Aplikasi Berita

Teknologi Jadi Tantangan, Apa Saja Fitur Aplikasi Hear Me?

Hear-Me-Membuka-Akses-Bahasa-Isyarat-Untuk-Semua-Header

Gadgetren – Sebagai aplikasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pertama yang dirintis oleh empat mahasiswi Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, Hear Me telah mengawali layanannya dengan menyajikan beragam fitur-fitur menarik.

Memberikan pembelajaran BISINDO untuk teman Tuli dan teman Dengar, Hear Me kini telah resmi bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store. Setelahnya kamu bisa mendaftarkan diri menggunakan alamat email personal.

Hear Me akan menampilkan dua jenis pengguna yang meliputi teman Tuli dan teman Dengar yang bisa dipilih. Selanjutnya kamu akan langsung menuju halaman Beranda Hear Me dan akan disapa oleh kartun menggemaskan bernama Dave.

Sebagai maskot Hear Me, Dave akan menemani kamu menjelajahi dunia Tuli dalam bentuk animasi tiga dimensi. Untuk menambah pengetahuan dan informasi, menariknya Hear Me juga memiliki fitur Kabar Terbaru yang berisi berita yang mengangkat isu Disabilitas dan Kampanye atau pesan yang bisa memotivasi Teman Tuli.

Adapun fitur terbaru Hear Me adalah Live Transcript atau Transkripsi dari suara ke teks berjalan yang saat ini masih dalam Open Beta. Saya sendiri telah menjajal fitur Live Transcript yang terbilang cukup responsif ketika mendeteksi suara saya dengan satu sampai empat kata.

Namun sayangnya belum bisa menampilkan penerjemahan ke gerakan BISINDO yang ditampilkan oleh Dave. Fitur Live Transcript yang saya rasakan juga masih sedikit terkendala untuk merekam suara dari speaker laptop atau handphone. Dalam hal ini jika suara yang dikeluarkan terlalu cepat atau kurang jelas, pendeteksi tidak bisa menerjemahkannya.

Sementara itu, fitur perekam yang berada di halaman Beranda lebih cepat mendeteksi suara saya yang kemudian menampilkan gerakan BISINDO. Selain itu, Hear Me juga menyediakan direktori yang mencakup tema Nama-Nama Hari, Cinta, Kata Tunjuk, Kata Sambung, Kata Kerja, dan Ucapan Selamat.

Fitur-Perekam-dan-Live-Transcript-Hear-Me

“Kosakata masih terbatas, masih terjemahan dalam bentuk alfabet, kami minta tolong teman-teman pengguna untuk bisa berkontribusi menambah alfabet agar aplikasi Hear Me semakin berkembang yang nantinya akan menampilkan bahasa isyarat daerah,” ujar Athalia Mutiara Laksmi selaku CEO & Co-Founder Hear Me.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui Nadya Sahara Putri yang juga salah satu perintis Hear Me. Ia menjelaskan bahwa timnya memiliki beberapa tantangan dalam pengembangan aplikasi khususnya untuk teknologi dimana Hear Me tidak memadai pada perangkat Android versi 7 ke bawah.

Timnya juga tengah mempertimbangkan bahwa Bahasa Isyarat tiap daerah berbeda, sehingga membutuhkan data dan waktu yang banyak untuk proses input gerakan Bahasa Isyaratnya karena mempunyai kosakata yang sangat beragam.

Hear-Me-Fitur-Fitur.

“Fitur untuk mendeteksi gerakan bahasa isyarat memerlukan teknologi yang kompleks dan data yang banyak sehingga proses riset dan pengembangan membutuhkan waktu yang cukup lama,” terang Nadya.

Oleh karenanya, Nadya dan tim akan menambah server dan hal-hal teknis yang berkaitan dengan kemampuan dan kecepatan aplikasi sehingga nyaman serta ringan digunakan oleh pengguna. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan penyedia operator seluler untuk memberikan kuota di daerah terpencil atau daerah yang kurang jangkauan koneksi internet.

Tinggalkan Komentar