Bengkel

Kenapa Ada Aplikasi dan Game yang Tidak Ada di Google Play Store?

Kenapa Aplikasi Tidak Ada di Play Store Header

Gadgetren – Bagi kebanyakan pengguna smartphone Android, mereka akan mengunjungi halaman Google Play Store saat akan memasang aplikasi maupun game ke dalam perangkat yang digunakan.

Mengutip penjelasan dari halaman Wikipedia, Google Play Store sendiri merupakan toko aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Google untuk perangkat-perangkat yang tersertifikasi oleh sistem operasi Android.

Toko aplikasi ini menyediakan berbagai macam kebutuhan pengguna smartphone Android mulai dari aplikasi, game, buku digital, majalah digital, musik, film hingga program televisi yang bisa diunduh secara gratis maupun berbayar.

Walaupun demikian, perlu kamu tahu bahwa ada juga aplikasi maupun game yang beredar dan hanya bisa diunduh tanpa menggunakan toko aplikasi Google tersebut.

Nah berhubungan dengan ketersediaan aplikasi di luar Google Play Store, salah seorang pembaca Gadgetren belum lama ini mengajukan sebuah pertanyaan yang mungkin juga banyak ditanyakan oleh pengguna Android lainnya.

Adapun pertanyaan dan jawaban berdasarkan informasi yang saya ketahui adalah sebagai berikut ini!

Pertanyaan:

Kenapa beberapa aplikasi dan game Android tidak ada di Google Play Store, Gan?

Jawaban:

Google secara mendasar memiliki sebuah kebijakan yang harus dipatuhi supaya para pengembang aplikasi, game, buku digital dan lainnya bisa menyebarkan konten-konten yang dikembangkan ke Google Play Store.

Kebijakan ini diberlakukan oleh Google semata-mata untuk menyediakan pengalaman yang baik, termasuk sebagai upaya untuk melindungi data dan privasi pengguna yang sekarang banyak dimanfaatkan secara ilegal di dunia teknologi.

Namun jika ada beberapa hal dari ketentuan tersebut tidak dipatuhi oleh para pengembang, maka mereka tidak akan diizinkan untuk menyebarkan kontennya di Google Play Store.

Konten-konten yang sudah terlanjur beredar melalui Google Play Store bahkan terancam akan dihapus oleh Google dari toko aplikasi ini, apabila kedapatan melanggar ketentuan tersebut di kemudian hari.

Sebagai solusinya, beberapa pengembang yang gagal memenuhi ketentuan dari Google Play Store terpaksa meluncurkan aplikasi dan game buatannya melalui media penyebaran atau toko aplikasi lain.

Pada kasus yang berbeda, keputusan untuk tidak meluncurkan aplikasi atau game buatannya melalui Google Play Store bisa juga diambil oleh pengembangnya sendiri karena merasa kurang pas dengan ketentuan Google.

Salah satu contoh yang mungkin kamu tahu adalah Fortnite. Meskipun Epic Games meluncurkan game tersebut melalui Apple App Store, tetapi mereka tidak meluncurkannya melalui Google Play Store.

Alasannya pun terbilang sederhana, mereka tidak setuju untuk dipotong hingga 30 persen oleh Google saat mereka akan memonetisasi game tersebut dengan sistem pembelian dalam aplikasi.

Selain dua alasan yang berhubungan secara langsung dengan kebijakan Google, ketiadaan aplikasi dan game di Google Play Store pun bisa diakibatkan karena sang pengembang mengakhiri dukungannya.

* Jika kamu ingin mengirimkan pertanyaan, bisa dikirimkan via email ke tanya@gadgetren.com. Pertanyaan terpilih akan dijawab di artikel Bengkel setiap hari Rabu.

Tinggalkan Komentar