Berita

Jaringan 5G Belum Menyeluruh, Vivo Sudah Bentuk Tim R&D Untuk 6G

Vivo Bentuk Tim 6G Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Gadgetren – Meski jaringan generasi kelima (5G) belum tersebar secara merata, vivo sudah mencuri start penelitian jaringan generasi keenam (6G) dengan membentuk tim Research and Development (R&D).

Perusahaan yang masih satu saudara dengan merek populer seperti OPPO, realme, dan OnePlus ini bahkan mengumumkan secara resmi bahwa mereka sudah mulai menjajaki teknologi jaringan untuk masa depan tersebut.

Dalam pengumumannya, Qin Fei yang merupakan kepala Communications Research Institute vivo mengungkapkan bahwa perusahaan telah meluncurkan tata letak jaringan 6G untuk menjelajahi teknologi generasi berikutnya itu.

Menulis ulang apa yang disampaikan oleh Sean di dalam laporan Gizmochina, hal ini mengartikan bahwa vivo sudah mulai membuktikan dan meletakkan fondasi masa depan untuk generasi berikutnya dalam teknologi telekomunikasi.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini bahkan telah membentuk tim yang secara khusus didedikasikan untuk pengembangan awal jaringan 6G dan mendemonstrasikan aplikasi yang lebih luas dari teknologi baru tersebut.

Tim khusus yang dibentuk oleh vivo bahkan disebut-sebut akan mengungkapkan berbagai skenario dari kemampuan teknologi telekomunikasi tersebut. Tim khusus ini juga akan bekerja sama dengan berbagai universitas dari dalam dan luar Tiongkok untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

Guna menunjang penelitian untuk teknologi jaringan keenam tersebut, perusahaan teknologi yang kini mulai menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia ini juga sudah mulai mengikuti berbagai diskusi di dalam industri jaringan.

Berbagai macam langkah awal ini ditujukan agar perusahaan ponsel pintar ini dapat lebih siap menghadapi kendala yang disebabkan oleh ledakan data yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat.

Tidak bisa disanggah, vivo memang menjadi salah satu merek ponsel pintar yang populer di dunia saat ini. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh vivo, perusahaannya telah menjangkau sekitar 300 juta pengguna dan bahkan diproyeksikan akan terus tumbuh.

Penelitian dan pengembangan teknologi jaringan keenam yang dimulai oleh perusahaan asal Tiongkok tersebut akan membantu mereka beberapa tahun mendatang, terutama pada paruh kedua di dekade ini.

Tinggalkan Komentar