Review Smartphone

Review Xiaomi Mi 10T – Handphone Snapdragon 865 Murah dengan Kamera Bagus

Review Xiaomi Mi 10T Feature

Gadgetren – Kehadiran Mi 10T di Indonesia menjadi salah satu kejutan dari Xiaomi bagi masyarakat yang sudah mendambakan handphone dengan chipset flagship, namun mempunyai harga terjangkau.

Tidak hanya sampai di situ saja, Xiaomi Mi 10T mempunyai dukungan multi kamera yang mampu membuat penggunanya mampu menghasilkan foto dengan kreatif. Selain itu, layarnya mengikuti tren masa kini dengan menggunakan desain penuh.

Baterai berkapasitas besar pun menjadi salah satu daya tarik dari perangkat yang satu ini. Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkannya, apakah Xiaomi Mi 10T dapat menjadi salah satu handphone kelas atas di Indonesia? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak pada ulasan berikut ini.

Xiaomi Mi 10T
  • Layar - 9/10
    9/10
  • Performa - 10/10
    10/10
  • Kamera - 9/10
    9/10
  • Baterai - 9/10
    9/10
  • Software - 8/10
    8/10
  • Desain - 8/10
    8/10
8.8/10

Kesimpulan

Mi 10T merupakan handphone Snapdragon 865 termurah di Indonesia. Bahkan perangkat ini dilengkapi dengan Triple Camera 64 MP, RAM 8 GB, penyimpanan internal 128 GB, dan layar penuh refresh rate 144Hz yang mampu memanjakan penggunanya.

Pros

  • Performa bertenaga
  • Kapasitas RAM dan ROM besar
  • Kamera bagus
  • Daya baterai tahan lama
  • Pengisian daya baterai cepat
  • Layar penuh dengan refresh rate 144Hz
  • NFC
  • Harga terjangkau

Cons

  • Bodi tebal dan berat
  • Bodi belakang licin
  • Masih terdapat iklan
  • Tidak ada port jack audio 3,5mm

Mulai dari bagian depannya, terlihat layar 6,67 inci dengan resolusi Full HD+ (2400 x 1080 piksel) dan teknologi IPS LCD yang dapat menampilkan konten dengan baik. Apalagi layarnya mempunyai desain penuh dengan bezel kecil sehingga membuat saya leluasa dalam memainkan game, menonton video, dan melihat foto.

Tak tanggung-tanggung, Xiaomi telah membenamkan refresh rate hingga 144 Hz pada handphone ini sehingga layarnya mampu menampilkan gerakan transisi antara menu atau aplikasi dan animasi pada game terlihat sangat mulus.

Xiaomi Mi 10T DisplayHands

Pada saat melakukan navigasi untuk perpindahan menu atau aplikasi, saya merasa gerakan yang ditampilkan layar sangat memanjakan mata. Pada pengaturannya, terdapat tiga mode refresh rate pada layar dapat dipilih seperti 144Hz, 90Hz, dan 60Hz.

Terdapat juga fitur Adaptive Sync pada Xiaomi Mi 10T yang mampu secara otomatis menentukan refresh rate terbaik dari kisaran 30Hz hingga 144Hz tergantung dari tugas dan fungsi yang kamu sedang gunakan mulai dari menonton video, memainkan game, melihat foto, mengerjakan dokumen, dan lainnya. Fitur ini dapat membuat konsumsi daya baterai menjadi lebih hemat.

Corning Gorilla Glass 5 juga turut disematkan pada bagian depan dan belakang handphone ini. Apabila pada bagian depan digunakan untuk meminimalisir terjadinya goresan, maka pada bagian belakangnya digunakan untuk mempercantik desain dan membuat bodi belakangnya tidak cepat kotor.

Sayangnya dengan penggunaan Corning Gorilla Glass 5, justru membuat Xiaomi Mi 10T terasa licin ketika digenggam dengan satu tangan. Untuk itu, saya langsung menyematkan softcase tambahan yang terdapat dalam paket penjualannya.

Xiaomi Mi 10T BackDiagonal

Xiaomi Mi 10T sendiri hadir dengan dua varian warna yang terdiri dari Cosmic Black atau Lunar Silver. Kebetulan saya melakukan review terhadap handphone dengan warna Lunar Silver. Menurut saya warna ini secara kasat mata terlihat elegan, apalagi ketika terkena pantulan cahaya.

Meskipun warna bodi belakangnya terlihat indah, namun dengan lebar yang mencapai 9,3mm dan bobot sebesar 216 gram membuat Xiaomi Mi 10T terasa tebal dan berat ketika digenggam dengan menggunakan satu tangan. Apalagi ketika menggunakan softcase, maka perangkat ini akan bertambah berat.

