Berita

Rayakan 1 Dekade, Gojek Beberkan Pencapaian Bisnisnya di Tengah Pandemi

Gojek-HUT-10-Header

Gadgetren – Genap berusia 10 tahun, Gojek telah mengumumkan sejumlah pencapaian bisnisnya di tengah pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, layanan-layanan utama Gojek kabarnya berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter atau dikenal dengan istilah contribution margin positive.

Andre Soelistyo selaku Co-CEO Gojek menuturkan bahwa di umur satu dekade tersebut merupakan ulang tahun ke-10 dengan proses perjalanan panjang dan membawa banyak pengaruh terhadap perubahan kebiasaan konsumen lantaran pandemi COVID-19.

“Sedikit lebih spesial, bukannya semua jadi bagus. Dengan adanya pandemi, tahun ini menjadi tantangan buat perusahaan dan ekosistem kami. Dengan fokus dari perusahaan kami untuk terus mendukung ekosistem, tantangan tetap ada dan kami bisa berkembang untuk mendukung partner-partner kami,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Di tengah pandemi COVID-19, Gojek mencatat ada beberapa pencapaian yang telah diraih antara lain didorong oleh investasi yang terfokus pada sejumlah area strategis seperti inovasi produk dan layanan.

Kemudian otomatisasi (automation) yang berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas performa aplikasi Gojek seperti GoBiz self-serve onboarding, CareTech ticket automation, serta investasi sumber daya manusia di bidang teknologi.

Di tahun 2020 Gojek juga semakin diperkuat oleh total nilai transaksi di dalam platform Gojek group (Gross Transaction Value) yang mencapai 12 miliar USD atau senilai Rp 170 triliun, dimana meningkat 10% dibandingkan tahun lalu.

GoFood-Header

Pencapaian ini tentunya juga didorong oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara. Sementara itu, GTV dari layanan pembayaran digital GoPay dikabarkan telah melampaui total GTV di masa pra-pandemi.

Hal ini dibuktikan seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online. Ke depannya, Gojek akan terus mendorong pertumbuhan dengan memfokuskan investasi di beberapa area utama terutama dalam hal mendukung Digitalisasi dan Pertumbuhan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara.

Ekosistem merchant atau UMKM merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan Gojek yang jumlahnya terus bertumbuh hingga 80%, menjadi 900 ribu merchant dari 500 ribu di tahun lalu. Peningkatan signifikan ini besar didorong oleh digitalisasi merchant UMKM di masa pandemi.

Gojek-HUT-10-Virtual-Zoom

Gojek juga telah memperluas akses bagi pelaku UMKM dengan menawarkan layanan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Sebagai contoh layanan belanja sehari-hari, GoMart dan GoShop, yang makin dikembangkan di awal 2020 untuk merespon kebutuhan masyarakat di masa pandemi.

Layanan GoMart dan GoShop ini mengalami peningkatan GTV sebesar 500% sejak awal pandemi dan telah membuka peluang bagi lebih banyak UMKM untuk mulai berjualan online.

“Kesuksesan Gojek bukanlah kesuksesan kami sendiri, yang terutama kesuksesan kepada mitra ekosistem kami. Kalau mereka bisa dilayani dengan baik, otomatis perusahaan berkembang juga. Doakan dalam 10 tahun ke depan bisa melakukan hal sama dan merayakan 20 tahun Gojek,” tutup Andre.

Tinggalkan Komentar