Aplikasi Berita

Bisa Lebih Praktis, WHO Luncurkan Aplikasi Khusus COVID-19 Bernama WHO MyHealth

WHO Luncurkan Aplikasi Khusus Corona Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Gadgetren – Setelah meluncurkan chatbot WhatsApp, WHO (World Health Organization) kini akan meluncurkan aplikasi khusus untuk menyediakan berbagai macam informasi mengenai COVID-19 atau Coronavirus.

Berdasarkan keterangan yang diungkapkan 9To5Google, aplikasi yang mengusung nama WHO MyHealth ini memuat informasi berupa berita, tips, dan peringatan agar kamu tak ketinggalan informasi selama pandemi COVID-19.

Dalam mengembangkan aplikasi ini, WHO tidak mengerjakannya sendiri. Sebuah tim yang terdiri dari mantan karyawan Google dan Microsoft, penasihat dan duta WHO, bersama dengan pakar industri lain berkolaborasi untuk menciptakannya.

Tim sukarelawan yang menyebut dirinya sebagai WHO Covid App Collective ini juga yang sebenarnya menginisiasi pengembangan sehingga aplikasi WHO MyHealth dapat dinikmati oleh masyarakat secara global.

Agar semua orang bisa ikut berkontribusi, tim mengembangkan aplikasi secara terbuka (open-source) melalui platform pengembangan kolaboratif yang sekarang dimiliki oleh Microsoft, yakni GitHub.

Meskipun saat ini secara umum masih berisi informasi yang serupa dengan apa yang ditawarkan chatbot WhatsApp WHO, aplikasi ini rencananya akan senantiasa dibangun sehingga memiliki fitur yang semakin banyak.

Dalam dokumen rancangannya, aplikasi bahkan disebut-sebut akan memiliki fitur notifikasi khusus berdasarkan lokasi serta fitur triase diri yang dapat membantu pengguna mendiagnosis apakah gejala penyakit yang dirasakan cocok dengan COVID-19.

Tim pengembangan juga berharap aplikasi WHO MyHealth di masa yang akan datang dapat melacak persebaran virus dengan lebih baik dengan memanfaatkan riwayat lokasi dari ponsel milik orang-orang yang sudah terinfeksi.

Namun perlu diketahui, kemungkinan fitur pelacakan tersebut hanya menjadi sebuah proposal saja mengingat berbagi riwayat lokasi berkaitan erat dengan masalah privasi yang kini memiliki aturan sangat ketat.

Yang tak kalah menarik, tim WHO Covid App Collective di sisi teknisnya kini telah beralih ke Flutter Software Development Kit (SDK) yang bisa digunakan mengembangkan aplikasi secara lintas platform.

Dengan SDK milik Google ini, tim dapat membangun aplikasi baik untuk Android, iOS, maupun web dalam satu kode sumber pengembangan sehingga aplikasi dapat dibangun dengan lebih cepat.

Beberapa anggota pengembangan Flutter dan Dart pun tercatat ikut membantu pengembangan dan memberikan nasihat dalam pembuatan aplikasi milik WHO tersebut secara sukarela.

Tinggalkan Komentar