Beralih pada bagian bawahnya, terdapat lubang speaker, mikrofon, port USB Type-C, dan SIM-Tray yang berisikan dua slot kartu nano-SIM. Sementara pada samping kanannya terdapat tombol volume dan power yang disusun secara vertikal.

Xiaomi Mi 10T Bottom

Sedangkan pada bagian atas terdapat lubang output speaker, mikrofon, dan sensor inframerah. Menariknya, sensor inframerah ini membuat Xiaomi Mi 10T dapat menjadi remote control bagi perangkat elektronik seperti TV, Set-top box, AC, proyektor, dan masih banyak lagi.

Sayangnya port jack audio 3,5mm tidak hadir pada handphone ini sehingga kita tidak bisa langsung mencolokan earphone maupun headphone dengan standar 3,5mm secara langsung. Untuk itu, kamu dapat menggunakan earphone atau headphone Bluetooth atau yang sudah berkabel USB Type-C agar dapat langsung disambungkan kepada Mi 10T.

Namun kamu juga tidak perlu khawatir karena Xiaomi telah memberikan kabel adaptor jack audio 3,5mm to USB Type-C dalam paket penjualannya. Apabila kamu menggunakan kabel ini, maka headphone atau earphone dengan port jack audio 3,5mm dapat tersambung dengan Mi 10T.

Xiaomi Mi 10T PowerButton

Selain membuat desain handphone ini terlihat lebih estetik, sensor fingerprint yang disematkan pada bagian samping kanan tepatnya tombol power ini mudah untuk diakses oleh pengguna. Saya sendiri merasa bahwa sensornya dapat merespon sidik jari saya dengan cepat.

Hampir sama dengan handphone Xiaomi lainnya, Mi 10T mengizinkan hingga 5 sidik jari berbeda untuk didaftarkan pada sensor fingerprint. Namun apabila tangan atau jari kita sedang kotor, maka dapat memanfaatkan fitur Face Unlock yang telah hadir pada handphone ini.

Pada saat saya menghadapkan wajah pada bagian layar, kamera dan fitur Face Unlock mampu mendeteksi wajah saya dengan responsif. Seperti biasanya, handphone ini hanya mengizinkan satu wajah saya untuk didaftarkan pada fitur tersebut.

Xiaomi Mi 10T FullCam

Menuju bagian belakangnya, terdapat tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 64 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP. Berkat sensor Sony IMX682, membuat kamera utamanya mampu menghasilkan foto dengan resolusi 64 MP.

Secara bawaan, kamera utamanya akan menghasilkan foto dengan resolusi 16 MP yang mampu warna dinamis dan lebih dalam. Namun apabila ingin menghasilkan foto dengan resolusi yang lebih besar, maka kita dapat mengaktifkan fitur 64 MP Mode pada kamera bawaannya.

Meskipun hasilnya sama-sama bagus, namun kita dapat melihat perbedaan paling kentara antara foto 16 MP dan 64 MP dari detail yang dimilikinya. Untuk itu, kita bisa mengetahui lebih jelasnya pada saat melakukan perbandingan dengan melakukan crop atau pemotongan bagian yang sama pada kedua foto tersebut.

XiaomiMi10T-Totoro-Auto-TargetAuto

XiaomiMi10T-Totoro-64MP-Target64MP

XiaomiMi10T-Totoro-Auto-CropAuto-Crop

XiaomiMi10T-Totoro-64MP-Crop64MP-Crop

XiaomiMi10T-Canvas-Auto-TargetAuto

XiaomiMi10T-Canvas-64MP-Target64MP

XiaomiMi10T-Canvas-Auto-CropAuto-Crop

XiaomiMi10T-Canvas-64MP-Crop64MP-Crop

 

XiaomiMi10T-IGA-Auto

XiaomiMi10T-Bunga-Auto

XiaomiMi10T-Cumi-Auto

Untuk kamera ultrawide pada handphone ini mampu menghasilkan foto dengan area yang luas. Sedangkan kamera makronya dapat saya manfaatkan untuk membidik obyek dari jarak dekat yang detailnya masih terlihat dengan baik.

XiaomiMi10T-Kolam-UltrawideUltrawide

XiaomiMi10T-Kolam-AutoAuto

XiaomiMi10T-Jembatan-UltrawideUltrawide

XiaomiMi10T-Jembatan-AutoAuto

XiaomiMi10T-Makro-LazyMakro

XiaomiMi10T-Makro-BungaMakro

XiaomiMi10T-Makro-MewMakro

Saya sendiri merasa bahwa kamera belakang dari Xiaomi Mi 10T mampu menghasilkan foto dengan bagus pada kondisi siang hari maupun malam hari. Apalagi terdapat fitur Night Mode yang mampu membuat foto pada malam hari terlihat lebih terang dan jelas dibandingkan menggunakan Auto Mode.

