Aplikasi Berita

Pengawasan Anak Masih Kurang, TikTok Luncurkan Modul Panduan Keamanan Keluarga

Tanpa Aplikasi Pihak Ketiga, Inilah Cara Menyimpan Video TikTok Tanpa Watermark Header

Gadgetren – Sebagai bentuk perayaan untuk menyambut Hari Internet Aman Sedunia (Safer Internet Day), TikTok Indonesia telah meluncurkan Toolkit Keamanan Keluarga TikTok.

Donny Eryastha selaku Head of Public Policy TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina menjelaskan bahwa Toolkit Keamanan Keluarga TikTok merupakan hasil kolaborasi pihaknya bersama dengan DQ Insitute.

Toolkit Keamanan Keluarga Tiktok diterangkan Donny berbeda dengan fitur Pelibatan Orang Tua yang telah dikenalkan lebih dulu di tahun 2020. “Sedangkan Toolkit ini lebih seperti modul atau buku yang bisa dibaca untuk menambah pengetahuan orang tua. Toolkit bisa diunduh di situs resmi TikTok Indonesia,” ujarnya kepada pihak Gadgetren.

Bagi kamu yang ingin langsung mendapatkan Toolkit Keamanan Keluarga TikTok bisa mengunduhnya di sini. Lebih jauh, modul Keamanan Keluarga TikTok berisikan 10 tips keamanan dalam menggunakan TikTok.

Di dalamnya juga terdapat panduan seputar alat keamanan keluarga yang dapat digunakan oleh orang tua seperti cara penggunaan fitur Pelibatan Keluarga (Family Pairing) yang memungkinkan akun orang tua dan akun anak terhubung sehingga aktivitas daring mereka dapat terkontrol dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, TikTok juga turut menghadirkan Hendarman, Ph.D selaku Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud yang mengungkapkan bahwa penggunaan digital tidak selalu membawa dampak negatif untuk anak-anak. Apalagi anak bisa memilih konten yang bagus-bagus misalnya untuk mendukung belajar dari rumah.

“Pembelajaran karakter tidak membatasi, tentunya setiap anak punya hak juga untuk mencari sumber belajar. Yang bisa tahu baik atau tidak itu orang tua. Dengan berjalannya waktu, mau tidak mau si orang tua harus mengambil peran dari sekolah, karena tidak bisa tatap muka lagi,” tutur Hendarman.

Toolkit-Keamanan-Keluarga-TikTok-Header

Hendarman melanjutkan bahwa tantangan yang saat ini dihadapkan orang tua ialah tidak semuanya mampu mengawasi anak secara penuh dalam berselancar secara digital atau mau terjun langsung menggunakan aplikasi TikTok.

“Yang paling penting adalah kata kunci koneksi batin, ditingkatkan dalam kaitan keberadaan orang tua dan anak. Cinta itu penting sekali, itu akan menjadi lebih kuat. Dan di sanalah peran Toolkit ini muncul. Paling tidak TikTok sudah memulai,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi, mengacu hasil riset Alvara Research Center tercatat kenaikan penggunaan internet dari empat hingga enam jam per hari menjadi lebih dari tujuh jam per hari di  bulan Juni 2020.

Kalangan remaja atau Generasi Z menjadi usia yang mendominasi pengguna internet di Indonesia. TikTok kemudian melihat fenomena ini patut menjadi perhatian bagi orang tua untuk turut berperan membimbing aktivitas anak remajanya di dunia maya sehingga hadirlah Toolkit Keamanan Keluarga TikTok.

Tinggalkan Komentar