Review Smartphone

Review Samsung Galaxy Note 9 – Ponsel Flagship yang Hampir Sempurna

Galaxy Note 9 - Featured

Sejalan dengan rutinitas Samsung yang merilis ponsel lini Galaxy Note tiap tahun di kuartal ketiga, kali ini Samsung menghadirkan ponsel Galaxy Note 9 di Indonesia yang kabarnya menghadirkan pembaruan cukup signifikan.

Uniknya, Galaxy Note 9 diluncurkan di Indonesia dengan promo pre-order yang cukup mewah menurut saya yaitu cashback dan bonus TV.  Ini mungkin untuk meredam respon awal tentang mahalnya Galaxy Note 9 yang mana varian paling murahnya saja seharga 13,5 juta rupiah.

Saya pun tidak ketinggalan untuk pre-order melihat promonya yang menarik dan ingin mencicipi seberapa canggih ponsel Galaxy Note 9 ini. Galaxy Note 9 sendiri adalah ponsel yang besar baik dari sisi ukurannya, layarnya, baterainya, RAM-nya, hingga kapasitas penyimpanan internalnya.

Desain

Galaxy Note 9 - Desain

Galaxy Note 9 memiliki desain yang mirip dengan Galaxy Note 8. Perbedaan yang paling mencolok adalah posisi pemindai sidik jari yang kini terletak di bawah sidik jari, S-Pen yang lebih berwarna, dan warna area kamera belakang yang mengikuti warna keseluruhan ponsel.

Varian warna Galaxy Note 9 yang saya gunakan adalah Ocean Blue yang tampil menarik ketika dilihat langsung oleh mata dan dikombinasikan dengan S-Pen berwarna kuning cerah. Bagian belakang ponsel dilapisi dengan material kaca yang juga tampil menarik namun sidik jari dapat dengan mudah membekas.

Pemindai sidik jari kini diletakkan di bagian bawah kamera namun menurut saya saya pemosisiannya agak terlalu dekat dengan kamera. Beberapa kali saya agak khawatir malah menyentuh kamera namun untungnya belum pernah terjadi.

Ukuran ponsel Galaxy Note 9 sendiri cukup lebar dan tinggi yaitu 161,9 x 76,4 mm. Walaupun ukurannya agak besar, ponsel ini masih cukup nyaman digunakan oleh satu tangan namun akan lebih nyaman digunakan dengan dua tangan apalagi beratnya juga cukup berat untuk ukuran ponsel yaitu sekitar 201 gram.

Ketika saya menggunakan ponsel ini di kereta KRL JaBoDeTaBek sembari satu tangan berpegangan di pegangan kereta, saya kerap kali harus berganti tangan karena besar dan beratnya ponsel ini sehingga tidak nyaman digunakan oleh satu tangan dalam waktu yang lama.

Layar

Galaxy Note 9 - Layar

Layar di Galaxy Note 9 adalah layar paling besar yang pernah Samsung gunakan untuk ponsel kelas flagship mereka. Layarnya berukuran 6,4 inci yang mana 0,1 inci lebih besar daripada Galaxy Note 8.

Layarnya kembali mengusung konsep Infinity Display dengan sisi melengkung dan bezel tipis. Model layar seperti ini membuat Galaxy Note 9 tampil elegan dan sesuai dengan perkembangan jaman.

Untungnya Samsung masih bertahan dengan tidak menggunakan notch di layar Galaxy Note 9 seperti yang dilakukan oleh kebanyakan vendor ponsel lainnya. Ini menjadi nilai plus untuk mereka yang tidak suka notch di layar seperti saya.

Resolusi layar di Galaxy Note 9 adalah 1440 x 2960 piksel namun bisa diubah resolusinya menjadi 1080 x 2220 piksel atau 720 x 1480 piksel sesuai dengan kebutuhan. Hasil tampilan layarnya terlihat cerah dan berkualitas, pas untuk sebuah ponsel kelas flagship.

Performa

Galaxy Note 9 - Fortnite

Galaxy Note 9 di Indonesia dipersenjatai dengan chipset Exynos 9810 dan RAM 6 GB atau 8 GB. Kombinasi ini membuat Galaxy Note 9 mampu mengerjakan berbagai tugas dengan mudah dan cepat.

Saya hanya sedikit sekali menemukan stutter atau lag dalam pengoperasian ponsel. Biasanya hal ini terjadi ketika saya berganti ke menu Bixby dari tampilan home. Ini dapat diatasi dengan mudah yaitu dengan menggunakan launcher lain seperti Nova Launcher.

Dicoba digunakan untuk bermain game berat seperti Final Fantasy XV, tidak ada kendala yang saya temukan selama percobaan. Untuk game seperti Mobile Legends dan AOV, setelan grafis dapat diset hingga maksimum dan menggunakan frame rate tinggi sehingga animasi dalam game tampil lebih mulus.

