Berita

Gojek Ingatkan Pentingnya Menjaga Keamanan Data Privasi Digital Dalam Masa Pandemi

Aman Beraktivitas di Platform Digital Selama Pandemi COVID-19 Header.

Gadgetren – Centre for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menggelar diskusi online yang mengusung tema Aman Beraktivitas di Platform Digital Selama Pandemi COVID-19 bersama GoPay, Dirjen APTIKA, dan Komisi 1 DPR.

Ir. Tony Seno Hartono, M. Ikom selaku Adjunct Researcher CfDS UGM menuturkan bahwa pengetahuan yang minim mengenai keamanan daring kerap memperbesar potensi kejahatan penipuan berteknik memanipulasi psikologis (magis).

“Teknik ini sifatnya sederhana, tidak perlu meretas sistem namun dampaknya luar biasa. Kami mengamati selama masa pandemi, penipuan jenis ini tetap ada dan cenderung meningkat,” ujarnya kepada tim Gadgetren saat konferensi virtual berlangsung.

Teknik magis ini merupakan teknik lama yang menyasar pengguna yang kurang waspada dalam bertransaksi daring dan memancing korban untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu ATM, bahkan bisa sampai password dan nama ibu kandung. Umumnya pelaku pun menggunakan iming-iming atau mengatasnamakan lembaga resmi.

Dalam kesempatan yang sama, Genesha Nara Saputra Senior Vice President IT Governance, Risk & Compliance, GoPay menjelaskan bahwa sistem pihaknya telah diamankan dengan Gojek SHIELD yang merupakan teknologi keamanan kelas dunia yang menjamin keamanan pengguna saat menggunakan aplikasi Gojek.

“Gojek SHIELD diaplikasikan di seluruh aplikasi konsumen, merchant, dan mitra driver. Penerapan Gojek SHIELD memungkinkan adanya perlindungan keamanan berlapis melalui penerapan verifikasi PIN dan yang tidak kalah mutakhir adalah intervensi chat berbasis artificial intelligence guna mencegah aksi penipuan bermodus manipulasi psikologis,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, GoPay dan Gojek secara proaktif telah mengedukasi masyarakat Indonesia melalui inisiatif #AmanBersamaGojek yang juga didukung oleh Kemkominfo untuk lebih waspada dalam aktivitas daring serta memberikan ekstra proteksi keamanan Jaminan Saldo Gopay Kembali untuk menunjang kenyamanan transaksi pengguna.

Hendri Sasmita Yuda selaku perwakilan dari Direktur Jenderal APTIKA, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa penyelenggara sistem wajib memberikan keamanan bagi konsumen dan melakukan edukasi berkelanjutan.

“Kami juga menyediakan sistem kanal pelaporan kalau terjadi kebocoran data atau konten-konten illegal dari situ kita melakukan pemrosesan. Contohnya sistem AIS untuk pemblokiran pencarian ketika menemukan konten tidak baik dan akan dilakukan tindakan komunikasi maupun eksekusi,” terangnya.

Tak ketinggalan, Muhammad Farhan selaku Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI turut memberikan edukasi akan pentingnya menjaga keamanan dompet digital pengguna. Pasalnya, konsumen merupakan pihak yang memiliki kendali atas isi dari dompet digital dan bagaimana memanfaatkannnya.

“Paling penting buat kita, setiap ada kemudahan ada harganya, gak mungkin diberikan secara gratis. Menggunakan Gojek misalnya, kita siap memberikan data privasi, semua keputusan ada di tangan konsumen,” tuturnya.

Menurutnya, apapun akan tetap menjadi percuma meskipun ada berbagai regulasi bila pengguna tidak cukup sadar akan konsekuensi versus keuntungan yang diterima. “Saran saya, jadilah orang yang perhitungan banget dalam menghitung  rasio keuntungan untuk kita sendiri sebelum kita melakukan transaksi apapun,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar