
Gadgetren – Kalau kamu ingin meng-upgrade kunci rumah dari yang biasa menjadi lebih canggih, smart door lock bisa menjadi salah satu pilihan.
Perangkat seperti ini kini semakin umum digunakan di Indonesia termasuk dua produk terbaru dari Secure yang didistribusikan oleh PT Datascrip yaitu Premium Lock L1 dan Eazy Lock E1.
Eazy Lock E1 mendukung empat metode pembukaan kunci yaitu menggunakan password, kartu NFC, sidik jari, dan kunci mekanik. Sementara itu Premium Lock L1 menawarkan metode yang lebih lengkap dengan tambahan pemindaian sidik telapak tangan dan wajah.
Penasaran dengan kemampuan keduanya, saya pun mencoba langsung kedua perangkat ini untuk mengulik fitur-fitur yang ditawarkan.
Premium Lock L1

Saya mulai dengan Premium Lock L1 karena smart door lock ini tampil sangat berbeda dibandingkan kunci pintu biasa. Selain desainnya yang modern, perangkat ini juga dibekali berbagai fitur pintar termasuk kamera di bagian atas.
Material aluminium yang digunakan membuat bodinya terasa kokoh sekaligus premium saat disentuh. Sementara panel depannya menggunakan tempered glass karena pengoperasiannya kebanyakan dilakukan melalui sentuhan.
Untuk mengelola akses mulai dari menambahkan sidik jari, wajah, hingga metode autentikasi lainnya, semuanya dilakukan melalui panel numerik yang tersedia.
Proses penambahan data juga tergolong mudah karena tersedia layar mini yang menampilkan navigasi beserta berbagai informasi terkait perangkat.

Metode pembukaan menggunakan password, wajah, maupun sidik jari terasa sederhana dan tidak jauh berbeda dengan cara membuka kunci handphone yang biasa kita gunakan.
Untuk fitur pemindaian wajah, mungkin ada yang bertanya apakah sistem ini bisa dikelabui menggunakan foto di layar handphone atau hasil cetakan.
Saya sempat mencobanya menggunakan foto wajah saya sendiri, tetapi Premium Lock L1 tidak menganggapnya sebagai data wajah yang valid.
Saat proses perekaman wajah pun pengguna diminta menghadap ke beberapa sisi agar sensor dapat memindai wajah dengan lebih akurat. Dari pantauan saya, perangkat ini tampaknya menggunakan kamera khusus untuk pemindaian wajah.
Selain itu, Premium Lock L1 juga mendukung pemindaian sidik telapak tangan. Konsepnya mirip seperti pemindaian wajah, hanya saja sensor akan merekam pola telapak tangan sebagai metode autentikasi.

Metode pembukaan yang paling menarik bagi saya justru menggunakan kartu NFC. Kita cukup merekam kartu NFC ke perangkat ini, lalu selanjutnya cukup menempelkan kartu ke panel untuk membuka pintu.
Menariknya lagi, jika memiliki handphone yang mendukung kunci digital seperti Samsung Wallet pada Galaxy S26 Ultra yang saya gunakan, data kartu NFC tersebut bisa disalin ke handphone.
Setelah itu saya cukup menempelkan handphone ke panel untuk membuka pintu tanpa perlu membawa kartu lagi.

Lalu bagaimana saat ingin membuka pintu dari dalam rumah? Tidak perlu repot-repot menggunakan salah satu metode autentikasi tersebut. Cukup putar gagang pintu bagian dalam, maka kunci akan langsung terbuka secara otomatis.
Premium Lock L1 juga menyediakan fitur penguncian manual melalui knob yang berada di bawah gagang bagian dalam. Saat mode ini diaktifkan, pintu tidak bisa dibuka sama sekali dari panel bagian luar sehingga memberikan keamanan tambahan di situasi tertentu.

Fitur menarik lainnya adalah layar di bagian dalam yang memungkinkan kita melihat orang di depan pintu melalui kamera bawaan. Dengan begitu kita bisa berbicara dengan tamu tanpa harus membuka pintu terlebih dahulu.
Premium Lock L1 juga dapat terhubung ke jaringan WiFi rumah sehingga bisa diakses dari jarak jauh melalui handphone. Fitur ini memang agak tersembunyi karena harus masuk ke menu admin.

Namun setelah perangkat terhubung ke akun Tuya, kita dapat menggunakan aplikasinya untuk melakukan berbagai hal, mulai dari membuka kunci, melihat tangkapan kamera, hingga berbicara dengan orang yang berada di depan pintu secara jarak jauh.
Eazy Lock E1

Smart door lock lain dari Secure yaitu Eazy Lock E1 hadir dengan fitur yang lebih sederhana, sebanding dengan harganya yang lebih terjangkau. Ukurannya pun tidak jauh berbeda dengan gagang pintu biasa sehingga tampil lebih minimalis.
Sama seperti Premium Lock L1, Eazy Lock E1 menggunakan material aluminium yang memberikan kesan kokoh dan premium.
Perangkat ini mendukung tiga metode pembukaan yaitu password, sidik jari, dan kartu NFC yang juga bisa diduplikasikan ke handphone.
Namun Eazy Lock E1 tidak mendukung akses jarak jauh melalui WiFi, tidak ada layar info navigasi setelan perangkat, serta tidak memiliki fitur pemindaian wajah maupun sidik telapak tangan.

Di luar itu, cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan Premium Lock L1. Menurut saya, posisi sensor sidik jarinya justru terasa lebih natural karena berada di bagian luar handle, bukan di sisi dalam seperti pada Premium Lock L1.
Kedua perangkat ini sama-sama menggunakan tenaga listrik. Premium Lock L1 dibekali baterai lithium berkapasitas 5.000mAh yang dapat diisi ulang sedangkan Eazy Lock E1 menggunakan empat baterai AA.

Jika baterainya habis, tidak perlu khawatir karena keduanya tetap bisa diberi daya darurat melalui port USB Type-C yang posisinya tersembunyi.
Pada Eazy Lock E1, port tersebut berada di bagian bawah gagang pintu. Sementara pada Premium Lock L1, letaknya berada di balik gagang pintu yang bisa dibuka melalui tombol khusus.
Di dekat port USB Type-C tersebut juga tersedia slot untuk memasukkan kunci mekanik. Jadi jika benar-benar tidak ada sumber listrik, pintu tetap dapat dibuka menggunakan kunci biasa.

Kedua smart door lock ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp5.500.000 untuk Premium Lock L1 dan Rp1.500.000 untuk Eazy Lock E1. Keduanya juga dibekali garansi resmi selama 3 tahun dari PT Datascrip.
Sejauh ini pengalaman saya menggunakan keduanya cukup mengasyikkan terutama Premium Lock L1 yang menawarkan berbagai fitur pintar dan terasa lebih lengkap.
Namun perlu diperhatikan bahwa dimensi mortise kedua perangkat ini sedikit berbeda dibandingkan kunci pintu konvensional. Artinya, kemungkinan pintu perlu dimodifikasi terlebih dahulu. Selain itu pastikan juga ketebalan pintu berada pada kisaran 40-120 mm agar kompatibel.


Tinggalkan Komentar