Berita Perangkat Pintar

Beli Makanan dan Minuman Praktis di OVO SmartCube Cuma Pakai OVO

OVO SmartCube Feature

Gadgetren – Kini OVO telah masuk dalam 3 besar layanan pembayaran digital yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Sekilas, OVO sendiri merupakan platform penyedia layanan pembayaran, rewards, dan layanan keuangan yang bekerja sama dengan banyak merchant di Indonesia.

Setelah sukses dalam peluncuran tahap pertama di bulan Juni 2019 silam, hari ini OVO secara resmi mengumumkan OVO SmartCube yang akan melakukan ekspansi ke lebih banyak kota besar di Indonesia. Untuk saat ini, sudah 30 OVO SmartCube hadir di beberapa titik, mulai dari perkantoran, rumah sakit, mall, dan sekolah.

Sementara itu, Vira Shanty selaku Chief Data Officer OVO mengatakan bahwa rencananya OVO akan menghadirkan 100 OVO SmartCube pada akhir tahun 2019 di beberapa titik di Indonesia, 500 OVO SmartCube pada tahun 2020, dan 1.000 OVO SmartCube pada tahun 2021 mendatang.

Tentu saja hal ini sangat menarik karena OVO SmartCube merupakan vending machine pintar pertama di Indonesia yang mempunyai kemampuan analisis data secara real-time dengan menyuguhkan pengalaman digital interaktif sehingga mampu menyesuaikan produk serta layanan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna.

Pada acara ini, OVO membawa 2 unit OVO SmartCube untuk didemonstrasikan pada media yang hadir. Kedua OVO SmartCube pun mempunyai produk yang berbeda, dimana pada OVO SmartCube yang pertama berisi minuman mulai dari minuman ringan, air mineral, susu, yoghurt, dan masih banyak lagi.

Sementara pada OVO SmartCube kedua berisi cemilan Granola dan kopi. Untuk OVO SmartCube yang pertama, saya bisa membeli minuman langsung menggunakan OVO dengan harga Rp 1 untuk produk apapun.

Sementara pada OVO SmartCube yang kedua, saya dapat membeli cemilan Granola atau kopi sesuai dengan notifikasi dari hasil analisis tim OVO mengenai kebiasaan atau behaviour pengguna OVO pada saat membeli produk selama sejauh ini.

OVO SmartCube Demo

Saya sendiri mendapatkan notifikasi untuk membeli kopi hanya Rp 1 pada OVO SmartCube kedua. Sementara media lain ada yang mendapatkan notifikasi untuk membeli cemilan Granola dengan Rp 1.

Pada saat saya mencoba untuk membeli cemilan Granola, otomatis OVO SmartCube menolak permintaan saya. Pada kasus OVO SmartCube kedua ini, pihak OVO ingin membuktikan bahwa telah menganalisis kebiasaan pembelian pengguanya pada saat menggunakan OVO pada beberapa minggu sebelumnya hingga saat ini.

Sementara untuk harga Rp 1 yang hadir pada OVO SmartCube pertama dan kedua ini, pihak OVO ingin memberitahukan bahwa pada periode tertentu, OVO dan brand yang bekerja sama akan melakukan promo maupun kampanye produk pada titik tertentu agar dapat menarik minat pembelinya.

ovo smartccube bearbrand

Secara lengkapnya, Vira mengungkapkan bahwa kemampuan analisis data secara real-time dari OVO SmartCube ini dapat merekam secara lengkap tingkah laku dan demografi pelanggan yang bertransaksi di vending machine pintar tersebut, mulai dari usia, jenis kelamin, lokasi, spending power, dan perangkat yang digunakan oleh pelanggannya.

Vira juga menambahkan bahwa kemampuan analisis data dari OVO SmartCube juga mampu mengevaluasi preferensi konsumen dan menyediakan informasi secara instan dan akurat, misalnya mengenai waktu yang digunakan untuk belanja maupun mengenai produk yang seri dibeli oleh pengguna OVO.

Pihak OVO sendiri memberikan akses informasi terhadap brand mitra dalam bentuk Insight yang dapat dimanfaatkan oleh brand mitra untuk memberikan penawaran-penawaran sesuai dengan target.

ovo smartcube mencoba qr

Untuk mendekatkan brand dengan konsumennya, OVO SmartCube juga dibekali dengan beberapa fitur, mulai dari memberikan contoh produk, pemasangan iklan, penjualan, survei, layanan isi ulang (top-up), beragam program diskon atau voucher, dan menampilkan video iklan dari brand untuk menawarkan produknya.

Selain memberikan kemudahan pada pengguna OVO untuk melakukan pembelian di OVO SmartCube, pihak OVO juga berharap dapat membantu mitranya dalam mendapatkan informasi mengenai kebiasaan penggunanya agar produknya dapat terjual sesuai target.

Tinggalkan Komentar