Aplikasi Berita

Waspada! Beredar Penipuan Voucher Lazada Cashback 2 Juta Rupiah

Lazada

Gadgetren – Modus penipuan melalui pesan broadcast WhatsApp kini hadir kembali. Kali ini penipunya mencoba mengakali korban yang memiliki akun belanja online di e-commerce Lazada.

Kabar ini pun mulai muncul sejak sekitar tanggal 24 Desember 2022 silam yang mana sedang tingginya musim liburan Natal dan tahun baru. Berganti tahun, pesan broadcast WhatsApp yang mengatasnamakan Lazada muncul lagi di awal Januari 2023. Hal ini pun dibagikan oleh salah satu pengguna Lazada melalui akun Twitter mereka.

Korban pertama ialah pemilik akun Twitter @lajimin1982 yang melaporkan kepada pihak @lazadacare_ID secara langsung. Melalui cuitannya itu ia menyebutkan bahwa pengirim pesan penipuan mencatut nama Lazada mencoba berusaha masuk ke akun Lazada milik istrinya.

@lajimin1982 juga turut melampirkan tangkapan layar yang berisi pesan dari penipu tersebut yang mengatakan bahwa akun Lazada istrinya mendapatkan cashback Rp2 juta dari kampanye Lazada 12.12. Pengirim pesan penipuan tersebut tertulis dengan nomor 0821 7332 7230.

Lewat pesan tersebut korban kemudian diminta untuk mengkonfirmasi melakukan pengambilan hadiah melalui bank atau aplikasi Lazada. Hal serupa pun terjadi lagi yang menimpa pemilik akun Twitter @cutcgurly. Sama seperti @lajimin1982, @cutcgurly juga langsung mengkonfirmasi ke akun @Lazada resmi untuk menanyakan kebenaran pesan broadcast tersebut.

Lewat cuitannya dia membagikan hasil tangkapan layar pesan broadcast voucher Lazada dengan cashback Rp2 juta beserta jawaban dari pihak @Lazada yang memastikan bahwa pesan tersebut tidak resmi dari Lazada.

Tim Gadgetren pun juga mencoba menanyakan langsung ke akun @Lazadacara_ID terkait broadcast voucher Lazada dengan Cashback Rp2 juta. Pihak @Lazadacare_ID mengatakan melalui DM (Direct Message) di Twitter bahwa Lazada hingga saat ini tidak memiliki layanan via WhatsApp.

Bagi pengguna Lazada tentunya harus lebih berhati-hati berbelanja dan menggunakan akun mereka. Pihak Lazada juga memberikan tautan panduan untuk berbelanja kepada pengguna agar aman di halaman ini https://bit.ly/3IBzx8L

Diketahui bahwa e-commerce memang menjadi ladang menggiurkan buat para oknum untuk melancarkan aksi penipuannya. Dalam survei yang dilakukan ESET di wilayah Asia Pasifik tahun 2021, e-commerce menjadi modus penipuan yang paling umum dengan presentase 19 persen.

Tinggalkan Komentar