Tekno Wearable

Sebelum Beli, Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Watch Active2 yang Perlu Kamu Tahu

kelebihan Dan Kekurangan Galaxy Watch Active2 Header

Gadgetren – Meski masih ikut serta meramaikan pasar smartphone yang semakin hari semakin memanas, Samsung tak lupa untuk menyegarkan lini perangkat wearable buatannya, Samsung Galaxy Watch Series.

Pada tanggal 16 Oktober 2019, perusahaan asal Korea tersebut bahkan telah membawa jam tangan pintar terbarunya ke pasar Indonesia dengan mengusung nama Samsung Galaxy Watch Active2.

Sebagus apa perangkat yang bisa dikenakan ini? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari kita bahas satu per satu dalam artikel kali ini.

Kelebihan Samsung Galaxy Watch Active2

Galaxy Watch Active2 merupakan versi upgrade dari perangkat Galaxy Watch Active yang diluncurkan sebelumnya. Sebagai perangkat upgrade, ada beberapa perbaikan dan tambahan yang diberikan oleh Samsung di versi terbaru ini.

Salah satu yang cukup menarik, perangkat Galaxy Watch Active2 kini kembali menggunakan rotating bezel tapi bukan berbentuk fisik seperti pendahulu-pendahulunya. Samsung meluncurkan inovasi baru dengan navigasi rotasi berbentuk digital.

Walaupun menawarkan pengalaman yang tidak sama dengan rotating bezel fisik, tetapi navigasi ini cukup pas untuk perangkat dengan layar yang sangat kecil. Apalagi, navigasi ini tak kalah responsif dan membuat bezel layar semakin tipis sehingga semakin elegan.

Jumlah sensor yang ditanam di dalam Galaxy Watch Active2 juga semakin banyak. Terdapat delapan sensor LED untuk memonitor detak jantung dan 32 kapasitas pengukur gravitasi di akselerometer yang mana jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan versi aslinya.

Dengan jumlah sensor yang semakin banyak, Galaxy Watch Active2 bisa lebih aktif dan akurat saat digunakan sebagai pelacak kebugaran, sesuai dengan kata “Active” yang disematkan pada namanya.

Kelebihan Dan Kekurangan Galaxy Watch Active2 Display

Melengkapi sensor-sensor di dalamnya, Galaxy Watch Active2 kini sudah memperoleh dukungan sensor ECG (Electrocardiogram), yakni suatu sensor yang dapat mengukur sinyal listrik dari jantung untuk pertama kalinya.

Meskipun tidak bisa menggantikan ECG tingkat medis yang boleh digunakan untuk melakukan diagnosis, tetapi tambahan sensor ini bisa membantu perangkat dalam mengumpulkan lebih banyak data untuk dokter pribadi.

Galaxy Watch Active2 juga terbilang punya konektivitas yang cukup lengkap. Perangkat baru Samsung ini memiliki Bluetooth 5 (Bluetooth Low Energy), Wi-Fi, serta NFC yang bisa memudahkan pengguna menghubungkannya dengan ponsel pintar.

Sebagai tambahan informasi, beberapa versi perangkat yang beredar di luar negeri bahkan memiliki konektivitas 4G LTE, sehingga bisa digunakan untuk merespons notifikasi meski perangkat jauh dari ponsel.

Galaxy Watch Active2 juga memiliki siklus pengisian daya yang relatif cukup lama. Dibekali dengan baterai berkapasitas 247 mAh yang dikombinasikan dengan sistem Tizen OS, Galaxy Watch Active2 diklaim bisa bertahan hingga dua hari.

Yang tak kalah penting, Samsung membekalinya dengan berbagi fitur ketahanan, seperti lapisan layar Corning Gorilla Glass DX+, fitur tahan air bersertifikat IP68, serta sertifikat level militer MIL-STD-810G.

Kekurangan Samsung Galaxy Watch Active2

Galaxy Watch Active2 kini memang mendapatkan dukungan dari beberapa aplikasi popular seperti Spotify, Twitter, YouTube dan Google Translate, tapi sayang masih membutuhkan lebih banyak aplikasi dari pihak ketiga lainnya.

Di pasar aplikasinya, Galaxy Store, aplikasi-aplikasi buatan dari pihak ketiga masih sangat sedikit. Apalagi dari yang sedikit ini, kebanyakan aplikasinya berbayar.

Tinggalkan Komentar