Tidak ketinggalan saya mencoba memainkan game Fortnite yang baru dirilis namun masih eksklusif untuk ponsel Samsung. Performanya lancar walau ponsel cepat menjadi hangat. Dan khusus untuk pengguna Galaxy Note 9, tersedia skin spesial di Fortnite setelah pengguna memainkan game tersebut untuk beberapa sesi.

Ketika dalam kondisi hangat, performa ponsel tidak terjadi penurunan performa yang signifikan. Ini karena digunakannya sistem pendingin ponsel Water Carbon Cooling. Dengan sistem pendiginan tersebut, performa ponsel tetap stabil ketika melakukan pekerjaan berat dan suhu ponsel meningkat.

S Pen

Galaxy Note 9 - S Pen

Samsung aktif mempromosikan S Pen Galaxy Note 9 yang berwarna kuning. Namun bukan berarti S Pen di Galaxy Note 9 hanya baru di warna saja. S Pen generasi terbaru ini memiliki fungsi tambahan yang menarik yaitu bisa digunakan sebagai remot kontrol.

Dengan teknologi Bluetooth Low Energy, kini S Pen bisa melakukan berbagai macam aksi dengan menahan tombol pena, memencet tombol pena sekali, atau memencet tombol pena dua kali. Fitur ini dapat diprogram untuk berbagai fungsi yang telah disediakan.

Sebagai contoh, dengan menahan tombol di S Pen akan dapat langsung membuka aplikasi kamera. Ketika menggunakan aplikasi kamera, memencet tombol S Pen sekali akan mengambil foto dan memencet tombol 2 kali dengan cepat akan berganti ke kamera depan / belakang.

Fitur Screen Off Memo di Galaxy Note 9 yang membuat penggunanya dapat membuat tulisan tanpa membuka kunci ponsel juga menghadirkan gimmick menarik di mana warna tulisan secara bawaan akan sama warnanya dengan warna S Pen. Karena S Pen saya berwarna kuning, warna tulisannya pun berwarna kuning.

Jika ingin warna tulisan di Screen Off Memo menjadi warna putih standar saja, hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah namun untuk saat ini tidak ada pilihan untuk mengganti warna tulisannya ke warna bebas.

Selain fitur-fitur tersebut, Galaxy Note 9 masih membawa berbagai fitur seputar S Pen untuk menunjang produktifitas mulai dari aplikasi catatan biasa hingga aplikasi untuk menggambar menggunakan S Pen.

Software

Untuk saat ini Galaxy Note 9 masih menggunakan Android O bukan Android P yang terbaru. Ini sudah umum di ponsel keluaran Samsung dan pastinya Galaxy Note 9 akan mendapatkan pembaruan Android P dalam waktu yang tidak lama.

Tampilan antar mukanya nyaman dan tidak berantakan. Jika sudah pernah menggunakan ponsel Samsung sebelumnya maka akan merasa familiar dengan tampilan antar muka di Galaxy Note 9.

Di Galaxy Note 9 sudah terpasang beberapa aplikasi bawaan namun mayoritas dapat dibuang dengan mudah jika tidak diinginkan. Satu hal yang pasti ada dan susah untuk dinonaktifkan adalah Bixby, AI buatan Samsung.

Bixby saat ini masih kurang bagus performanya, sering salah menerka input suara saya. Google Assistant jauh lebih pintar dalam memahami input suara saya. Hal ini ternyata juga terjadi pada mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa natif mereka.

Untuk mode Samsung Dex di Galaxy Note 9 kini tidak perlu lagi menggunakan aksesoris khusus, cukup menggunakan konverter USB C ke HDMI dan disambungkan ke TV yang mendukung slot HDMI. Saya coba menggunakan kabel konverter biasa dan saya sukses masuk ke mode Samsung Dex.

Namun agar lebih nyaman, Samsung Dex perlu menggunakan keyboard dan mouse bluetooth tambahan. Bisa saja menggunakan ponsel Galaxy Note 9 untuk navigasi dan mengetik di Samsung Dex namun akan cukup merepotkan.

Kamera

Galaxy Note 9 menggunakan konfigurasi kamera yang mirip dengan Galaxy S9+ yaitu kamera belakang ganda 12MP dengan OIS ganda serta kamera depan 8MP. Yang agak berbeda adalah di Galaxy Note 9 terdapat pembaruan dari sisi software untuk pemrosesan gambar seperti sehingga hasil kameranya lebih memuaskan.

Kamera di Galaxy Note 9 akan secara otomatis mencari konfigurasi yang optimal sesuai dengan elemen dalam foto. Dan juga jika ada kesalahan ketika memotret seperti objek yang buram atau orang berkedip ketika difoto maka akan diberitahukan oleh ponselnya agar dapat diperbaiki.

Ditambah lagi dengan penggunaan teknologi Dual Aperture untuk kamera belakangnya membuat Galaxy Note 9 dapat mengambil foto yang optimal untuk berbagai situasi cahaya.

