Aplikasi Berita

Rayakan Ulang Tahun Ketiga, TikTok Bangga Bisa Populerkan Kembali Lagu Lawas

TikTok Logo Feature

Gadgetren – Tepat hari ini, TikTok merayakan ulang tahunnya yang ke-3 secara virtual bersama dengan beberapa awak media di tengah situasi yang sedang mengalami perubahan.

Angga Anugrah Putra selaku Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia mengatakan bahwa berbagai tren konten yang muncul bervariasi mulai dari edukasi, fashion, komedi, favorit musik, masak, dan masih banyak lagi dengan jumlah tontonan mencapai 30 milyar setiap bulannya.

“Menariknya TikTok membuat lagu underrated jadi hits kembali di tahun 2020. Seperti lagu Bagaikan Langit yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw itu pas dia zamannya dengan suaminya bersama grup Potret. Tapi lagu ini sekarang jadi makin terkenal di TikTok,” ujarnya kepada Tim Gadgetren.

Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia ultah TikTok 3.

Dalam kesempatan yang sama Fandhy Thesia selaku Marketing Operations Manager TikTok Indonesia menerangkan bahwa alasan utama viralnya konten TikTok dan bisa diterima banyak orang adalah variasi konten yang menjadi salah satu elemen kuat.

“Pustaka musik banyak sekali pilihan lagunya di TikTok, kenapa jadi viral? Karena dari kreativitas kreator itu sendiri. Dengan fitur TikTok yang focus on me jadi sebuah keunikan sendiri, editing pulse yang unik untuk lagu Bagaikan Langit,” tuturnya.

Adib Hidayat selaku Jurnalis dan Pengamat Musik pun memberikan sudut pandang menarik bahwa platform TikTok menjadi tempat untuk bersenang-senang saat platform lainnya sudah menjadi tempat keluh kesah yang membuat orang tentunya bosan dan butuh hiburan di tengah kondisi saat ini.

Adib juga menyarankan bahwa TikTok bisa merilis secara berkala lagu-lagu yang populer agar tidak fokus satu tempat saja seperti radio atau perusahan label, sehingga mereka bisa mengetahui perkembangan yang sedang terjadi di dalam TikTok.

Ke depannya, Adib mengungkapkan agar TikTok bisa menyelenggarakan TikTok Award di Indonesia dari berbagai kategori. “Sudah saatnya TikTok buat TikTok Award dari komedi, masak, musik, edukasi dan banyak lagi,” ujarnya.

Lebih jauh, Angga juga mengingatkan bahwa semua orang bisa tampil berkreasi di TikTok, namun ada panduan komunitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kreator dalam membuat konten. Misalnya konten berisi SARA, ujaran kebencian, pornografi tentunya tidak akan diterima oleh TikTok, kemudian filter video yang menampilkan darah dan sebagainya.

“Semua itu dikerjakan dengan teknologi Machine Learning dan kolaborasi manusia. Ada orang yang memantau 24 jam setiap hari mengkurasi di mana yang melanggar panduan komunitas pasti nggak ditayangkan,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar