Berita

Ini Potensi yang Bisa Dirasakan Jika 5G Tersedia Secara Komersil dan Semakin Merata di Indonesia

Ericsson-5G

Gadgetren – Dalam ajang IDEAFEST 2021 yang dilaksanakan secara daring, Ericsson bersama Indosat membeberkan beberapa hal yang bakal dirasakan oleh masyarakat Indonesia bila nantinya jaringan 5G secara komersial sudah tersedia dan merata.

Ada tiga hal perubahan yang akan ditawarkan 5G untuk konsumen meliputi kecepatan, latensi, dan kapasitas. Hal ini disampaikan oleh Joko Riswadi selaku SVP-Head of Technology Assurance Indosat Ooredoo.

Lebih jauh, Joko mengatakan bahwa di Indonesia maupun luar negeri, 5G akan digunakan oleh pasar konsumen dan bisnis. Sebagai contoh, Joko menjelaskan dari segi latensi (waktu yang diperlukan antara instruksi dan transfer data) yang akan dapat dinikmati konsumen ketika 5G sudah hadir ialah pengalaman bermain game yang mampu mencapai latensi 1ms.

Bahkan menurut Joko, 5G akan bisa dinikmati oleh penikmat belanja online dimana yang sebelumnya hanya bisa melihat foto dan video untuk melihat warna dan bentuk modelnya, pengguna akan dapat memesan sekaligus mencoba layaknya fitting baju di pusat perbelanjaan pakaian.

Sementara dari sisi industri atau bisnis, 5G dikatakan Ronni Nurmal selaku VP of Network Solution Ericsson Indonesia & Timor Leste akan mampu menyediakan layanan berupa 4K video untuk menjual berbagai produk seperti game online, hiburan, dan masih banyak lagi.

“Kita bisa merasakan ada di suatu konser padahal kita tidak ada di sana karena 5G menawarkan augmented experience secara real time sehingga pengalaman nyata pengguna dari segi waktu dan apa yang dilihat akan sama seperti menonton di tempat,” ujar Roni.

Joko menambahkan 5G untuk industri juga akan bisa dimanfaatkan di sektor pertanian dan perdagangan. Pemilik lahan dengan 5G bisa survei wilayah dengan menggunakan droneĀ  untuk menampilkan luas dan apa saja tanaman yang bisa ditebar.

 Ericsson-5G-industri-ilustrasi

Namun untuk menuju akses 5G yang merata, bagi Roni memiliki tantangan dengan faktor-faktor penting seperti ketersediaan handset atau handphone, jaringan, spektrum, dan layanan yang akan dijual.

Dari sisi handset, Roni mengungkapkan bahwa saat ini di pasaran sudah semakin banyak handphone 5G dengan harga relatif murah di kisaran Rp 3.000.000. Bahkan ia menilai dibandingkan dengan 4G di tahun 2015, handset 5G kini memiliki harga yang jauh lebih cepat turun sehingga semua orang bisa mempunyai handphone 5G.

Kemudian dari aspek jaringan, Roni meyakini hampir semua operator seluler di Indonesia sudah mempersiapkan apapun yang dibutuhkan untuk ikut menggelar 5G di Indonesia, baik dari sisi core maupun optical network dan sebagainya.

Handphone OPPO 5G

Yang menjadi tantangan terbesar dari penyelenggaraan 5G di Indonesia sekarang ini adalah spektrum. Hal ini pun sudah pernah disampaikan Roni dalam kesempatan lain kepada tim Gadgetren. Handset sudah tersedia, namun kapasitas yang sangat besar untuk 5G bisa dipastikan belum tersedia di Indonesia.

“Ini secara bertahap hingga akhirnya nanti mmWave bisa ada di Indonesia sehingga visibilitas secara bisnis case belum cukup bagus diimplementasikan. Kami selalu berusaha mempengaruhi Kemkominfo berkerjasama dengan operator bisa memanfaatkan itu. Arah ke sana kita terus berusaha agar semua terbentuk sehingga ketika spektrum tersedia kita bisa tancap gas,” tutup Roni.

Tinggalkan Komentar