Berita

Mozilla Ingatkan Pengguna Internet Indonesia Untuk Jaga Keamanan Privasi Pengguna

Header Mozilla Firefox Personal Data Promise

Gadgetren – Sebagai pelopor Open Web lebih dari 20 tahun, Mozilla menghimbau kepada seluruh pengguna untuk lebih sadar dalam membagikan informasi pribadi di internet guna menghindari bahaya akan pelanggaran data pribadi oleh perusahaan teknologi yang tidak bertanggung jawab.

Mozila melihat bahwa melimpahnya data yang dihasilkan oleh pengguna internet menyebabkan beberapa perusahaan teknologi menyalahgunakan privasi data pribadi pengguna.

Di Indonesia, kasus penyalahgunaan dan pelanggaran data pribadi sendiri bukanlah hal baru. Pada tahun 2018 lalu Mozilla mencatat bahwa sebuah perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending tertangkap menyalahgunakan data pribadi dan memanfaatkannya untuk menagih debitur dengan cara yang intimidatif.

Oleh sebab itu, Mozilla menentang segala bentuk pelanggaran data pribadi termasuk Surveillance Economy, sebuah sistem dimana beberapa perusahaan teknologi yang tidak bertanggung jawab menjual informasi pengguna ke pihak ketiga untuk keuntungan pribadi.

Perusahaan teknologi tersebut menggunakan data dan informasi mentah dari pengguna, lalu mengubahnya menjadi data behavioural data; untuk digunakan meningkatkan pelayanan maupun memprediksi perilaku pengguna.

Prediksi-prediksi tersebut selanjutnya dijual ke pihak ketiga. Bagian yang membuat hal ini berbahaya adalah data-data yang dimiliki pihak ketiga tersebut dapat saja digunakan untuk kepentingan propaganda atau hal serupa lainnya yang membahayakan pengguna Internet.

Untuk menjaga keamanan data privasi pengguna, melalui siaran pers Mozilla yang diterima oleh tim Gadgetren menginformasikan bahwa pihaknya kini membangun Firefox Personal Data Promise. Sistem ini berisi prinsip yang harus dipegang oleh organisasi dan usaha guna menjaga privasi pengguna pada setiap produk yang mereka ciptakan.

Pertama, Mozilla akan menggunakan data seperlunya. Mozilla hanya membutuhkan data yang nantinya digunakan untuk kebutuhan pengguna sendiri. Mozilla memiliki beberapa pertimbangan dalam menggunakan data penggunanya seperti apakah Mozilla benar-benar membutuhkannya? Untuk apa data ini akan digunakan? Dan kapan Mozilla dapat menghapus data ini?

Kedua, Mozilla akan menjaga keamanan data. Mozilla berusaha menggolongkan data sesuai kategori dan memiliki peraturan tegas dalam menyimpan serta menjaga data tersebut secara berkelanjutan. Selain itu, Mozilla selalu mengutamakan privasi penggunanya.

Ketiga, Mozilla akan selalu terbuka seperti dalam pemberitahuan Privasi Mozilla yang terbuka bagi pengguna. Siapapun dapat bergabung dalam rapat mingguan Mozilla. Jika pengguna ingin melihat titik data yang dikumpulkan, Mozilla pun memastikan kode-kodenya terbuka untuk diakses.

Dengan demikian, Firefox Personal Data Promise dapat membangun kesadaran bersama untuk menciptakan ekosistem internet yang lebih kondusif dengan kontrol penuh pada privasi.

Tinggalkan Komentar