ASUS ROG G22CH
Tips dan Trik Handphone

Cara Kalibrasi Baterai Xiaomi Agar Terbaca dengan Benar

Cara Kalibrasi Baterai Xiaomi - Header

Gadgetren – Jika ponsel tiba-tiba mati karena kehabisan daya padahal persentase baterai masih banyak, maka sudah waktunya kita melakukan kalibrasi ulang pada perangkat tersebut.

Seiring pemakaian, kemampuan menyimpan daya baterai pada sebuah ponsel bisa terus menurun. Hanya saja kadang-kadang memang tidak diikuti oleh perubahan pembacaan skala milik perangkat tersebut sehingga persentase yang ditampilkan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Ponsel yang tiba-tiba mati padahal indikator baterainya masih banyak bisa terjadi karena hal ini. Perangkat tersebut kemungkinan mengalami kesalahan saat membaca persentase daya di mana seharusnya sudah habis tetapi dianggap masih ada.

Masalahnya, kasus ponsel yang tiba-tiba mati meski indikator baterai masih banyak bisa menyerang siapa saja. Para pengguna perangkat Xiaomi mulai dari seri Xiaomi, Redmi, POCO, hingga Black Shark sekalipun juga tidak luput dari hal itu.

Kita untungnya secara umum dapat mengatasi kesalahan pembacaan indikator persentase baterai dengan melakukan kalibrasi atau penskalaan ulang. Untuk ponsel-ponsel buatan Xiaomi, kita dapat melakukannya dengan cara berikut.

Cara Kalibrasi Baterai Xiaomi

  • Pasang ponsel ke pengisi daya dalam kondisi menyala.
  • Tunggu sampai indikator baterai 100 persen.
  • Cabut pengisi daya lalu matikan ponsel.
  • Pasang ulang pengisi daya lalu biarkan baterai mengisi kembali hingga 100 persen.
  • Lepas pengisi data jika baterai sudah benar-benar penuh.
  • Nyalakan lalu gunakan ponsel tanpa jeda hingga sampai mati sendiri lalu diamkan selama beberapa saat.
  • Pasang kembali pengisi daya setelah baterai benar-benar habis.
  • Biarkan proses pengisian berjalan tanpa gangguan hingga 100 persen.
  • Copot pengisi daya lalu nyalakan jika sudah 100 persen.
  • Ulangi proses kalibrasi jika diperlukan.

Sama seperti kebanyakan perangkat elektronik, kita bisa melakukan kalibrasi baterai ponsel Xiaomi dengan proses “full charge” dan “full discharge”. Kita mudahnya hanya perlu mengisi lalu mengosongkan kapasitas penyimpanan daya secara penuh.

Pada saat proses full charge, kita perlu memastikan perangkat benar-benar terisi penuh. Kita dalam hal ini bisa melakukannya dengan membiarkan pengisi daya menancapkan hingga lebih dari 2 jam setelah indikator baterai menunjukkan 100 persen.

Saat proses full discharge, kita juga harus mendiamkan perangkat hingga lebih dari 15 menit setelah baterai habis dan mati tanpa tersambung ke pengisi. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa-sisa daya yang tersimpan di dalam ponsel.

Selain kalibrasi, ada baiknya kita juga melakukan pengecekan kesehatan baterai ponsel Xiaomi jika perangkat sudah mulai bermasalah. Hal ini bisa dipakai untuk memastikan apakah perlu mengganti komponen tersebut atau tidak.

Tentang penulis

Adhitya W. P.

Penulis pertama di Gadgetren yang biasa dikenal dengan Agan Adhit. Pengalaman belasan tahun menulis membuatnya hafal berbagai keunggulan dan kelemahan produk teknologi terutama handphone.

Tinggalkan Komentar

8 Komentar