XiaomiMi10T-PohonMalam-AutoAuto

XiaomiMi10T-PohonMalam-NightNight Mode

XiaomiMi10T-RumahMalam-AutoAuto

XiaomiMi10T-RumahMalam-NightNight Mode

XiaomiMi10T-PalangMalam-AutoAuto

XiaomiMi10T-PalangMalam-NightNight Mode

Selanjutnya, kamera depan 20 MP yang hadir pada Mi 10T dapat mengambil foto selfie dengan wajah yang mulus. Selain itu, kamera ini juga dapat digunakan untuk fungsi video call maupun fitur Face Unlock.

Dengan resolusi sebesar ini, kamera depan Xiaomi Mi 10T mampu menghasilkan foto selfie dengan baik di berbagai kondisi, baik cahaya terang maupun redup. Bisa dibilang sektor fotografi merupakan salah satu unggulan dari Xiaomi Mi 10T.

XiaomiMi10T-SelfieSiang-AutoSelfie Normal

XiaomiMi10T-SelfieSiang-BokehSelfie Bokeh + Beauty

XiaomiMi10T-SelfieMalam-AutoSelfie Normal

XiaomiMi10T-SelfieMalam-NightSelfie Night Mode

Xiaomi Mi 10T hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 865 Octa-Core (Mono-Core 2.84 GHz Kryo 585, Tri-Core, 2.42 GHz Kryo 585, dan Quad Core 1.80 GHz Kryo 585) yang didampingi RAM 8 GB.

Dengan kombinasi ini, Xiaomi mengklaim bahwa Mi 10T mampu melahap aplikasi maupun game berat sekalipun. Untuk itu, saya pun langsung mencobanya dengan menjalankan aplikasi sehari-hari seperti email, chatting, media sosial, SMS, Chatting, sesekali video, editor dokumen, dan musik secara multitasking.

Xiaomi Mi 10T DisplayHalfBottom

Hasilnya, Mi 10T mampu menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut dengan lancar tanpa hambatan. Apalagi kapasitas penyimpanan internal handphone ini sangat besar mencapai 128 GB sehingga mampu menyimpan banyak aplikasi, game, atau file sekaligus.

Untuk pengujian beratnya, saya pun memainkan beragam game populer seperti Arena of Valor, Mobile Legends, Call of Duty Mobile, PUBG Mobile, Final Fantasy XV Pocket Edition, Code Atma, Free Fire, dan Chess Rush.

Semua game ini mampu saya jalankan dengan setelan grafis dan frame rate tinggi. Bahkan pada pengujian dengan menggunakan AnTuTu Benchmark 8.4.9, Xiaomi Mi 10T mampu mendapatkan skor sangat tinggi mencapai 588.303 poin.

Xiaomi Mi 10T Benchmark Performance

Sementara pada pengujian dengan Geekbench 4.4.2, perangkat ini berhasil mendapatkan skor tinggi juga mencapai 4.241 poin untuk Single-Core dan 13.201 poin untuk Multi-Core. Xiaomi Mi 10T pun mendapatkan skor 912 poin untuk Single-Core dan 3.323 poin untuk Multi-Core di Geekbench 5.2.5.

Hasil dari semua pengujian ini menunjukkan bahwa Mi 10T mampu bersaing dengan handphone merek lain di kisaran harga yang sama.

Xiaomi mempercayakan baterai 5.000mAh untuk menjadi sumber energi kehidupan dari Xiaomi Mi 10T. Untuk mengetahui daya tahan baterainya, saya pun langsung melakukan pengujian dengan aplikasi PC Mark for Android menggunakan mode Work 2.0 battery life dengan tingkat kecerahan 50% dan kondisi baterai dari 100%.

Hasilnya, Xiaomi Mi 10T berhasil mendapatkan skor 16 jam 17 menit ketika menggunakan refresh rate 144Hz (Adaptive Sync), 18 jam 11 menit untuk refresh rate 90Hz, dan 19 jam 10 menit untuk refresh rate 60Hz.

Berkat hadirnya fitur Adaptive Sync, daya tahan baterai pada handphone ini terasa cukup irit karena dapat berganti secara otomatis dari rentang 30Hz hingga 144Hz sesuai dengan tugas yang sedang dikerjakan oleh Xiaomi Mi 10T.

