Berita Laptop / PC

Penjualan Meningkat di Q4 2020, ASUS Segera Siapkan Varian Laptop Baru

ASUS Resmi Buka Toko Baru di MOI Header

Gadgetren – ASUS Indonesia dikabarkan telah meraih peningkatan penjualan dari kuartal tiga ke kuartal empat tahun 2020 dimana pada persentase 36,2% menjadi 38,5%.

Sebelumnya ASUS Indonesia seperti yang telah tim Gadgetren laporkan sempat terdampak pandemi COVID-19 di kuartal tiga tahun 2020 yang mengakibatkan pasokan menurun hingga penjadwalan peluncuran produk baru terhambat.

Lebih jauh, Muhammad Firman selaku Head of PR and e-Marketing ASUS Indonesia menjelaskan bahwa 38,5% merupakan laptop consumer yang terdiri dari lini ZenBook dan seri VivoBook yang menyasar entry level.

“Pada kuartal tiga 2020 memang ASUS terkena efek pandemi yang menyebabkan kita shortage akibat gangguan supply chain. Kemudian di kuartal empat, kenaikan itu karena pasokan laptop kita sudah mulai membaik,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Angin segar kemudian datang dengan hadirnya sejumlah varian laptop ASUS dari segmen profesional bisnis hingga untuk anak sekolah dan mahasiswa yang membawa dampak pada penjualan di kuartal empat 2020.

Produk Premium ASUS Zenbook

Di antaranya ExpertBook B9450, ZenBook 13/14, ZenBook Flip 13 UX362F, ZenBook S13 UX392F, ZenBook Pro 14 UX480F, VivoBook Ultra 14 K413, VivoBook S14 M433, VivoBook S14 S433, serta VivoBook A409 dan A509.

Penyegaran spesifikasi juga turut mendongkrak penjualan laptop ASUS di Indonesia yang sudah mulai beredar di kuartal empat tahun 2020. Oleh karenanya, ASUS sedang mempersiapkan jajaran laptop consumer-nya untuk diperkenalkan dan dipasarkan dengan membawa model terbaru untuk kuartal satu tahun 2021.

Selain itu, tren pertumbuhan laptop ASUS melalui pencarian Google atau e-commerce juga diungkapkan Firman meningkat di akhir tahun 2020 sehingga bisa dibilang ASUS sebagai brand masih cukup signifikan dibanding laptop kompetitor lainnya.

ASUS-Laptop-with-processor-Intel-Core-Gen-11.

Dampak pandemi ternyata berlaku untuk semua vendor laptop lain di Indonesia. Riset Gfk menyebutkan bahwa bahwa adanya penurunan penjualan laptop di harga kisaran Rp 6-9 jutaan. Menariknya, justru peningkatan penjualan laptop ada di harga Rp 15 juta ke atas yang menyasar segmen bisnis dan profesional.

Hal itu bisa jadi adanya perubahan kebiasaan aktivitas dari offline menjadi online dimana sudah banyak pekerja yang melakukan WFH maupun bekerja dari mana saja. Dengan begitu mereka lebih cenderung menginginkan laptop yang bisa dibawa ke manapun dengan bobot ringan, tetapi juga mengusung performa tangguh untuk pekerjaan multitasking.

Tinggalkan Komentar