Gadgetren – Bukan hanya sekadar mengalami penyesuaian, Samsung Galaxy Z Fold 8 seolah-olah menjelma sebagai model baru. Perangkat ini mengemas berbagai perubahan dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold 7.
Meski masih mempertahankan identitasnya sebagai ponsel lipat premium, model terbaru ini hadir membawa pendekatan yang membuatnya tampil berbeda dari pendahulunya. Galaxy Z Fold 8 hadir dengan konsep maupun arah pengembangan yang berlainan.
Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk meminangnya, pengguna perlu mempertimbangkan berbagai perubahan yang ditawarkan. Langkah tersebut tentunya diperlukan terutama buat pengguna yang sebelumnya sudah memiliki Galaxy Z Fold 7.
Perbedaan Samsung Galaxy Z Fold 8 Vs Galaxy Z Fold 7
Seri keluarga Galaxy Z Fold 8 menandai era baru lini ponsel foldable Samsung dengan desain yang lebih segar. Ketika dalam kondisi terlipat, bentuknya menjadi lebih pendek dan melebar dari sebelumnya yang mana banyak menyebutnya sebagai form factor passport.

Pasalnya jika Galaxy Z Fold 7 sebelumnya memiliki rasio layar 21:9 yang terlihat lebih menyerupai ponsel biasa, Galaxy Z Fold 8 kini menggunakan perbandingan 10:16 yang membuatnya berbentuk selayaknya sebuah paspor.
Perubahan bentuk tersebut diikuti dengan berat perangkat yang kini makin ringan. Berdasarkan laboratorium internal pihak Samsung, bobotnya turun dari semula sekitar 215 gram menjadi 201 gram saja sehingga akan membuatnya terasa lebih ringkas.
Menyusul perubahan bentuknya, Galaxy Z Fold 8 hadir dengan pilihan warna yang cukup berbeda. Perangkat ini tersedia dalam balutan Graphite, Cream, Lavender, serta Pistachio sementara pendahulunya dalam Silver Shadow, Jetblack, Blue Shadow, dan Mint.
Layar Turut Mengikuti Perubahannya
Selaras dengan perubahan rasio yang diberikan, ukuran layarnya ikut mengalami penyesuaian karena memang bentuk secara keseluruhan berubah. Panel luar maupun dalam milik Galaxy Z Fold 8 terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan apa yang ditawarkan Galaxy Z Fold 7.

Samsung Galaxy Z Fold 8
Untuk layar bagian luar, panelnya kini hanya berukuran 5,5 inci padahal sebelumnya membentang hingga seluas 6,5 inci. Penyesuaian ukuran ini menariknya diganti dengan peningkatan resolusi dari awalnya Full HD+ (2520 x 1080 piksel) menjadi WUXGA+ (1972 x 1248 piksel) sehingga akan memberikan pengalaman visual yang lebih tajam.
Begitu juga untuk layar bagian dalam, Galaxy Z Fold 8 hanya membentang hingga 7,6 inci saat pendahulunya mencapai 8 inci. Resolusi tampilan gambarnya pun ikut berubah dari 2184 x 1968 piksel menjadi 2448 x 1848 piksel untuk layar bagian dalam ini.
Galaxy Z Fold 8 sebenarnya masih mengandalkan jenis panel yang sama dengan pendahulunya. Namun, tingkat kecerahan layar turut meningkat di mana sebelumnya hanya mampu menangani sampai 2.600nit menjadi 3.000nit.
Yang membuat layarnya makin menarik, Samsung kini telah menggunakan Teknologi Flex Titanium yang baru dihadirkan pada generasi terbaru ini. Struktur yang memadukan lapisan titanium alloy dan pelat titanium tersebut diklaim memiliki ketangguhan lebih unggul dari sebelum-sebelumnya.
Dengan ukuran yang lebih tipis, teknologi Flex Titanium mempunyai struktur yang lebih tahan terhadap benturan maupun guncangan serta mampu mengurangi bekas lipatan pada layar ponsel yang mana hingga saat ini masih menjadi tantangan untuk perangkat lipat.
Berdasarkan klaim pihak Samsung, teknologi tersebut juga dapat menyempurnakan mekanisme buka-tutup layar yang pastinya akan sering dilakukan oleh para pengguna ponsel lipat. Samsung mengklaim bahwa proses membuka atau melipat ponsel nantinya bisa terasa lebih ringan, halus, dan natural.
Panel layar luarnya apalagi juga dibuat lebih tangguh dengan penggunaan Corning Gorilla Glass Ceramic 3. Pada generasi sebelumnya, Samsung hanya mengandalkan Corning Gorilla Glass Ceramic 2 sebagai pelindung.
Makin Ramping, Makin Bertenaga
Berkebalikan dengan bodinya yang makin ramping dan ringan, dapur pacunya justru dibuat lebih buas. Samsung telah menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 For Galaxy saat sebelumnya mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Elite For Galaxy.
Secara teknis, Snapdragon 8 Elite Gen 5 For Galaxy bukan hanya dapat dipacu lebih cepat di mana bisa sampai 4,74GHz saat Snapdragon 8 Elite For Galaxy hanya mampu menangani hingga 4,47GHz saja. Chipset tersebut juga mengemas berbagai macam teknologi yang lebih mutakhir.
Basis intinya telah menggunakan arsitektur dari lini keluarga Qualcomm Oryon generasi ketiga saat Snapdragon 8 Elite For Galaxy masih memakai generasi kedua. Pemroses grafisnya juga meningkat dari Qualcomm Adreno 830 menjadi Qualcomm Adreno 840.
Penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 For Galaxy turut disertai dengan pemutakhiran di sektor konektivitas. Galaxy Z Fold 8 kini mendukung Bluetooth 6.0 yang menawarkan akurasi hingga latensi lebih unggul daripada Bluetooth 5.4 milik Galaxy Z Fold 7.
Baterai dan Pengisi Daya Makin Mumpuni
Kabar baiknya sebagai penunjang kinerjanya yang makin buas, Galaxy Z Fold 8 disokong dengan dukungan daya yang juga lebih unggul. Samsung akhirnya memakai baterai silikon-karbon untuk pertama kalinya pada ponsel lipat mereka.

