Mading Tekno

Format Aplikasi Android Jadi AAB, Apa Efek Buat Para Pengguna Ya?

Efek AAB ke Pengguna Header

Gadgetren – Peralihan format penerbitan aplikasi di Google Play Store dari semula Android Package (APK) menjadi Android App Bundle (AAB) tentu membawa sedikit efek di kalangan para pengguna.

Meskipun tidak akan begitu kentara karena pengguna masih dapat mengunduh aplikasi dengan cara yang sama seperti sebelum-sebelumnya, tetapi efek tersebut ternyata menarik untuk diperhatikan.

AAB merupakan format pengganti yang memungkinkan pengembang mengirimkan seluruh kode dan sumber daya pemrograman aplikasi dalam satu paket besar ke layanan Google Play Store.

Google nantinya akan memecah paket tersebut untuk membuat APK yang dioptimalkan dengan kode dan sumber daya pemrograman aplikasi sesuai kebutuhan maupun preferensi perangkat pengguna secara spesifik.

Ada beberapa manfaat dalam hal ini, termasuk ukuran unduhan bakal menjadi lebih kecil dan pengguna dapat menikmati aplikasi berukuran besar lebih cepat. Adapun buat kamu yang belum, berikut penjelasan mengenai hal tersebut.

Efek Peralihan ke Format AAB di Google Play Store Untuk Pengguna

Ukuran Unduhan Menjadi Sekecil Mungkin

APK yang telah dioptimalkan tentunya dapat menjadi salah satu jawaban atas permasalahan ukuran unduhan aplikasi Android yang terus meningkat dari waktu ke waktu selama ini.

Pasalnya, para pengguna tidak perlu lagi mengunduh seluruh kode dan sumber daya pemrograman aplikasi melainkan hanya apa yang dibutuhkan oleh perangkat secara lebih spesifik.

Misalnya, pengguna dengan perangkat berbahasa Indonesia hanya perlu mengunduh pengaturan untuk itu meskipun aplikasi sebenarnya juga dirancang dengan dukungan bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Jerman, dan lainnya.

Ukuran unduhan pun dapat menjadi semakin kecil karena format AAB memungkinkan para pengembang memecah aplikasi menjadi beberapa paket dengan adanya dukungan bernama Play Asset Delivery dan Play Feature Delivery.

Bisa Menikmati Game atau Aplikasi Tanpa Mengunduh Seluruh Aset

Berkaitan dengan Play Asset Delivery dan Play Feature Delivery, para pengguna kini dapat segera menjalankan aplikasi berukuran besar seperti game tanpa perlu mengunduh semua aset atau dukungan untuk fiturnya.

Bayangkan saja dengan adanya kedua dukungan ini, pemain hanya perlu mengunduh aset untuk chapter atau level pertama dalam sebuah permainan supaya bisa menjalankannya. Setelah berhasil menyelesaikan chapter atau level tersebut, pemain baru perlu mengunduh bagian selanjutnya. Hal ini pun bisa dilakukan secara bertahap hingga akhir dari permainan tersebut.

Selain itu, para pemain atau pengguna pun tidak perlu memperbarui aplikasi dengan mengunduh paket pemrograman secara penuh berulang-ulang hanya untuk mendapatkan fitur baru atau babak permainan selanjutnya.

Perubahan Distribusi Aplikasi

Peralihan dari APK ke AAB di Google Play Store sayang akan mengubah distribusi aplikasi yang selama ini terjadi melalui sejumlah toko aplikasi pihak ketiga, termasuk Amazon Appstore yang bakal masuk ke Windows 11.

Pada awal proses peralihan, para pengguna mungkin akan sedikit kesulitan untuk menemukan aplikasi-aplikasi baru di luar Google Play Store karena pengembang tentu memprioritaskan distribusinya melalui layanan resmi Android ini.

Meskipun begitu, format App Bundle untung tersedia secara terbuka (open-source) sehingga siapa pun dapat mengadopsinya ke dalam layanan mereka untuk menyediakan opsi penginstalan aplikasi serupa Google Play Store.

Selain itu di sisi pengembang, membangun AAB dan APK pun sama-sama mudah untuk dilakukan sehingga kemungkinan aplikasi di masa mendatang tetap bisa tersedia dalam kedua format tersebut.

Tinggalkan Komentar