Smartphone Sponsored Content

Mengenal Lebih Dalam Dukungan Teknologi 5G di OPPO Reno5 5G

OPPO Reno5 5G Feature

Gadgetren – Selain Reno5, OPPO juga turut menghadirkan Reno5 5G di Indonesia dimana salah satu fitur utamanya merupakan dukunganjaringan 5G.

Hal ini bisa terjadi berkat penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 765G sebagai menjadi dapur pacu dari handphone tersebut. Pada Qualcomm Snapdragon 765G telah dibenamkan Snapdragon X52 5G modem-RF System yang mampu mendukung jaringan 5G dengan sistem NSA (Non-Standalone) dan SA (Standalone).

Bagi yang belum mengetahuinya, jaringan 5G yang telah hadir di dunia ini mempunyai pilihan sistem yang terdiri dari NSA dan SA. Berdasarkan standar 3GPP Release 15, NSA merupakan jaringan 5G dengan dukungan infrastruktur 4G yang sudah ada.

Dengan kata lain, handphone 5G akan terhubung ke frekuensi 5G untuk proses transfer data yang cepat, namun tetap memakai jaringan 4G untuk urusan non data seperti hubungan ke BTS (Base Transceiver Station) dan server.

Sementara SA merupakan sistem jaringan 5G yang didukung penuh oleh infrastruktur 5G. Dengan kata lain, handphone 5G akan terhubung ke jaringan inti 5G untuk mendapatkan proses transfer data yang sangat cepat.

OPPO Reno5 5G Snapdragon

SA sendiri mempunyai keuntungan pada penyederhanaan dan peningkatan efisiensi sehingga akan menurunkan biaya serta meningkatkan kinerja jaringan dibandingkan NSA. Bahkan SA juga mampu dapat membantu pengembangan komunikasi latensi rendah.

Pihak OPPO sendiri mengatakan bahwa Reno5 5G sudah mendukung layanan 5G NSA di jaringan n77, n78, n38, n40, n41, n1, n3, n5, n7, n8, n20, dan n28. Sementara NSA di jaringan n1, n3, n7, n28, n41, dan n78.

Qualcomm Snapdragon X52 5G modem-RF System juga telah mendukung spektrum 5G mmWave (2×2 MIMO) dan 5G sub-6 GHz (100 MHz bandwidth, 4×4 MIMO), dan Dynamic Spectrum Sharing (DSS).

OPPO Reno5 5G Orange

Untuk 5G mmWave sendiri memanfaatkan frekuensi jaringan di atas 6 GHz, hanya saja jarak jangkauannya pendek dan tidak mampu menembus tembok sehingga cocoknya menggunakan banyak antena kecil-kecil dan biasanya ditujukan untuk kota-kota besar yang memiliki banyak gedung.

Namun 5G mmWave memiliki keunggulan pada kecepatan download yang sangat tinggi hingga 7 Gbps. Sementara 5G sub-6 menggunakan frekuensi di bawah 6 GHz seperti di Indonesia yang akan menggunakan frekuensi 2,6 GHz untuk jaringan 5G.

Meskipun jangkauannya lebih jauh per node antena dan area yang didukung luas, namun kecepatannya berkisar 2 Gbps hingga 3 Gbps atau masih di bawah 5G mmWave.

Secara umum, Snapdragon X52 5G modem-RF System yang terdapat pada chipset Snapdragon 765G mampu mendukung kecepatan download maksimal hingga 3,7 Gbps dan upload hingga 1,6 Gbps. Namun berdasarkan informasi dari OPPO, handphone Reno5 5G memiliki kecepatan download maksimal hingga 2,4 Gbps dan upload hingga 500 Mbps.

OPPO-Reno5-5G bagian belakang

Selanjutnya, DSS merupakan jaringan 4G yang bisa digunakan sebagai jaringan 5G sehingga tidak perlu mengganti frekuensi atau membuat jaringan baru. Dengan kata lain, jaringannya dapat dibagi untuk menjadi 50% untuk 4G, 50% untuk 5G, dan lainnya menggunakan software.

Biasanya kecepatan dari DSS tidak terlalu cepat, namun bagus sebagai permulaan dan irit biaya untuk menggelar jaringan 5G. Dengan banyaknya teknologi, jaringan, dan spektrum yang didukung oleh Snapdragon X52 5G modem-RF System memungkinkan OPPO Reno5 5G bisa mendukung layanan 5G di banyak negara.

Handphone ini sendiri sudah dapat dipesan secara pre-order sejak tanggal 25 Januari hingga 4 Februari 2021 dengan harga Rp 6.999.000 di Indonesia melalui situs e-commerce Shopee. Sementara penjualan perdana OPPO Reno5 5G akan dimulai pada tanggal 5 Februari 2021.

Tinggalkan Balasan ke Andrian X

1 Komentar