Berita

Lawan Kekerasan Berbasis Gender, Twitter Hadirkan Fitur Unik Baru

Twitter Logo Featurez

Gadgetren – Menanggapi lonjakan kekerasan berbasis gender secara global sebagai dampak dari isolasi selama pandemi COVID-19,  Twitter baru saja meluncurkan notifikasi khusus untuk kekerasan berbasis gender di tujuh negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Saat ini pengguna yang mengetik atau melakukan pencarian melalui “explore” pada media sosial Twitter terkait dengan kekerasan berbasis gender akan muncul notifikasi dalam bahasa Indonesia yang mengarahkan mereka ke hotline dan laman informasi yang disediakan oleh lembaga dimana mereka dapat mencari bantuan, sekaligus mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Berangkat dari layanan notifikasi Twitter yang udah ada sebelumnya seperti untuk kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, Twitter merupakan perusahaan teknologi pertama yang meluncurkan notifikasi khusus terkait kekerasan berbasis gender ini.

Agung Yudha selaku Public Policy Director Indonesia dan Malaysia di Twitter mengatakan bahwa tujuan pihaknya meluncurkan fitur unik ini untuk membantu mengatasi kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Di Indonesia, Twitter sendiri telah bermitra dengan LBH APIK Jakarta (@LBHAPIK) dan Komisi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (@KomnasPerempuan) sebagai mitra nasional yang terpercaya.

Siti Mazuma selaku Direktur LBH APIK Jakarta menuturkan bahwa pihaknya mengapresiasi kontribusi Twitter dalam menanggulangi kekerasan dan ketidakadilan khususnya bagi perempuan di Indonesia dengan meluncurkan notifikasi untuk kekerasan berbasis gender.

Twitter-Notifikasi-Kekerasan-Berbasis-Gender.

“Upaya penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan advokasi kesetaraan hukum merupakan peran berbagai pemangku kepentingan mulai dari tataran individu, sosial, hingga pembuat kebijakan dan penegak hukum. Kami harap kolaborasi dengan Twitter ini dapat membantu kami menjangkau lebih banyak orang yang memang membutuhkan bantuan atau pendampingan,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada tim Gadgetren.

Ia menambahkan bahwa kasus kekerasan pada perempuan di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2020 Komnas Perempuan, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% selama 12 tahun terakhir atau meningkat hampir delapan kali lipat.

Fakta ini kemudian memperkuat pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa kasus kekerasan masih banyak terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Twitter-LBH-Apik-Jakarta

“Kolaborasi dengan Twitter ini diharapkan mempermudah informasi kepada publik dan menjadi acuan para pemangku kepentingan untuk pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,” kata Mariana Amiruddin dari Komisioner Komnas Perempuan.

Tak lupa melalui kemitraan erat dengan UN Women Asia Pasifik yang berperan sebagai penasehat, LSM terkemuka, serta lembaga negara yang menyediakan perawatan darurat, dukungan dan konseling dimana layanan ini sudah tersedia di tujuh negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam.

Kedepannya Twitter juga berencana untuk memperluas layanan ini ke negara-negara lain di berbagai kawasan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Tinggalkan Komentar