
Review Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE
- Kesimpulan
Kesimpulan
Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE tidak hanya sukses hadir dalam bodi super ringan melainkan juga tombol haptic yang punya latensi sangat rendah dan bisa dikustomisasi.
Yang Disukai
- Bobot ringan dan distribusi seimbang
- Tombol haptic dengan sensasi unik
- Baterai tahan lama
- Ragam opsi kustomisasi
- Nyaman digunakan dalam waktu lama
Yang Tidak Disukai
- Tidak ada tombol DPI terdedikasi
Gadgetren – Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE hadir meneruskan kesuksesan seri terbarunya sebagai mouse gaming yang diandalkan oleh para kalangan esport profesional.
Untuk di Indonesia sendiri, Logitech PRO X3 SUPERSTRIKE dijadwalkan tersedia pada tanggal 6 Oktober 2026 seharga Rp3.544.000 dengan garansi selama 2 tahun. Varian warna yang tersedia untuk dipilih meliputi Hitam dan Magenta Eclipse.
Nah tim Gadgetren pun berkesempatan untuk menjajal langsung Logitech PRO X3 SUPERSTRIKE. Berikut pengalaman yang saya rasakan setelah menggunakannya untuk gaming dan aktivitas.
Desain
Tidak dapat dipungkiri, desain PRO X3 SUPERSTRIKE menjadi hal utama yang langsung menarik perhatian saya ketika pertama kali melihat mouse ini. Mirip seperti seri sebelumnya, desain mouse ini sekilas mengingatkan saya pada mobil sport berkat penempatan teks maupun simbol pada bodinya.

Di samping kiri terdapat tulisan X3 dan samping kanan terdapat SUPERSTRIKE. Lalu di bagian tombol tepatnya di bawah scroll wheel terdapat tulisan PRO X3 yang ditemani simbol +. Aksen warna putih terlihat kontras dari keseluruhan bodi yang berbalut hitam doff.
PRO X3 SUPERSTRIKE membawa desain yang hampir ambidextrous dan cukup simetris untuk digunakan oleh tangan kiri maupun kanan. Hanya saja memang untuk dua tombol tambahan berada pada sisi kiri saja.

Yang saya cukup suka terdapat lampu indikator yang baru terlihat ketika menyala di punggungnya untuk slot DPI yang digunakan, pengisian daya, maupun kondisi baterai sehingga secara keseluruhan tetap terlihat minimalis.
Dibandingkan dengan Logitech G502 X Plus LIGHTSPEED yang saya gunakan dalam keseharian, mouse ini memang terlihat jauh lebih sederhana tanpa ada banyak ekstra di sekitar mouse. Namun desain yang tanpa banyak ekstra tersebut menjadi keunggulan utama dari mouse ini.

Pasalnya G PRO X3 SUPERSTRIKE terasa seperti menyatu dengan tangan khususnya bagi pengguna yang memegang mouse secara palm grip. Apalagi bobot yang sangat ringan sekali di angka 59 gram saja membuat mouse ini
Sementara itu pada bagian depannya terdapat port USB-C yang dapat digunakan untuk mengisi daya maupun jika ingin menghubungkannya lewat koneksi kabel. Sementara pada bagian bawahnya terdapat tombol on/off serta puck yang bisa dilepas untuk diganti dengan puck yang mendukung mousepad POWERPLAY.

Dalam paket penjualannya sendiri terdapat kabel USB-A ke USB-C, grip tape, puck tambahan penutup POWERPLAY, receiver LIGHTSPEED, adaptor, dan kain pembersih.
Pengalaman Penggunaan
Sebagai mouse kelas atas yang menyasar gamer kompetitif, kemampuan dari PRO X3 SUPERSTRIKE rasanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mouse ini memiliki pelacakan yang baik serta dapat meluncur pada mouse pad dengan sangat mulus dibandingkan dengan berbagai mouse Logitech yang saya gunakan sebelumnya.
Saya juga tidak pernah mengalami masalah koneksi berkat teknologi LIGHTSPEED yang sudah menjadi andalan Logitech untuk berbagai perangkat nirkabel mereka. Bahkan mouse ini mendukung nilai rapor hingga 8000 Hz untuk memastikan setiap input dapat dikirimkan secara cepat.

Ditambah lagi dibenamkan pula NxLOGI Chipset dan sensor HERO 2 yang tidak hanya memberikan peningkatan pada efisiensi energi melainkan juga performa secara keseluruhan hingga kualitas koneksi nirkabel yang membuat mouse ini lebih bisa diandalkan.
Tentu yang membedakan utama mouse ini dari mouse kebanyakan merupakan bobotnya yang sangat ringan sehingga memungkinkan saya menggerakkan mouse dengan sangat leluasa seperti tidak ada hambatan mengganggu maupun melakukan gerakan flick cepat secara stabil.
Ditambah lagi distribusi bobotnya tersebar dengan seimbang tanpa adanya satu sisi yang terasa lebih berat membuat pengalaman menggunakan mouse ini seperti menggerakkan tangan saja ketimbang menyeret sebuah perangkat.

