Berita

Perketat Kompetisi, Merger Gojek dan Tokopedia Akan Perkuat Posisi Bisnis Keduanya di Indonesia

Gojek-x-Tokopedia-Merger-Header.

Gadgetren – Setelah penjajakan yang cukup lama dari tahun 2018, perusahaan ride hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia dirumorkan akan melakukan penggabungan bisnis.

Namun demikian dikonfirmasi langsung oleh tim Gadgetren, baik Tokopedia dan Gojek belum ingin angkat bicara perihal kabar tersebut. Pihak Tokopedia hanya memberikan komentarnya lewat perwakilannya yang tidak cukup menjawab lebih detail terkait isu tersebut.

“Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar. Bila ada kebutuhan untuk mengutip jawaban bisa diatribusikan ke perwakilan Tokopedia,” ujarnya.

Menurut Heru Sutadi selaku pengamat dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute mengatakan bahwa kedua belah pihak belum bisa menanggapi dikarenakan ada ketentuan untuk tidak membuka informasi atas apa yang perusahaan-perusahaan lakukan, khususnya dalam proses konsolidasi atau dikenal non disclosure agreement (NDA).

Apalagi saat ini kedua perusahaan itu diketahui telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas masing-masing, sehingga belum ada perjanjian bersyarat yang ditandatangani keduanya sebelum perjanjian final nantinya.

Meski uji tuntas selesai dilakukan, namun tampaknya perjalanan masih agak panjang dan berliku lantaran biasanya akan dilanjutkan dengan perjanjian bersyarat dan kemudian perjanjian penggabungan final keduanya

Heru mengungkapkan, menurut analisis penggabungan keduanya cocok karena akan memperkuat ekosistem kedua perusahaan dan ujungnya semakin mengukuhkan posisi keduanya dalam bisnis digital di Indonesia dimana Tokopedia akan menjadi next decacorn yang juga menyusul Gojek.

Tokopedia-Data-Breach-Header.

Dengan begitu, baik Gojek maupun Tokopedia akan menjadi pemain ride hailing dan e-commerce nomor satu di Indonesia. “Gojek akan perkuat bisnis retail dan logistik, Tokopedia akan juga menjadi Tokopedia food dan pengiriman barang instan yang selama ini masih terkendala dan belum maksimal bisnisnya. Tapi, yang jelas merger ini akan memperkuat posisi keduanya,” terangnya.

Artinya penggabungan Tokopedia dan Gojek akan memperkuat ekosistem dan portofolio bisnis yang mana akan mencakup ride hailing dan turunan bisnisnya serta pembayaran online dan e-commerce. Jika keduanya resmi bergabung, maka akan terjadi saling mendukung bisnis masing-masing.

Meskipun membawa banyak dampak positif, Heru melihat penggabungan keduanya juga akan semakin meningkatkan kompetisi untuk pasar atau bisnis sejenis sehingga akan menimbulkan tantangan. “Harus berpikir dan mencari strategi yang mirip agar dapat berkompetisi secara ketat,” tutupnya.

Gojek-HUT-10-Header

Bila rencana penggabungan Gojek dan Tokopedia terealisasi nantinya, tentunya akan membawa entitas valuasi gabungan yang baru dan lebih besar dimana Gojek saat ini memiliki valuasi sekitar 10,5 USD atau senilai Rp 146,1 triliun.

Sementara Tokopedia memberikan valuasi sekitar 7,5 USD atau setara Rp 104,4 triliun, sehingga valuasi gabungan keduanya jika mulus terlaksana akan mendulang lebih dari 18 USD atau setara Rp 250,5 triliun.

Tinggalkan Komentar