Samsung Galaxy Z Fold 7
Baterai silikon-karbon umumnya menawarkan kepadatan energi lebih tinggi. Hal tersebut pun sudah terbukti dari kapasitas daya perangkat yang meningkat dari semula hanya 4.400mAh menjadi 4.800mAh.
Mengunggulkan kapasitas baterai yang lebih besar, ketahanan dayanya makin sempurna. Perangkat ini bakalan mampu menyala secara lebih lama untuk beraktivitas ketimbang sebelumnya.
Dalam keterangan pihak Samsung, Galaxy Z Fold 8 dapat digunakan untuk memutar video hingga selama 26 jam saat Galaxy Z Fold 7 sebelumnya hanya mampu menangani sampai 24 jam saja.
Bersama peningkatan kapasitas baterainya, Galaxy Z Fold 8 turut dilengkapi dengan teknologi pengisian daya yang lebih cepat. Samsung kini telah menyematkan teknologi berdaya 45W saat sebelumnya hanya memakai teknologi 25W.
Pengguna pun tidak perlu khawatir menunggu lebih lama saat mengisi daya. Hanya dengan melakukan pengisian selama 30 menit, baterainya sudah bisa terisi hingga kapasitas 63% saat baterai Galaxy Z Fold 7 hanya sampai 50%.
Dukungan pengisian nirkabel yang ditawarkan oleh Galaxy Z Fold 8 juga ikut meningkat. Jika sebelumnya hanya mengandalkan teknologi berdaya 15W, Samsung kini memakai teknologi berdaya 20W. Hanya sedikit lebih cepat memang, namun akan tetap terasa saat perlu buru-buru mengisi daya
Kamera Mendapat Penyesuaian
Sayangnya dengan berbagai peningkatan yang ditawarkan, Galaxy Z Fold 8 juga mendapat sedikit penyesuaian. Kameranya mempunyai konfigurasi yang secara teknis lebih rendah ketimbang pendahulunya.
Ketidakhadiran kamera telefoto menjadi salah satu di antaranya. Padahal pada Galaxy Z Fold 7, Samsung telah menyematkan lensa beresolusi 10MP yang dapat menangani pembesaran gambar secara optik hingga sampai 3x.
Tanpa lensa telefoto, pengguna hanya dapat mengandalkan kemampuan kamera utamanya. Galaxy Z Fold 8 dalam hal ini hanya dapat menangani pembesaran setara optik hingga 2x serupa kemampuan lensa utama Galaxy Z Fold 7.
Selain itu, pembesaran digital yang didukung oleh Galaxy Z Fold 8 pun makin terbatas. Perangkat secara teknis hanya dapat menangani hingga 10x saat Galaxy Z Fold 7 sebelumnya mampu menghasilkan sampai 30x.
Resolusi kamera utamanya pun ikut menurun. Saat pendahulunya mendukung pengambilan gambar hingga 200MP, Galaxy Z Fold 8 hanya menggunakan sensor yang mampu menangani sampai 50MP saja.
Sebagai gantinya, Samsung kini menyematkan kamera ultrawide yang jauh lebih tinggi. Sensornya dapat menangani pengambilan gambar hingga resolusi 50MP saat pendahulunya hanya mendukung sampai 12MP.


Tinggalkan Komentar