Berita

Xiaomi Libas Vivo dan OPPO di Q4 2017, Dekati Huawei di 5 Besar Dunia

Xiaomi Redmi Note 5A Prime ok Header

Xiaomi merupakan salah satu vendor smartphone yang bisa dibilang ajaib karena namanya semakin populer sejak perusahaan ini meluncurkan produknya.

Menariknya, baru-baru ini IDC telah meluncurkan laporannya mengenai daftar vendor smartphone yang berhasil menduduki 5 besar di Q4 2017. Terlihat bahwa Apple berhasil menjadi jawaranya dengan berhasil melakukan penjualan 77,3 juta unit dan memiliki market share 19,2% pada periode.

Hal ini membuat Samsung terpaksa turun pada posisi kedua dengan penjualan 74,3% dan market share yang mencapai 18,4% di Q4 2017. Namun justru yang paling menariknya terdapat pada vendor Xiaomi yang berhasil menduduki posisi keempat dan mengalahkan OPPO.

Terlihat Xiaomi berhasil meningkatkan penjualannya hingga 96,9% dari yang tadinya hanya 14,3 juta unit di Q4 2016 menjadi 28,1 juta unit di Q4 2017. Tentu saja hal ini merupakan pencapaian yang sangat bersejarah bagi Xiaomi karena mampu mengalahkan OPPO di peringkat dunia.

Xiaomi peringkat 4 Q4 2017

OPPO sendiri melakukan penurunan penjualan hingga 13,2% dari yang tadinya 31,6 juta unit di Q4 2016 menjadi hanya 27,4 juta unit di Q4 2017. Tentu saja progres dari Xiaomi sangatlah luar biasa mengingat smartphone yang dijualnya memiliki harga murah.

Bahkan harga smartphone dari Xiaomi sendiri lebih murah dibandingkan dengan keempat smartphone buatan dari vendor smartphone di 5 besar ini. Selain mengembangkan smartphone dengan harga yang murah dan spesifikasi hardware menarik, ada kunci lain dari kesuksesan Xiaomi ini.

Bisa dibilang penggemar smartphone Xiaomi (Mi Fans) merupakan salah satu faktor kesuksesan dari XIaomi ini. Bagaimana tidak? Mi Fans tumbuh secara organik seiring dengan banyak perangkat Xiaomi yang dijual dengan harga murah.

Mi Fans sendiri mengagumi bahwa Xiaomi mampu menghadirkan smartphone dengan harga terjangkau, namun memiliki spesifikasi hardware yang bisa bersaing bahkan lebih di kisaran harga yang sama dengan vendor lainnya.

Sementara itu, kini orang-orang di berbagai negara telah melek dengan teknologi dan mencari smartphone berdasarkan kebutuhan serta spesifikasi hardware yang pas di kantong sehingga teknik iklan lama-lama mulai kurang efektif seiring dengan wawasan smartphone dari banyak orang yang semakin tinggi.

[Sumber : Venture Beat]

Tinggalkan Komentar