Berita

Kecepatan Internet Indonesia Lambat, Facebook dan Alita Perluas Kabel Fiber Sepanjang 1.100 Km

Kecepatan Internet Indonesia Lambat, Facebook dan Alita Perluas Kaber Fiber Header.

Gadgetren- Facebook menemukan bahwa hampir 66.2 % rumah tangga di Indonesia ialah pengguna internet. Angka tersebut ternyata lebih besar daripada negara-negara lain di Asia yang di kisaran angka 60%.

Namun di sisi lain, faktanya kecepatan internet di Indonesia dengan begitu banyaknya pengguna justru jauh lebih lambat daripada rata-rata kecepatan negara lain. Nah itulah yang menjadi tantangan dalam penambahan kapasitas jaringan internet di Indonesia yang masih lambat.

Mengenai hal ini, Tom Chottayil Varghese selaku Head of Connectivity & Access Policy APAC mengatakan bahwa kunci dari penambahan kapasitas internet merupakan perluasan kabel serat atau fiber.

“Kami juga sangat mendukung pemerintah pembangunan untuk Palaparing dan sebenarnya yang harus dilakukan prioritas utama adalah bagaimana cara kita menghubungkan fiber kabel ini ke Palaparing itu sendiri,” ujarnya kepada tim Gadgetren setelah acara pengumuman gerakan Facebook Connectivity secara online.

Ia melanjutkan bahwa penyebaran infrastruktur seperti kabel optik ini akan meningkatkan kapasitas dan jangkauan geografis akses internet di area-area yang kurang terjangkau, misal di Indonesia Timur nantinya akan dapat terhubung kabel fiber ke Palaparing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kini Facebook sendiri telah bermitra dengan Alita yang akan membangun 3.000 km kabel fiber untuk menghubungkan lebih dari 1.000 titik lokasi di Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Hingga bulan Mei 2020, kabarnya pembangunan fase awal penyebaran kabel fiber tersebut sudah mencapai 1.100 km, sudah melewati Bali, Pasuruan, Manado, dan Surakarta.

Penyebaran kabel fiber ini merupakan akses terbuka untuk menyediakan akses secara merata ke semua layanan dan Facebook juga akan mendukung pembangunan kabel fiber dengan bentuk perencanaan jaringan. Penambahan kecepatan internet ini sendiri sangat penting lantaran ada keterkaitannya dengan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Studi dampak ekonomi yang telah dilakukan Analisis Mason menunjukkan bahwa ada hubungan antara penerimaan internet dengan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita. Studi ini menghitung bahwa dampak ekonomi dari investasi kabel fiber di Indonesia secara siginifikan berdampak kepada PDB hingga lebih dari 6 milliar USD dalam kurun waktu empat tahun (2020-2024).

Karissa Sjawaldy selaku Public Policy Associate Manager, Facebook Indonesia mengungkapkan bahwa Facebook Connectivity sangat ingin bermitra dengan akademisi, ahli teknologi, pemerintah, industri, dan pemain lokal untuk bersama-sama memberikan solusi agar dapat memberikan internet yang lebih cepat menuju industri 4.0.

“Kami juga sadar tidak ada satu solusi yang dapat menaikkan 57% secara cepat. Jadi sangat antusias sekali membangun kemitraan agar naik 100% pelan-pelan untuk membentuk konektivitas digital di Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar