Berita

Larangan Bawa Powerbank ke Pesawat, Ini Cara Menghitung Kapasitas mAh ke Wh

Powerbank larangan pesawat Header

Gadgetren – Powerbank mungkin sudah bisa dikatakan sebagai aksesoris wajib buat kamu yang sering bepergian luar dalam waktu lama dikeseharian.

Beberapa hari belakangan ini netizen sempat kaget akan larangan membawa powerbank di pesawat dengan besaran kapasitas tertentu. Ini pastinya akan membuat khawatir bagi kamu para pengguna smartphone atau perangkat lainnya yang sering sekali membutuhkan powerbank.

Kementerian Perhubungan Indonesia telah mengeluarkan surat edaran yang berisikan pembatasan powerbank dengan rating watt-hour di atas 100 Wh memerlukan persetujuan maskapai sedangkan yang melebihi 160 Wh dilarang sepenuhnya. Selain itu penumpang maupun kru pesawat tidak diperbolehkan untuk menggunakan powerbank dalam hal apapun di dalam pesawat terbang.

Pertanyaan yang muncul bagi konsumen biasa yang memiliki powerbank tentu 100 Wh itu berapa mAh sebenarnya? Hal ini dapat dipahami karena powerbank yang beredar saat ini dipasaran selalu merujuk kapasitas penyimpanan dengan mAh (miliAmpere-Hour).

Cara Hitung Wh ke mAh

Untuk tahu berapa besar mAh powerbank kamu ke Wh cukup mudah kok, yakni Wh = mAh * Voltase / 1.000.  Untuk nilai Voltase (V) bisa kamu lihat pada bagian informasi yang ada di powerbank bersamaan dengan informasi lainnya termasuk nilai Wh itu sendiri kalau ada.

Powerbank rating Wh

Agar lebih mudah lagi dan tidak pusing, kamu bisa menggunakan kalkulator Wh ke mAh berikut ini dengan cukup memasukan nilai mAh dan V dari powerbank kamu.

[CP_CALCULATED_FIELDS id=”6″]

Jika melihat dari Voltase rata-rata powerbank yang beredar saat ini, maka batas 100 Wh bisa disamakan powerbank berkapasitas 26.000 mAh. Namun agar tahu secara pasti, lebih baik kamu menggunakan kalkulator tersebut.

Kenapa Harus Pakai Wh, Tidak mAh Saja?

Alasannya cukup sederhana dikarenakan sebenarnya kalau berbicara soal baterai perangkat elektronik, nilai Wh merupakan nilai yang harus diketahui dengan pasti karena Wh merujuk pada berapa banyak Daya (Watt) per jam. Maka dari itu nilai Tegangan (Voltase) bersamaan dengan Arus (Ampere) akan menghasilkan nilai daya sebenarnya.

Masalahnya kalau hanya mengandalkan mAh saja, baterai sering kali punya beberapa Cell dengan nilai Voltase yang bervariasi juga. Contohnya walaupun baterai pada laptop punya nilai mAh sama, namun nilai Voltase beragam bisa 12V atau 19V sesuai kebutuhan laptop tersebut dan akan mempengaruhi berapa lama laptop menyala.

Lalu kenapa smartpohne dan power bank selalu pakai kapasitas mAh sebagai salah satu yang ditonjolkan? Hal ini dikarenakan biasanya smartphone dan powerbank punya Voltase sama atau tidak jauh berbeda pada kisaran 3,8V dan hanya menggunakan 1 Cell baterai saja.

Maka dari itu memberi tahukan nilai Ampere sudah dirasa cukup dan lebih mudah untuk dipahami konsumen. Selain itu melihat powerbank dengan angka 10.000 mAh lebih menarik dibandingkan hanya 36Wh bukan?

Tinggalkan Komentar