
Gadgetren – BIWIN yang terkenal akan produk memori dan menampilkan berbagai produk terbarunya pada ajang Computex 2026.
Salah satu yang menarik perhatian tim Gadgetren saat berkunjung ke booth BIWIN merupakan lini brand Origin Code yang mana menyasar segmen enthusiast yang ingin mendobrak batas performa.
Di antaranya Origin Code Vortex Quad-Rank DDR5 yang menjagokan empat rank DRAM dengan dua sub-channel hanya dalam modul tunggal untuk memberikan performa maksimal dengan potensi kapasitas memori yang lebih banyak.
Untuk modul yang dipamerkan pada Computex sendiri terbagi dalam dua varian warna meliputi Mirrored Silver dan Meteorite Black. Namun tidak hanya berbeda di warna saja melainkan konfigurasi yang dibawanya juga berbeda.

Untuk Mirrored Silver menawarkan konfigurasi 64GBx4 dengan total mencapai 256GB serta kecepatan 6000 MT/s yang dikombinasikan dengan material aluminum alloy untuk konstruksi yang kokoh. Sementara varian Meteorite Black menawarkan konfigurasi hingga 48GBx2 dengan total mencapai 96GB serta kecepatan 8000 MT/s.
Dalam halaman resminya, varian Mirror Silver dengan DDR5-6000 CL30 dirancang untuk frekuensi tinggi secara terus menerus sementara Meteorite Black dengan DDR5-6000 CL26 diperuntukkan bagi pengguna yang menginginkan performa ekstrem.
Menariknya lagi solusi memori ini memiliki tiga kipas untuk pendinginan aktif dengan desain top-flow agar performanya tetap terjaga dan stabil. Origin Code Vortex pun dijanjikan memiliki garansi seumur hidup yang mana tentunya akan memberikan rasa bebas khawatir terhadap pengguna jika terjadi sesuatu.

Pada booth BIWIN di Computex 2026, Origin Code Vortex 256GB (64GBx4) 6000 C30 varian Mirrored Silver disematkan pada sistem yang menggunakan CPU AMD Ryzen 9 9950X3D, motherboard MSI X870E GODLIKE, SSD BIWIN X570 4TB, dan PSU Seasonic GX850.
Bersamaan dengan itu, BIWIN juga memamerkan berbagai produk SSD dari lini Black Opal seperti X570 PRO PCIe Gen5 SSD dengan cache sebesar 8GB yang mempunyai kemampuan baca hingga 14.000 MB/s dan Tulis hingga 13.000 MB/s untuk kebutuhan video editing.
Tentunya akan sangat menarik melihat bagaimana inovasi ini beraksi ke depannya mengingat permintaan untuk kinerja yang lebih tinggi terus meningkat khususnya untuk aktivitas yang membutuhkan beban kerja berat.


Tinggalkan Komentar