Review Aksesoris

Review Razer Basilisk V3 – Mouse Gaming Luar Biasa yang Fleksibel dan Canggih

Review Razer Basilisk V3

Gadgetren – Razer sebagai salah satu produsen produk gaming ternama telah memperkenalkan mouse gaming Basilisk V3 sebagai generasi terbarunya.

Memiliki mouse gaming yang pas dengan selera merupakan faktor yang cukup penting jika ingin bermain game dengan nyaman. Apalagi bagi yang suka bermain secara kompetitif, mouse gaming rasanya sudah menjadi keharusan.

Oleh karena itu Razer Basilisk V3 hadir dengan beragam fitur yang akan membantu kamu bermain game dengan lebih optimal. Tentunya ada juga fitur yang akan membuat penggunaan sehari-hari menjadi lebih nyaman. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah Basilisk V3 pantas untuk menggantikan mouse kamu saat ini?

Review Razer Basilisk V3
  • Desain - 9/10
    9/10
  • Performa - 10/10
    10/10
  • Fitur - 10/10
    10/10
  • Software - 10/10
    10/10
9.8/10

Kesimpulan

Razer Basilisk V3 memang hadir sebagai perangkat gaming, namun fitur-fitur mutakhir yang dimilikinya membuat mouse yang satu ini lebih dari itu. Apalagi desainnya yang ergonomis juga sangat nyaman di tangan.

Pros

  • Desain ergonomis yang nyaman
  • Fitur Hyperscroll unik dan praktis
  • Respon akurat dengan DPI 26K
  • Dapat dikustomisasi sesukanya
  • RGB dengan Razer Chroma
  • Dilengkapi ragam fitur bermanfaat

Cons

  • Tidak ambidextrous
  • Rasa tactile setiap tombol kurang konsisten

Basilisk V3 mengusung desain ergonomis dengan lekukan-lekukan pada tempat biasanya jari bersandar yang telah diperhitungkan secara presisi. Secara keseluruhan bodinya terbuat dari bahan yang terasa kokoh dan berkualitas sehingga nyaman saat digenggam.

Bodinya pun dilapisi tekstur matte yang terasa lembut saat disentuh dengan beberapa garis bertekstur glossy yang membelah permukaannya. Pada bagian kabelnya sudah dibungkus layaknya braided, namun dengan material yang lebih lentur dan halus.

Razer Basilisk V3 (1)

Tak ketinggalan juga pada bagian punggu terdapat logo Razer yang dapat menyala. Sementara pada bagian bawah mouse ini turut dihiasi oleh lampu RGB yang semakin memberikan kesan gaming dengan gemerlap cahaya warna-warni.

Secara keseluruhan terdapat 11 zona Razer Chroma RGB di Basilisk V3 yang tentunya dapat diubah maupun diatur sesuai keinginan. Walupun punya pencahayaan RGB, saya merasa desain mouse ini masih tergolong senyap sehingga tetap terlihat elegan pada kondisi apapun.

Pada bagian kiri dan kanan bodi mouse ini pun dilapisi tekstur karet yang membuat jari dapat mencengkram lebih baik. Dengan begitu mouse tidak akan mudah selip saat melakukan gerakan agresif pada pertempuran sengit.

Razer Basilisk V3 (5)

Dengan bobot hanya 101 gram saja, Basilisk V3 terasa cukup ringan ketika meluncur di tas mousepad. Distribusi bobotnya juga terbilang seimbang sehingga tidak ada bagian yang terasa berat sebelah.

Dimensi dari bodinya sendiri menurut saya berada di spektrum cukup besar untuk ukuran tangan saya. Namun ini berarti telapak tangan saya dapat menempel dengan sangat baik dan tidak mengambang. Alhasil Basilisk V3 terasa sangat natural sekali ketika genggam dan tidak membuat tangan mudah lelah.

Oleh karena itu Razer Basilik V3 tidak hanya nyaman saat digunakan bermain game saja melainkan juga untuk aktivitas komputasi sehari-hari. Ditambah lagi kaki mouse berbahan PTFE yang tersemat di bawah membuatnya dapat meluncur sangat halus di atas mouse pad sehingga kursor atau bidikan bergerak secara konsisten.

Razer Basilisk V3 (6)

Ciri khas mouse gaming Razer yang mempunyai DPI tinggi pun kembali terlihat pada Basilisk V3. Berbekal sensor 26K DPI, pastinya mouse ini memberikan rentang sensitivitas yang sangat luas. Baik saat harus menggerakkan kursor dengan sangat cepat maupun saat harus benar-benar presisi, Basilisk V3 bisa mengatasinya dengan mudah.

Tidak hanya itu saja, Basilisk V3 juga menggunakan Razer Optical Mouse Switch yang diklaim tiga kali lebih cepat dari mekanikal pada umumnya dan telah melewati uji ketahanan hingga 70 juta kali klik.

Tombol kiri dan kanan memang terasa sangat tactile dan dapat merespon setiap klik dengan baik. Namun untuk tombol lainnya memiliki rasa yang sedikit berbeda sehingga memberikan sensasi klik yang kurang konsisten secara keseluruhan.

