Berita

Xiaomi Jadi Juara Kedua di Indonesia, Samsung & OPPO Peringkat Berapa?

Xiaomi Mi A2 Lite Front Header

Xiaomi merupakan salah satu perusahaan asal Tiongkok yang selalu berinovasi dalam menciptakan smartphone berspesifikasi bagus, namun dengan harga yang terjangkau agar bisa menjangkau banyak kalangan.

Setelah berekspansi ke Indonesia, penjualan smartphone dari Xiaomi pun semakin menanjak naik. Bahkan popularitasnya di tanah air pun semakin meroket. Apabila Xiaomi hanya mampu menduduki peringkat keempat di tahun 2017, kini vendor asal negeri Tirai Bambu ini mampu menyelap beberapa vendor dengan menduduki peringkat kedua di tahun 2018.

Baru-baru ini pun perusahaan analisis yang bernama IDC baru saja merilis laporannya mengenai daftar 5 perusahaan smartphone dengn market share terbesar pada Q2 2018 di Indonesia. Terlihat Xiaomi mampu menduduki peringkat kedua pada periode tersebut.

Xiaomi Dua IDC

Bahkan IDC pun memperlihatkan market share pada Q2 tahun 2017 silam untuk menbandingkannya dengan pencapaian di tahun ini. Menariknya, Xiaomi berhasil melakukan peningkatan market share sebanyak 22% dengan perubahan dari 3% pada Q2 tahun 2017 menjadi 25% pada Q2 tahun 2018.9.8

Sementara OPPO harus rela tergesar ke peringkat ketiga karena market share yang dimilikinya memiliki penurunan 6% dari awalnya 24% pada Q2 tahun 2017 menjadi 18% pada Q2 tahun 2018.

Hal ini membuktikan bahwa Xiaomi mulai serius di Indonesia dan produk-produknya diminati oleh banyak orang karena harga yang terjangkau dengan spesifikasi hardware yang bisa dibilang menggiurkan.

Selanjutnya, Samsung masih berada di puncak kekuasaan dengan market share sebesar 27% pada Q2 tahun 2018, meskipun sebenarnya mengalami penurunan 5% dibandingkan Q2 tahun 2017 yang mencapai 32%.

Perubahaan posisi pun terjadi pada Vivo dan Advan, dimana Vivo berhasil naik ke peringkat keempat dengan market share 9% pada Q2 2018 dibandingkan dengan Q2 2017 yang hanya berhasil mendapatkan 3%.

Sepertinya peluncuran smartphone di banyak stasiun televisi cukup berpengaruh pada penjualannya di Indonesia. Sementara Advan mengalami penurunan peringkat ke posisi kelima dengan perolehan 6% pada Q2 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 9%.

Meskipun begitu, Advan mampu membuktikan kepada Indonesia bahwa vendor lokal pun mampu bersaing di negeri sendiri. Tentu saja peringkat ini pun sewaktu-waktu dapat berubah sehingga mari kita tunggu saja laporan untuk Q3 tahun 2018 mendatang.

Tinggalkan Komentar