Berita

Facebook Kampanyekan Gerakan Internet Lebih Cepat Untuk Masyarakat Indonesia

Facebook-Connectivity-Header

Gadgetren – Facebook baru saja mengumumkan sebuah kampanye berjudul Facebook Connectivity di Indonesia dengan mengusung tema membawa lebih banyak masyarakat untuk online ke internet yang lebih cepat.

Tom Chottayil Varghese selaku Head of Connectivity & Access Policy, APAC mengungkapkan bahwa konektivitas selalu menjadi inti misi dari Facebook. “Kami ingin terus bekerja sama dengan industri, teknologi, pemerintah dan masyarakat luas untuk  menggodok cara-cara baru apa untuk dilakukan agar dapat membangun internet yang lebih cepat,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Dalam kesempatan yang sama, Karissa Sjawaldy selaku Public Policy Associate Manager Facebook Indonesia menuturkan bahwa ada temuan menarik dalam sebuah laporan mengenai Indeks Internet Inklusif 2020 yang mana mempertimbangkan tingkat inklusi internet dalam empat kategori utama.

Kategori Ketersediaan mengukur apakah suatu negara dapat mengakses internet dengan baik. Kemudian ada indikator Keterjangkauan yang mengukur apakah suatu individu mampu menggunakan layanan internet dengan baik.

Selanjutnya ada indikator Kesiapan yang mengukur apakah suatu individu mengetahui cara menggunakan layanan internet dengan baik dan indikator Relevansi melihat apakah dengan mengakses internet, suatu individu di suatu negara itu dapat menemukan konten yang relevan dengan minat mereka masing-masing.

Karissa melanjutkan dari empat dimensi tadi terwujud matrix indeks dimana hampir 66.2 % rumah tangga di Indonesia ialah pengguna internet. Angka ini lebih besar daripada negara-negara lain di Asia yang di kisaran angka 60%.

“Fakta menarik menyebutkan pula, dengan begitu banyaknya pengguna internet di Indonesia, faktanya kecepatan internet di Indonesia justru jauh lebih lambat daripada rata-rata kecepatan negara lain,” terangnya.

Facebook-Connectivity

Menurutnya hal tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya pendekatan kepada multi stakeholder untuk sama-sama membangun kapasitas tambahan lantaran cakupan jaringan di Indonesia cukup luas. Sebut saja dari 267 juta penduduk di Indonesia, sebanyak 93% penduduk sudah tercakup layanan 4G. “Jadi angka ini tinggi, cuma ada 7% lagi untuk ditutup,” pungkasnya.

Data lain juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan Indonesia sudah berkinerja baik di peringkat 57 dari 100 dalam internet indeks inklusif. Angka ini di atas negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Pakistan.

Hal menarik lainnya terdapat pada indikator peringkat kesiapan mengukur tingkat literasi digital, dimana kepercayaan dan kebijakan berinternet di Indonesia ada di peringkat 40. Jauh di atas Hongkong dan Thailand serta negara lain yang sama-sama berkembang.

Bila berbicara perubahan dari tahun-ke tahun secara umum, keempat indikator tadi terus bergerak ke arah peringkat yang lebih baik. Tentunya dengan pembangunan Palaparing, Facebook melihat ada peluang untuk memperluas jaringan kabel serat.

Dengan begitu pastinya akan memberikan kapasitas internet tambahan untuk jaringan seluler dan penyedia jasa internet agar seluruh masyarakat Indonesia dapat meraup manfaat dari internet yang lebih cepat.

Tinggalkan Komentar