ASUS Zenbook 14 OLED UM3406
Rekomendasi Tekno

Rekomendasi Emulator Android Ringan, Bisa Jadi Handphone Kedua kamu

Emulator-Android-Bluestack

Gadgetren – Saat ini harga handphone sudah semakin terjangkau bagi lebih banyak calon pengguna. Akan tetapi, fakta itu tidak menghalangi keinginan sebagian orang untuk menggunakan emulator Android.

Seperti yang tersirat dari namanya, emulator Android adalah program yang dapat menyimulasikan sistem operasi Android pada platform lain, dalam konteks ini di komputer.

Alasan penggunaan emulator Android pun bisa beragam. Mulai dari ingin menikmati pengalaman Android di layar yang lebih lega, untuk memiliki akun sekunder dari akun jual beli online, atau sekadar ingin menikmati aplikasi atau game mobile tertentu dengan lebih lancar saja.

Barangkali kamu adalah pengguna iPhone yang tertarik untuk menjajal bagaimana serunya sistem besutan Google ini, kamu bisa mencoba memasang emulator Android ringan pilihan kami berikut.

BlueStacks

Bluestack
Kalau sudah membahas emulator Android terbaik dan paling ringan, nama BlueStacks hampir pasti bakal sering disebutkan. Sebagai salah satu program emulator Android paling veteran, BlueStacks sangat ramah dipakai oleh pengguna, entah itu profesional atau level pemula.

Dengan BlueStacks, kamu dapat menjalankan beberapa aplikasi atau bahkan game sekaligus dalam satu jendela yang sama. Jangan terkejut jika PUBG Mobile yang kamu mainkan via program ini terlihat lebih bagus grafisnya. Namun, BlueStacks juga “terkenal” dengan kemunculan iklan sponsornya yang berlebihan.

BlueStacks sudah bisa dijalankan pada komputer Windows 7 yang mengemas RAM dengan kapasitas 2GB saja. Tapi, kami menyarankan kamu untuk memasangnya di Windows 10 dengan PC berspesifikasi yang lebih kekinian agar lebih nyaman menikmatinya.

KoPlayer

KoPlayer
Buat kamu yang ingin mencoba emulator Android dengan tujuan dasar sebagai wadah gaming, maka tidak perlu lagi cari yang lain. Langsung saja download KoPlayer yang sangat direkomendasikan bagi pecinta game mobile.

KoPlayer menjanjikan pengalaman bermain game Android di PC yang lebih stabil dan bebas dari lag jika dibandingkan emulator Android lain. Pastinya program ini juga sudah mendukung mapping keyboard dan input gamepad jadi kamu bisa makin nyaman saat main CoD: Mobile atau Genshin Impact.

Adapun kekurangan dari KoPlayer adalah sebaran iklannya yang mungkin akan membuat kamu jengkel. Meski awalnya ekslusif untuk PC windows, tapi saat ini KoPlayer juga bisa dinikmati oleh pengguna yang punya PC Mac.

Prime OS

Prime OS
Salah satu nilai jual dari emulator Android ini adalah tampilan antarmuka yang tampak bersih, rapi, dan intuitif. Tombol Start maupun taskbar juga disediakan sehingga pengguna Windows tetap merasa familiar saat menggunakannya.

Mirip dengan Android-x86 atau Remix OS, Prime OS dapat kamu install dan fungsikan sebagai sistem operasi tambahan di PC kamu atau meluncurkannya via Flashdrive.

Pada dasarnya Prime OS lebih ideal jika dipakai untuk menjalankan aplikasi produktivitas. Akan tetapi jika kamu lebih suka bermain game, Prime OS sudah menyediakan fitur penunjang seperti DecaPro Gaming Centre untuk kontrol dan pengaturan gaming yang lebih sesuai dengan preferensi yang kamu inginkan.

MuMu

Mumu
Kamu jengah dengan kemunculan iklan yang terus-terusan di emulator Android? Coba MuMu karena aplikasi ini menampilkan iklan yang lebih sedikit dari emulator Android lainnya.

Alasan lain kenapa kamu wajib mencoba MuMu adalah karena program ini sangat direkomendasikan bagi gamer mobile. Emulator Android ini kompatibel dengan judul terkemuka serta mendukung input kontrol via gamepad eksternal.

Tentu saja, MuMu memperbolehkan kamu untuk mengontrolnya dengan bantuan keyboard dan mouse. MuMu sudah menyediakan Bahasa Inggris untuk pengguna Windows, namun untuk MacOS sayangnya dikabarkan masih belum ada.

Genymotion

Genymotion
Jika emulator Android di atas cocok dipakai oleh pengguna, maka Genymotion lebih diperuntukkan bagi pengembang aplikasi. Emulator ini kompatibel dengan Android SDK dan Android Studio yang merupakan tool esensial untuk mengembangkan aplikasi.

Para pengembang biasanya menggunakan Genymotion untuk menguji kelancaran aplikasi saat dijalankan pada sistem operasi yang berbeda, misalnya di Android 8.1 Oreo, Android 10, atau Android Marshmallow yang lebih lawas.

Genymotion bisa diunduh secara cuma-cuma. Namun, perlu biaya berlangganan jika kamu ingin menggunakannya dalam versi premium dengan fitur yang lebih lengkap.

Tinggalkan Komentar