PRO X3 SUPERSTRIKE pun terasa cukup nyaman dan ergonomis untuk pengguna seperti saya yang memegang mouse secara palm grim. Ukurannya pas dengan tangan saya dimana telapak dapat bersandar secara yang dapat
Namun yang lebih mengejutkan saya ketika menggunakan mouse ini pertama kali adalah tombol klik utama. Tidak hanya senyap ketika ditekan, tombol klik utama terasa ringan dan seperti getaran mini ketimbang switch tertekan.
Hal ini memungkinkan berkat kehadiran teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS) di dalamnya yang memungkinkan latensi klik berkurang hingga 30 ms sehingga membuatnya dapat memberikan input yang semakin instan.

Dengan begitu saya dapat lebih cepat melakukan klik khususnya saat menembak secara single shot berulang kali. Menariknya lagi, saya dapat mengatur berapa kuat haptic yang diberikan dengan opsi 0 sampai 5 tingkat untuk masing-masing tombol secara independen sehingga bisa menyesuaikannya dengan preferensi.
Tidak hanya itu saja, melalui Logitech G HUB dimungkinkan juga untuk mengatur seberapa pendek atau panjang Actuation Point hingga 10 tingkat serta mengaktifkan Rapid Trigger hingga 5 tingkat jika membutuhkan input yang lebih cepat. Pengaturan ini memberikan kebebasan dalam mengatur mouse menjadi lebih personal.

Walaupun begitu, tersedia pula preset dari para Profesional seperti Gryffinn, Kscerato, m0NESY, dan lainnya yang bisa dipilih jika tidak ingin mengatur sendiri dan ingin mencoba bagaimana pengaturan yang biasa digunakan oleh para pemain esport.
Pada aplikasi Logitech G HUB juga memberikan fitur bernama HITS Latency Improvement Test yang mana menguji seberapa banyak milidetik yang bisa dipangkas setelah mengatur tekanan sesuai preferensi dibandingkan dengan mouse yang menggunakan switch tradisional.

Saat dicoba menggunakan fitur ini, saya tercatat bisa mendapatkan waktu mulai dari 4ms hingga 81ms lebih cepat tergantung Actuation Point serta teknik menekan yang digunakan. Tentunya ini memperlihatkan bahwa G PRO X3 SUPERSTRIKE dapat mengakomodasi reaksi yang lebih cepat.
Untuk semakin memastikan pengguna bisa mendapatkan input yang presisi, mouse ini mendukung BHOP mode yang mana dapat menghiraukan putaran scroll wheel jika tidak sengaja bergerak. Ketika fitur ini aktif, perlu ada putaran selanjutnya supaya input bisa terdeteksi.
Selain itu juga ada preset DPI tersedia untuk berbagai genre seperti First Person, RTS, hingga MMORPG. Namun dikarenakan tidak ada tombol DPI terdedikasi pada mouse ini, maka perlu menetapkan tombol Shift DPI lewat menu Assignment atau mengubahnya secara manual di G HUB.
Tak ketinggalan G PRO X3 SUPERSTRIKE juga sudah mendukung memory onboard supaya siap untuk digunakan pada perangkat lain tanpa harus mengatur ulang mouse serta Gaming Surface Mode untuk memastikan pelacakan sensor yang optimal.

Soal daya tahan baterainya, Logitech mengklaim bahwa mouse ini dapat digunakan hingga 135 jam. Untuk ukuran mouse gaming yang sangat ringan, daya tahan baterainya perlu diacungi jempol karena bisa digunakan dalam waktu yang lama dalam sekali pengisian daya.
Selama pengujian untuk saya gunakan bermain game atau aktivitas umum selama beberapa hari, saya belum perlu mengisi ulang dayanya sama sekali karena masih tersisa di atas 60% ketika review ini ditulis.
Berdasarkan laporan dari G HUB sendiri, mouse ini memiliki estimasi penggunaan hingga 141 hours approximately dengan konsumsi daya 4mW di 1000 Hz polling rate. Biasanya estimasi ini cukup akurat sepengalaman saya menggunakan produk Logitech.
Kesimpulan
Tidak bisa dipungkiri bahwa Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para gamer kompetitif dengan memberikan tingkat respon yang sangat cepat berkat teknologi HITS mutakhir yang dihadirkannya.

Bobotnya yang sangat ringan semakin menyempurnakan pengalaman penggunaan karena dapat menggerakkan mouse dengan mudah dan leluasa. Namun kemampuannya tidak hanya di situ saja, terdapat beragam kustomisasi yang memungkinkan mouse lebih personal dan sesuai dengan preferensi.
Sayang memang tidak ada tombol DPI terdedikasi untuk pengguna yang sering gonta-ganti DPI, namun untungnya mudah untuk diakali lewat aplikasi G HUB. Bisa dikatakan PRO X3 SUPERSTRIKE menawarkan fitur-fitur esensial untuk berkompetisi yang didorong ke tingkat selanjutnya.



Tinggalkan Komentar