Untuk hasil kamera dari Galaxy Note 9 bisa dilihat pada foto-foto di bawah ini (klik pada gambar untuk resolusi asli). Perlu dicatat, semua foto diambil menggunakan mode Auto dan aplikasi kamera bawaan Galaxy Note 9.

Galaxy Note 9 - Outdoor 01

Galaxy Note 9 - Indoor 03

Galaxy Note 9 - Indoor 01

Galaxy Note 9 - Indoor 02

Galaxy Note 9 - Outdoor Malam 01

Galaxy Note 9 - Outdoor Malam 03

Galaxy Note 9 - Selfie

Baterai

Salah satu perubahan terbesar di Galaxy Note 9 adalah baterainya. Galaxy Note 9 menggunakan baterai berkapasitas 4.000 mAh yang mana adalah kapasitas baterai paling besar yang pernah Samsung gunakan untuk ponsel kelas flagship mereka.

Untuk pengetesan baterai Galaxy Note 9 yang saya lakukan, fitur Always on Display dinonaktifkan, resolusi layar diset ke FHD, dual sim aktif dengan kombinasi 3G dan LTE, tingkat cahaya layar otomatis, serta wifi dan bluetooth diaktifkan untuk beberapa waktu saja sesuai keperluan saja.

Ketika saya gunakan sehari-hari untuk berselancar web, berjejaring sosial, menggunakan aplikasi ojek online, dan baca berita, Galaxy Note 9 bisa menghasilkan Screen on Time sebanyak 5 jam 9 menit dari baterai 100% di pukul 20:02 hingga ke 15% di pukul 20:25 esok harinya.

Galaxy Note 9 terbukti mampu digunakan seharian tanpa perlu saya cas baterainya walau sebetulnya saya mengharapkan lebih dari baterai Galaxy Note 9. Namun ini wajar melihat besarnya ukuran layar ponsel dan chipset yang digunakan.

Speaker

Satu area yang mungkin tidak banyak orang tahu, speaker di Galaxy Note 9 mendapatkan pembaruan yang cukup signifikan dibandingkan Galaxy Note 8.

Speaker di Galaxy Note 9 telah disetel oleh AKG dan speakernya dapat menghasilkan suara stereo. Selain itu juga terdapat mode Dolby Atmos untuk mengoptimalkan suara yang dihasilkan sesuai jenis suaranya seperti apakah itu suara musik atau film.

Saya tes memutar video menggunakan aplikasi MX Player dan volume diset ke level 11,  suaranya kencang dan masih cukup jernih. Speaker yang kencang ini bermanfaat ketika memainkan game atau menonton film, tentu bukan di area publik yang banyak orang agar tidak mengganggu seperti ketika di dalam rumah.

Kesimpulan

Galaxy Note 9 mencentang semua poin yang membuat sebuah ponsel kelas flagship berkualitas menurut saya yaitu baterai memuaskan, performa kencang, layar memukau, kamera yang wah, dan fitur melimpah.

Mengesampingkan harganya, Galaxy Note 9 adalah ponsel yang hampir sempurna untuk produktifitas atau bermain game. Memang ada ponsel performa tinggi yang (jauh) lebih murah, namun biasanya mereka memiliki kekurangan seperti baterai yang lemah, sensor tidak lengkap seperti tidak ada NFC, layanan purna jual yang tidak jelas, atau kamera yang kurang mumpuni.

Apakah saya merekomendasikan Galaxy Note 9 dengan harganya yang tinggi ini? Jika kamu ada budget dan merasa Galaxy Note 9 akan memberikan manfaat yang besar untuk sehari-hari, ya kenapa tidak.

Namun jujur saja harganya agak terlalu tinggi menurut saya untuk sebuah ponsel. Saya pribadi sebetulnya agak miris melihat harga ponsel kelas flagship menjadi semakin mahal dari tahun ke tahun padahal perkembangan ponsel di jaman sekarang tidak sesignifikan dibandingkan beberapa tahun lalu dan depresiasi harga ponsel pun cukup cepat.

Kelebihan

– Layar mewah
– Baterai cukup tahan lama
– Kualitas kamera ok
– Performa memuaskan
– Speaker kencang
– Fitur lengkap

Kekurangan

– Mahal
– Agak sedikit berat
– Bixby masih kurang bagus

Samsung Galaxy Note 9
  • Editor Rating
  • Rated 4.5 stars
  • 80%

  • Samsung Galaxy Note 9
  • Diulas oleh:
  • Dirilis pada:
  • Terakhir diperbarui: September 4, 2018
  • Layar
    Editor: 100%
  • Performa
    Editor: 90%
  • Kamera
    Editor: 100%
  • Baterai
    Editor: 90%
  • Software
    Editor: 90%
  • Desain
    Editor: 100%

Tinggalkan Komentar