Xiaomi Mi 10T Benchmark Battery

Sementara pada penggunaan sehari-hari saya tetap menggunakan layar dengan refresh rate 144Hz yang secara otomatis mengaktifkan fitur Adaptive Sync. Hasilnya Xiaomi Mi 10T mampu bertahan selama 15 jam 47 menit dengan screen on time mencapai 7 jam 44 menit dari kondisi 100% ke 19%.

Dengan hadirnya fitur Fast Charging 33W, daya baterai Xiaomi Mi 10T mampu diisi dari kondisi 11% ke 100% hanya dalam waktu 1 jam 14 menit saja. Tentunya hal ini dapat menghemat waktu tunggu kamu dalam pengisian daya, terutama apabila kamu sedang terburu-buru menuju kantor.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, sistem operasi modifikasi MIUI 12 yang berbasiskan Android 10 mempunyai tampilan antarmuka yang sederhana dan lebih sedikit bloatware. Meskipun masih menghadirkan iklan, namun saya dapat mematikan pada menu yang telah disediakan di handphone ini.

Xiaomi MI 10T MIUI 12

MIUI 12 hadir dengan beragam fitur menarik mulai dari Game Turbo, Second Space, Dark Mode, Dual apps, App Lock, Split Screen, dan Floating Windows. Game Turbo menghadirkan beragam fitur-fitur pendukung agar saya lebih nyaman dalam memainkan game.

Second Space memungkinkan saya dapat membuat dua tampilan atau profil dalam satu handphone, dimana profil pertama dan kedua akan mempunyai susunan aplikasi maupun tampilan yang berbeda.

Selanjutnya, Dark Mode mampu membuat tampilan latar sistem maupun aplikasi menjadi gelap atau hitam sehingga membuat mata saya nyaman ketika sedang melihat konten di layar Mi 10T pada kondisi redup atau malam hari.

Dual apps memungkinkan saya dapat menggandakan aplikasi menjadi dua dalam Mi 10T sehingga dapat memasukkan dua akun sosial media dengan mudah. Split Screen mampu membuat dua aplikasi dapat dijalankan sekaligus pada handphone ini, dimana terbagi menjadi setengah layar atas untuk aplikasi pertama dan setengah layar bawah untuk aplikasi kedua.

App Lock memungkinkan saya dapat mengunci aplikasi sehingga hanya dapat dibuka apabila kita mengetahui password, pattern, atau pemindaian sidik jari yang sudah dibuat. Hadirnya Floating Windows membuat aplikasi yang dibuka dalam bentuk jendela melayang sehingga sangat memudahkan dalam penggunaan multitasking.

Xiaomi Mi 10T DisplayDiagonal

Setelah pemakaian beberapa minggu, saya merasa bahwa Xiaomi Mi 10T mempunyai performa yang sangat bertenaga dan daya tahan baterai yang lama. Apalagi dukungan multi kameranya mampu menghasilkan foto yang baik di kondisi siang hari maupun malam hari.

Layar dengan refresh rate 144Hz sangat memanjakan mata saya karena gerakan transisi antar menu atau aplikasi dan animasi pada game terlihat sangat mulus. Hadirnya NFC menjadi nilai tambah juga karena memungkinkan transfer data, pembayaran digital, dan pengecekan atau pengisian e-money secara mudah.

Walaupun bodi belakangnya menarik, handphone ini terasa berat dan tebal ketika dipegang. Apalagi bodinya terasa licin ketika digenggam dengan satu tangan. Namun kita dapat menyematkan softcase yang hadir dalam paket penjualan agar bodinya tidak terasa licin lagi.

Tidak tersedianya port jack audio 3,5mm pada handphone ini membuat kita harus menggunakan konverter jack audio 3,5mm to USB Type-C agar bisa menyematkan headphone atau earphone dengan Mi 10T. Namun kita juga bisa mengakalinya dengan menggunakan earphone atau handphone dengan koneksi port USB Type-C atau Bluetooth.

Secara garis besar, Xiaomi Mi 10T merupakan handphone Snapdragon 865 dengan harga paling murah di Indonesia saat ini yang dibanderol hanya mencapai Rp 5.999.000. Dengan fitur dan spesifikasi yang dibawanya, perangkat ini sangat mampu bersaing dengan handphone lain di kisaran harga yang sama.

Tinggalkan Komentar

1 Komentar

  • Mana sample foto full size nya biasanya dulu pas review s20 FE ada link Google Drivenya kenapa sekarang gada, pembaca gimana bisa melihat dan menilai hasil foto secara detail kalo yg di uplod cuman foto 2megapixel???

    Terimakasih