Aplikasi

Bisakah Aplikasi Oximeter Mendeteksi Kadar Oksigen Dalam Darah?

Bisakah Aplikasi Oximeter Mendeteksi Kadar Oksigen Dalam Darah

Gdgetren – Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, mengetahui kadar oksigen di dalam darah menjadi suatu hal yang cukup bermanfaat

Kamu dapat mengukur saturasi atau kadar oksigen di dalam darah menggunakan sebuah alat bernama Oximeter. Proses penggunaannya cukup mudah, dimana kamu hanya perlu menjepit ujung jari dengan alat ini dan sensor akan langsung memindai kadar oksigen dalam darah.

Nantinya monitor kecil pada Oximeter akan menunjukkan persentase saturasi oksigen dalam darah. Untuk orang dewasa, kisaran normal kadar oksigen di dalam darah berada di antara 95% hingga 100%. Apabila nilainya kurang dari itu, maka dianggap memiliki masalah pernapasan karena saturasi dianggap rendah.

Meskipun belum tentu terkena COVID-19, namun penurunan kadar oksigen dalam darah bisa menjadi salah satu indikasi sehingga bisa langsung menuju Puskesmas atau Rumah Sakit untuk melakukan pengetesan agar tidak terlambat ditangani.

Sebagai alternatifnya, berbagai perangkat wearable seperti smartwatch atau smartband sudah ada yang memiliki fitur SpO2 untuk mengukur saturasi oksigen di dalam darah. Biasanya kamu cukup menyalakan fiturnya dan sensor akan mendeteksinya melalui pergelangan tangan.

Apakah Aplikasi Oximeter Bisa Digunakan?

Untuk bisa memiliki salah satu perangkat yang bisa mengukur kadar oksigen dalam darah, tentunya kamu harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sehingga sebagian orang mencoba metode yang lebih praktis dengan menggunakan aplikasi Oximeter di handphone.

Pada saat mencari aplikasi Oximeter di Google Play Store, saya tidak menemukan aplikasi yang benar-benar spesifikasi berfungsi untuk langsung mengukur saturasi oksigen dalam darah menggunakan handphone.

Rata-rata aplikasi Oximeter yang tersedia hanya untuk menghubungkan data handphone dengan alat Oximeter. Selain itu, terdapat juga aplikasi Oximeter seperti Pulse Oximeter yang menggunakan metode menahan napas yang nantinya akan menghasilkan nilai rata-rata kadar oksigen dalam darah.

Banyak orang juga yang membahas aplikasi O2 Meter untuk mendeteksi saturasi oksigen dalam darah. Aplikasi ini mengukurnya dengan cara jari yang ditempelkan pada kamera handphone dan nantinya akan muncul nilai kadar oksigen yang tersedia.

Namun pengembangnya sudah memberikan peringatan bahwa O2 Meter tidak boleh digunakan sebagai perangkat atau produk medis sehingga kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk kondisi medis. Selain itu, kini aplikasi O2 Meter sudah tidak dapat ditemukan di Google Play Store.

HONOR Band5 SpO2

Meskipun begitu, ada juga aplikasi seperti Pulse Monitor – Beat & Oxygen yang menjanjikan dapat mendeteksi kadar saturasi oksigen dalam darah dengan persyaratan handphone sudah harus mempunyai sensor pendeteksi detak jantung,

Tentu saja hanya beberapa handphone kelas atas atau flagship saja yang sudah memiliki sensor pendeteksi detak jantung di dalamnya, seperti Galaxy Note4 atau di atasnya, Samsung Galaxy S6 atau di atasnya, dan lainnya.

Kesimpulan

Menurut saya agak sulit menentukan kadar atau saturasi oksigen menggunakan aplikasi Oximeter pada handphone karena memang membutuhkan perangkat khusus untuk mendeteksinya. Jadi kemungkinan besar data yang dihasilkan oleh aplikasi tersebut tidak akan akurat sama sekali.

Dengan begitu, sebaiknya kamu membeli Oximeter dengan harga terjangkau atau setidaknya menggunakan perangkat wearable yang sudah memiliki fitur SpO2 agar bisa mendapatkan hasil saturasi oksigen dalam darah dengan lebih akurat dibandingkan menggunakan aplikasi Oximeter.

Tinggalkan Komentar