Berita Perangkat Pintar

SmartTag+ Bakal Segera Masuk Indonesia, Apa Bedanya dengan SmartTag Biasa?

Samsung-Galaxy-SmartTag-Header.

Gadgetren – Setelah resmi menjual Galaxy SmartTag, dalam waktu dekat Samsung Electronic Indonesia juga akan segera memboyong varian lainnya yang bernama SmartTag+.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Leo Hendarto Marathon selaku Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia. Namun untuk waktu peluncurannya, Leo belum bisa memastikan lebih jauh.

Penggunaan perangkat ini sangat sederhana dimana kamu hanya cukup menggantungkan Galaxy SmartTag pada beragam benda yang dianggap sangat penting seperti kunci mobil, sepeda, koper, tas, dompet, dan bahkan hewan peliharaan.

Benda-benda tersebut sewaktu-waktu mungkin saja hilang tanpa disengaja dan secara instan bisa dicari dengan handphone Samsung yang telah terhubung lewat aplikasi SmartThings. Radius pencarian dengan gantungan SmartTag bisa mencapai 120 meter serta cukup tangguh karena mendukung sertifikasi IP53 yang artinya tahan air dan debu.

Sayangnya Galaxy SmartTag saat ini tak bisa terhubung pada perangkat Android selain Samsung sehingga buat kamu yang menginginkan perangkat ini tentunya harus mempunyai handphone atau tablet Samsung lebih dulu sebelum membelinya. “SmartTag hanya bisa dipakai untuk smartphone Samsung saja,” ujar Leo.

Baik SmartTag versi standar maupun SmartTag+ diklaim Leo memiliki daya tahan sampai dengan satu tahun atau hingga 300 hari. Harga SmartTag di Indonesia dibanderol Rp 399.o00, sedangkan SmartTag+ masih belum diketahui. Sementara di Amerika Serikat, harga SmartTag+ mencapai 39,99 USD atau setara Rp 563.000.

“Perbedaannya sendiri terletak pada teknologi yang digunakan, yakni SmartTag menggunakan Bluetooth 5.0 Low Energy, sedangkan SmartTag+ menggunakan Ultra-Wideband (UWB). Untuk perbedaannya lebih lanjut, nantinya akan kami infokan saat akan kami luncurkan di Indonesia,” jelasnya.

Samsung-Galaxy-SmartTag-location

Lalu apa yang membedakan keduanya? SmartTag dengan Bluetooth 5.0 Low Energy akan bekerja mencari benda yang hilang ketika penggunanya terus berjalan dan memberikan peringatan apakah semakin dekat dengan benda atau malah menjauh.

Berkat hadirnya fitur navigasi dan Augmented Reality (AR), SmartTag+ dengan dukungan Ultra-Wideband (UWB) akan menghasilkan pencarian yang lebih akurat dimana dalam aplikasi SmartThings tak lagi menampilkan seberapa dekat atau jauh tapi sebuah notifikasi lokasi secara tepat.

Samsung-Galaxy-SmartTag-Navigasi-dan-AR

Nah perlu dicatat bahwa tidak semua handphone Samsung mengusung teknologi koneksi UWB. Untuk lini Galaxy S21, UWB hanya tersedia di Galaxy S21+ dan Galaxy S21 Ultra. Dengan begitu, SmartTag hanya bisa digunakan pada Galaxy S21 atau Samsung Galaxy lainnya dengan koneksi Bluetooth.

Meskipun demikian, pihak Samsung Electronics Indonesia sendiri hingga kini belum memberikan informasi seputar perbedaan dan fungsi SmartTag dan SmartTag+ sehingga akan lebih pantas bila menunggu penjelasan resmi selanjutnya.

Tak hanya bisa digantung, dalam cuplikan video produk resmi SmartTag terlihat juga digunakan sebagai alat pengontrol IoT yang masuk dalam ekosistem Samsung seperti Smart TV, robot penyedot debu, AC, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Komentar