Aplikasi Berita

Tanggapan Pengguna Soal Kebijakan Baru WhatsApp, Bakal Stop Chat di WhatsApp?

Gadgetren – Kabar terkait kebijakan baru aplikasi WhatsApp yang akan membagikan data personal ke Facebook tengah menimbulkan banyak kebingungan ataupun misinformasi bagi sebagian pengguna, termasuk di Indonesia.

Tim Gadgetren kemudian melakukan sedikit peninjauan ke enam rekan yang menggunakan WhatsApp secara aktif dengan profesi berbeda-beda. Menanyakan seputar kebijakan baru WhatsApp dan apakah ke depan mereka tetap terus menggunakan aplikasi buatan Facebook itu?

Dari total enam orang, setengahnya menuturkan bahwa tidak mengetahui kebijakan baru tersebut tetapi tiga lainnya tahu walau belum memahami lebih detail. Seperti yang disampaikan oleh Sansadhia sebagai salah satu influencer Traveling di Instagram.

“Tahu tapi nggak paham apa yang diributin orang. Yang gue tahu orang-orang protes karena nggak percaya sama FB. Kan data FB sempat dibajak. Jadi kalau data di FB security-nya sudah bagus, ya nggak masalah,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Vera seorang karyawan yang berprofesi sebagai HRD di vendor sepatu olahraga. Ia sepakat dengan kebijakan baru WhatsApp yang berkaitan dengan end-to-end encryption atau meningkatkan keamanan privasi pengguna.

Namun demikian, menurut Vera adanya kebijakan baru ini tak membuatnya meninggalkan WhatsApp karena masih dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan teman meskipun ia juga menggunakan Telegram untuk urusan pekerjaan ketimbang personal. Pada aplikasi Telegram, ia hanya memanfaatkan fitur percakapan dalam grup yang lebih banyak anggotanya dibandingkan di WhatsApp.

“Ini hanya soal kebiasaan baru, makannya ke Telegram. Gue sudah setahun join Telegram tapi emang jarang aktif. Porsinya lebih banyak Whatsapp soalnya ada web jadi nggak ribet buka-buka handphone dan kebanyakan orang pakai WhatsApp juga baik bisnis maupun personal,” tambah Vera.

WhatsApp Icon Android Feature

Seorang pegawai bank bernama Siti Hajar juga merasakan kebijakan baru membawa dampak ke ruang personalnya dan ia masih akan menggunakan WhatsApp sebagai alat komunikasi sehari-hari. Begitu pula dengan Atika seorang karyawan retail di bilangan Sudirman yang sama sekali tidak mengetahui kebijakan baru tersebut dan ia pun tidak terbiasa dengan aplikasi Telegram.

Saat disebutkan poin-poin kebijakan baru WhatsApp, Atika menyetujui untuk WhatsApp tidak membagikan kontak dengan Facebook karena tidak semua teman di sana kenal baik dan dekat. Akan tetapi ada satu poin yang ia tidak sependapat. “Nah untuk sistem pencadangan yang tidak ada lagi, kan itu lumayan penting juga yah,” tuturnya.

WhatsApp-Pengunduran-Waktu-Kebijakan-Baru

Aplikasi WhatsApp sebelumnya dikabarkan telah menyebarkan pemberitahuan besar-besaran bahwa akan menerapkan kebijakan baru atau Term and Condition pada tanggal 8 Februari 2021 mendatang. Rumor pun beredar terkait kebijakan tersebut, di antaranya WhatsApp akan membagikan data privat ke Facebook, penghapusan akun pengguna, menjual data pengguna ke pihak ketiga, dan akses ke lebih banyak data.

Namun beredarnya informasi yang tidak akurat membuat segelintir pengguna menjadi merasa tidak nyaman dengan pembaruan tersebut sehingga pada tanggal 15 Januari 2021 kemarin WhatsApp pun mengambil langkah untuk menundanya lebih lama hingga 15 Mei 2021 untuk mensosialisasikannya kembali.

Tinggalkan Komentar