Aplikasi Berita

TikTok x Kemenparekraf Siap Ajak Pelaku Usaha Luar Pulau Jawa dan Bali Masuk Platform Digital

TikTok-For-Business-Header.

Gadgetren – Beberapa waktu yang lalu, TikTok secara global telah meluncurkan fitur yang bernama TikTok for Business. Fitur baru ini memungkinkan UKM dan UMKM untuk beriklan melalui platform yang disebut self-serve.

Melalui fitur barunya tersebut, kini Tiktok dikabarkan tengah melakukan kerjasama dengan pemerintah lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengajak lebih banyak pelaku usaha kecil, menengah, hingga besar dalam memanfaatkan fitur TikTok for Business untuk promosi produk-produk mereka.

Pandhu Wiguna selaku Lead of Client Partner TikTok Indonesia menuturkan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak secara langsung bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, TikTok for Business hadir sebagai tempat untuk mendapatkan komunitas atau pasar baru buat UKM/UMKM di Indonesia.

“Dengan latar belakang ini, kami ingin meluncurkan platform ini sehingga UKM/UMKM dapat melakukan promosi lewat TikTok for Business. Pelaku usaha dapat mengakses laporan promosinya secara real time,” ujarnya kepada tim Gadgetren melalui telekonferensi video Zoom.

Dalam program ini juga, TikTok akan memberikan 100 juta USD secara global untuk pelaku usaha yang telah bergabung dan tentunya sudah diverifikasi lebih dulu. Pandhu mengatakan bahwa dana tersebut terbagi menjadi senilai 300 USD yang dapat digunakan sebagai kredit iklan untuk mempromosikan produk pelaku usaha.

Lebih jauh melalui kerjasama dengan pemerintah yang bernama Back-To-Business, Odo Manuhutu selaku Deputi Parekraf Kemenko Maritim mengungkapkan bahwa pemerintah dengan TikTok akan mendukung pelaku usaha Indonesia memperluas pasar atau komunitasnya yang telah tersusun dalam beberapa program khusus.

Di antaranya membuat #UMKMChallengeCheck, yakni tantangan untuk menunjukkan produk UMKM yang dibeli. Kemudian mempromosikan UMKM Indonesia pada laman discover dengan trending hastag, seperti #DukungUMKM dan #BanggaBuatanIndonesia.

TikTokForBusinessOffice

Namun diketahui bahwa tidak semua pelaku usaha mengenal atau bisa menggunakan TikTok terutama yang berada di luar pulau Jawa dan Bali. Mengenai hal ini Tiktok bersama pemerintah juga akan melakukan pelatihan dan terjun langsung ke lapangan.

“Selanjutnya memberikan pendampingan atau pelatihan penggunaan fitur Self-Serve kepada pelaku usaha untuk membuat konten yang menarik. Dukungan fasilitas berupa kredit iklan bagi pelaku usaha, termasuk ekonomi kreatif, dengan pertimbangan khusus untuk luar pulau Jawa,” tambahnya.

Tak ketinggalan, TikTok bersama Kemenparekraf juga akan membuat video tutorial fitur Self-Serve untuk dihubungkan dengan konten e-learning yang bisa diakses melalui situs banggabuatanindonesia.co.id dan sekaligus mendorong pelaku usaha di seluruh Indonesia untuk go digital melalui situs tersebut.

Odo juga menantang TikTok untuk siap ke pelosok-pelosok di luar pulau Jawa dan Bali guna memperkenalkan fitur TikTok for Business ini. “Kami siap memperkenalkan fitur ini kepada UKM/UMKM di luar pulau Jawa dan Bali. Kami terbuka untuk pelaku usaha dari manapun. Kami sangat inklusif ke seluruh UKM/UMKM. Jika mempunyai izin usaha di Indonesia, mereka bisa langsung daftar dan akan diverifikasi,” jelasnya.

Ke depannya, Odo mengutarakan bahwa target pelaku usaha di Indonesia yang bakal diajak masuk ke platform TikTok for Business mencapai 2 juta UKM/UMKM sampai akhir tahun 2020.

Tinggalkan Komentar