Razer Basilisk V3 (8)

Yang tidak kalah menarik, Basilisk V3 juga dibekali teknologi roda mutakhir yang disebut sebagai Razer Hyperscroll. Dibandingkan dengan roda konvensional pada kebanyakan mouse, Razer Hyperscroll mampu memberikan pengalaman penggunaan yang jauh lebih fleksibel.

Teknologi yang satu ini memungkinkan roda mouse bekerja dalam tiga mode sekaligus meliputi Tactile Cycling layaknya roda pada umumnya yang bergerak secara presisi dan Free-Spin yang akan membuat roda berputar tanpa hambatan agar dapat menggulir secara cepat.

Sementara mode terakhir merupakan Smart-Reel yang memungkinkan roda berpindah secara pintar dari mode Tactile ke Free-Spin tergantung kondisi penggunaan. Untuk mode yang satu ini perlu diaktifkan terlebih dahulu lewat Razer Synapse.

Razer Basilisk V3 Customize

Roda mouse juga bisa digeser ke kiri atau kanan yang secara bawaan berfungsi sebagai gulung horizontal secara terus menerus. Ini tentunya membuat Basilisk V3 juga cocok untuk produktivitias karena akan lebih mudah untuk menggeser timeline video maupun lainnya.

Satu hal yang perlu diketahui, Basilisk V3 tidak bersifat ambidextrous yang berarti desainnya lebih mengutamakan pengguna yang memiliki tangan kanan sebagai tangan dominan. Bahkan bodinya sedikit menyamping ke kanan untuk menyesuaikan bentuk tangan kanan sehingga terasa lebih natural saat digenggam.

Tentu ini sedikit disayangkan bagi pengguna seperti saya yang terkadang juga suka menggunakan tangan kiri dalam keadaan tertentu walaupun sebenarnya tidak kidal. Namun ini tentu bukan masalah besar jika kamu bukan salah satu pengguna seperti itu.

Razer Basilisk V3 (4)

Sementara itu, pada samping kirinya terdapat sayap sebagai tempat jempol bersandar serta tiga tombol tambahan untuk akses perintah cepat. Berbicara soal tombol, Basilisk V3 secara total memiliki 10+1 tombol yang seluruhnya dapat disetel manual. Terdapat juga tombol profile yang terletak pada bagian bawah.

Kehadiran tombol ketiga di samping kiri merupakan penambahan yang patut diacungi jempol karena secara bawaan berfungsi untuk menurunkan DPI agar pergerakan kursor menjadi lebih halus. Sangat cocok untuk hal yang membutuhkan presisi tinggi, seperti saat membidik musuh.

Menariknya, ketika mouse dihubungkan ke komputer akan langsung muncul popup untuk install deretan aplikasi Razer termasuk Synapse. Ini tentu merupakan solusi pintar yang membuat proses menjadi jauh lebih praktis karena saya tidak perlu lagi mengunjungi situs Razer untuk mengunduh aplikasi yang dibutuhkan.

Razer Basilisk V3 Gaming Software

Cukup install dan melakukan update, maka fitur-fitur yang dimiliki oleh Basilisk V3 pun siap untuk digunakan secara maksimal. Dalam aplikasi tersebut tersedia ragam pengaturan tersedia mulai dari pencahayaan, mode roda mouse, hingga kalibrasi untuk menyesuaikan mouse dengan mousepad.

Tentunya dalam aplikasi Synapse juga tersedia pengaturan untuk setiap tombol yang mana terbilang sangat fleksibel karena dapat diubah sesuai keinginan sehingga dapat membuat Basilisk V3 lebih personal untuk gaya penggunaan setiap orang.

Razer Basilisk V3 Calibration

Secara bawaan Basilisk V3 memiliki on-board memory yang dapat menyimpan hingga lima profile. Dengan begitu Basilisk V3 dapat digunakan pada berbagai perangkat dengan lebih mudah dan praktis karena tidak perlu repot melakukan setel ulang.

Bagi kamu yang sudah pernah menggunakan perangkat Razer sebelumnya mungkin sudah tidak asing lagi dengan pengaturan yang diberikan. Tentunya kustomisasi yang mendalam termasuk dalam hal pencahayaan RGB lewat fitur Chroma Studio bisa kamu lakukan lewat Synapse.

Razer Basilisk V3 Chroma Studio

Setelah menggunakannya selama beberapa minggu baik untuk bekerja maupun bermain game, Razer Basilisk V3 merupakan mouse yang sangat handal dengan fitur unik khususnya pada bagian roda dengan teknologi Hyperscroll yang memungkinkan scenario penggunaan lebih luas.

Ditambah lagi desain yang ergonomis membuat mouse gaming generasi terbaru besutan Razer yang satu ini nyaman untuk digunakan berlama-lama dalam keseharian. Hanya saja sayang desainnya tidak ambidextrous karena membatasi penggunaan untuk tangan kanan saja.

Selain sensasi tekanan untuk setiap tombol yang kurang konsisten, rasanya hampir tidak ada hal yang saya keluhkan pada Basilisk V3. Mulai dari desain, fungsi, hingga fleksibilitas yang ditawarkan oleh Basilisk V3 saya rasa akan cocok untuk segala jenis pengguna dan bisa menjadi opsi upgrade yang sangat baik bagi yang masih menggunakan mouse gaming standar.

Tinggalkan Komentar