Gadgetren – Meskipun awalnya diciptakan untuk menunjang content creator di TikTok, namun seiring berjalannya waktu CapCut sudah digunakan banyak orang untuk membuat video yang dapat diterbitkan atau publish berbagai platform.
Pada aplikasi CapCut terdapat berbagai efek, animasi, dan filter instan yang dapat membuat video yang dibuat terlihat menarik ketika diunggah ke media sosial. Menariknya lagi kamu dapat mengatur output resolusi, frame, dan bitrate dari video yang dihasilkan dari CapCut.
Untuk resolusinya dapat diatur mulai dari kualitas yang terkecil 480p hingga 4K sedangkan untuk frame rate dapat diatur dari 24fps hingga 60fps. Dengan pengaturan ini, tentunya kamu dapat melakukan kompres dari video berukuran besar menjadi lebih kecil dengan menggunakan aplikasi CapCut.
Cara Kompres Video di CapCut
- Buka aplikasi CapCut
- Pada halaman Edit (utama), tekan tombol New Video
- Pilih video yang ingin dikompres dari Galeri
- Apabila video yang dipilih sudah benar, tekan tombol Add
- Selanjutnya, video akan berada di timeline editor CapCut
- Edit video dengan memotong footage, menambahkan filter atau efek, mempercepat atau memperlambat, dan lainnya
- Pada bagian atas, pilih tombol AI UHD tepat di sebelah Export
- Kurangi resolusi, frame, dan bitrate dari video yang sedang diedit untuk mengompres video
- Misalnya menjadi 720p, frame rate menjadi 30fps, dan bitrate (Mbps) menjadi 50
- Untuk lebih memperkecil file, kamu dapat menonaktifkan fitur AI Ultra HD dan Optical Flow
- Apabila semua sudah selesai diatur, maka tekan tombol Export dan ikuti proses hingga selesai
Apabila kamu bandingkan, hasil video dari kompres di CapCut akan mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan video aslinya. Namun perlu dicatat bahwa penurunan resolusi akan membuat pengurangan kualitas video dibandingkan aslinya.
Meskipun begitu, video yang telah dikompres akan mempunyai ukuran file yang jauh lebih kecil sehingga masih bisa dimaklumi. Biasanya sebagian pengguna ingin mengecilkan ukuran video disebabkan batas maksimum file yang diunggah tidak boleh terlalu besar.
Apalagi terkadang Instagram dan TikTok mempunyai batasan ukuran video yang dapat diunggah. Dengan proses kompresi ini tentunya membuat video dapat diunggah untuk dipublikasikan ke banyak orang.
Bisa juga terkadang video yang berkapasitas terlalu besar terasa lama untuk dibagikan kepada orang lain karena lokasi tempatnya berada sedang memiliki koneksi yang tidak stabil dan tidak terlalu cepat.
AI ultra HD sendiri merupakan fitur canggih CapCut yang memungkinkan AI (Artificial Intelligence) untuk membuat video mengalami peningkatan mulai dari kualitas, kejernihan, dan berjalan dengan mulus.
Sementara Optical Flow merupakan fitur dari CapCut yang dibantu AI untuk bisa membuat gerakan video yang awalnya agak patah-patah atau kaku menjadi lebih halus setelah proses ekspor selesai.
Proses kompresi video di CapCut sangat mudah untuk dilakukan. Namun tentunya kamu juga perlu mengatur resolusi, frame rate, dan bitrate yang tepat agar videonya berjalan mulus dan berkualitas bagus dalam ukuran file yang lebih kecil.


Tinggalkan Komentar