Berita

Termasuk Indonesia! TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik

TikTok Logo Feature

Gadgetren – Agar dapat terus menghadirkan konten yang layak, TikTok membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik. Penasihat eksternal ini terdiri dari para ahli yang berkompeten di bidang hukum dan kebijakan serta akademisi dari berbagai wilayah.

Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific mengatakan bahwa TikTok telah mengambil langkah positif ke depan dalam meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik.

“Saya senang menyambut anggota pendiri Dewan ini, saya juga yakin para anggota Dewan akan memberikan saran dan nasihat yang konstruktif dan jujur, sebagaimana TikTok terus menguatkan kebijakan kontennya di Asia Pasifik. Kami berharap dapat terus memperluas keanggotaan Dewan ini dengan perwakilan-perwakilan pasar dari berbagai wilayah,” ujarnya.

Dewan Penasihat bertugas memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten, keamanan dan kenyamanan pengguna, serta menyatukan beragam pendapat ahli yang dapat membantu mengembangkan kebijakan praktis.

Bukan hanya untuk menjawab tantangan saat ini, tapi juga merencanakan kebijakan untuk isu-isu yang akan dihadapi industri di masa mendatang. Tim Dewan akan memberikan materi sesuai dengan keahliannya dan saran mengenai kebijakan serta praktik moderasi konten TikTok untuk membantu penyusunan panduan tingkat regional dan global.

Tidak hanya itu, tim Dewan juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah-masalah di satu wilayah yang dapat mempengaruhi platform dan pengguna TikTok, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

Anita Wahid selaku Aktivis, Gusdurian Network Indonesia and President, MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society) yang ikut bergabung dalam Dewan Penasihat ini mengungkapkan bahwa dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan independen ini, TikTok telah menunjukkan diri sebagai platform yang aman bagi semua pengguna.

“Saya senang sekali dapat bekerjasama dengan anggota dewan lainnya untuk membahas permasalahan di industri saat ini, serta memitigasi potensi bahaya ke depannya,” tambahnya.

Nantinya Dewan Penasihat akan melakukan pertemuan di setiap kuartalnya untuk mendiskusikan isu-isu utama termasuk keamanan daring, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental, dan hak asasi manusia. Selain itu juga melaporkan pengamatan dan memberikan rekomendasi mengenai isu-isu yang dibahas.

Tinggalkan Komentar