonesia mengungkapkan DANA telah menggunakan perlindungan berlapis. Pertama dari segi jaringan, DANA menggunakan keamanan digital signature dan NSA, SSL Pinning, dan Https.

Untuk keamanan situs menggunakan private key untuk masuk ke dalam akun dan risk engine. Sedangkan untuk perangkat handphone menggunakan footprint, root device check, dan UAP. Sementara untuk aplikasi DANA menggunakan PIN, SMS OTP, Face Authentication, DBS, dan security question.

Teguh Aprianto selaku Cyber Security Researcher & Consultant berpendapat bahwa DANA sudah cukup efektif melindungi data-data pengguna untuk mencegah perampasan akun. “Tidak hanya menggunakan OTP yang dikirimkan melalui SMS tetapi juga menggunakan PIN dan verifikasi wajah,” tutupnya.


Dapatkan berita teknologi pilihan dari Gadgetren langsung ke handphone kamu di aplikasi Telegram: https://t.me/gadgetren

Tinggalkan Komentar