
Gadgetren – Acer secara resmi telah menghadirkan laptop untuk kreator bernama Swift X 14 AI yang tidak hanya dilengkapi oleh spesifikasi unggulan melainkan juga dukungan AI yang memadai.
Tim Gadgetren pun berkesempatan untuk menjajal Acer Swift X 14 AI (SFX14-73G) yang dijual di Indonesia dengan harga mencapai Rp 33.499.000 dimana di dalamnya membawa Intel® Core™ Ultra 9 Processor 285H dan kartu grafis yang lumayan gahar.
Untuk memberikan ketenangan dari risiko tak terduga kepada penggunanya, laptop ini turut dibekali pula garansi servis dan sparepart selama 3 tahun, perlindungan Accidental Damage Protection selama 1 tahun, serta garansi internasional selama 1 tahun.
Fitur dan Spesifikasi
- CPU: Intel® Core™ Ultra 9 Processor 285H
- GPU: RTX 5060 Graphics (8GB)
- RAM: 32 GB LPDDR5X Dual Channel
- Penyimpanan: 1TB SSD NVMe Gen4
- Layar: OLED 14,5″ Touch, 2880×1800 pixel, 16:10, 100% DCI-P3, Refresh Rate 120 Hz, EyeSafe 2.0 Certified, Calman Certified
- Baterai: 76Wh Li-ion
- Port: 2x USB Type-C / Thunderbolt™ 4, 2x USB Type-A Gen 3.0, microSD slot, Combo Audio Jack 3.5mm, HDMI 2.1
- Konektivitas: Wi-Fi 6E, Bluetooth LE
- OS: Windows 11 Home
Acer Swift X 14 AI ditenagai oleh Intel® Core™ Ultra 9 Processor 285H yang memiliki dukungan Intel® AI Boost untuk kinerja maksimal serta kartu grafis RTX® 5060 yang sudah dilengkapi pula oleh MUX Switch untuk memastikan latensi lebih rendah dan performa lebih tinggi.
Fitur Intel® Stable Diffusion yang dimilikinya disebut memungkinkan CPU, GPU, dan NPU dapat dikombinasikan untuk menghadirkan akselerasi proses saat pengolahan grafis hingga performa yang maksimal khususnya saat menggunakan fungsi AI.
Dengan bodi yang memiliki bobot 1,5 kg dan ketebalan 1,79 cm, Swift X 14 AI telah mendapatkan sertifikasi MIL-STD-810H yang berarti telah melewati berbagai pengujian kelas militer dimana memungkinkannya dapat tetap beroperasi saat digunakan dalam berbagai kondisi ekstrem.
Pada bagian touchpad bahkan sudah dilapisi oleh Gorilla Glass untuk membuatnya lebih tahan terhadap goresan. Touchpad ini sudah dibekali teknologi haptic feedback dengan dukungan stylus tersertifikasi MPP 2,5 (dijual terpisah) untuk pengguna yang membutuhkan input tersebut.
Menurut halaman resminya, layar OLED pada laptop ini memiliki akurasi warna yang tinggi berkat cakupan gamut 100% DCI-P3 (profil warna sRGB, DCI-P3 dan Adobe RGB dapat diatur di aplikasi Acer Sense) serta sudah mendapatkan sertifikasi Calman dengan Delta E<2 yang mana penting untuk para pekerja kreatif dan kreator yang perlu gambar tampil sebagaimana aslinya.
Tampilan dan Desain

Swift X 14 AI memiliki tampilan penutup yang terlihat kalem dengan warna bertekstur metalik serta tulisan Acer Swift X di pojok sehingga akan netral untuk digunakan dalam berbagai kesempatan baik formal maupun kasual.

Pada sisi kiri terdapat dua USB-C dengan logo Thunderbolt, HDMI 2.1, dan USB Type-A Gen 3.0 yang ditemani lampu daya dan proses di sampingnya.

Pada sisi kanan terlihat lebih sepi karena hanya ada USB Type-A Gen 3.0, combo audio jack 3.0, microSD slot, dan kensington lock.

Layar terlihat mampu memproduksi warna dengan cerah dan hidup berkat panel OLED yang dimilikinya. Selain itu permukaannya bersifat glossy bukan matte yang mana membuat warna lebih menonjol, namun cahaya eksternal lebih mudah memantul. Layar ini juga sudah mendukung sentuhan jari untuk navigasi (tidak untuk stylus).

Keyboard tanpa numpad ini memiliki tuts datar yang selaras dengan desain presisi secara keseluruhan serta backlit cahaya warna putih untuk membantu dalam kondisi gelap. Terdapat tombol khusus Acer My Key, AcerSense, dan Copilot untuk akses instan ke fitur tersebut.
Touchpad laptop ini memiliki permukaan yang sangat luas dengan tanpa ada ruang vertikal yang terbuang. Permukaannya terasa halus yang memudahkan jari untuk menelusur dan menavigasikan kursor. Touchpad ini memiliki sensasi taktil yang baik ketika ditekan.

Laptop ini sudah mendukung Windows Hello menggunakan pendeteksian wajah. Webcam mendukung resolusi FHD (1920 x 1080) dan tidak memiliki privacy shutter fisik.
Hasil Tes dan Benchmark

Melalui HWiNFO, CPU tercatat menggunakan Intel® Core™ Ultra 9 Processor 285H dengan TDP 45W dan Turbo Max mencapai 5.4 GHz. Prosesor ini memiliki 6 P-Core dan 8+2 E-core dengan total 16 Thread untuk memberikan performa optimal.
GPU mengandalkan NVIDIA RTX 5060 Laptop dengan VRAM sebesar 8GB. RAM pun cukup besar dengan kapasitas 32GB dan sudah berteknologi LPDDR5. Menariknya SSD NVMe 1TB yang tersemat di dalamnya merupakan dari Micron kerap digolongkan sebagai yang sangat bisa diandalkan.

Kemampuan prosesor dari laptop ini tercatat cukup tinggi dengan skor 929 poin untuk Multi-Core dan 122 poin untuk Single-Core pada pengujian Cinebench 2024.

Pada Cinebench 2026 yang lebih baru, untuk CPU mendapatkan total 3.836 poin untuk Multi Threads dan 485 poin untuk Single Thread yang mana membuatnya menjadi salah satu teratas dari daftar ranking yang ada. Sementara untuk GPU mendapatkan 39.059 poin.

Untuk kinerja lebih umum, Swift X 14 AI mendapatkan skor mencapai 7.646 poin yang mana untuk masing-masing kategori terbagi menjadi Essentials sebesar 10.624 poin, Productivity 9.504 poin, dan Digital Content Creation sebesar 12.011 poin.

Ditenagai oleh baterai 76Wh sebagai sumber dayanya, laptop ini berhasil mendapatkan skor hingga 10 jam pada pengujian PCMark 10 yang mana membuktikan efisiensi dari prosesor yang dimilikinya.

Berkat adanya GPU GeForce RTX 5060 di dalamnya, laptop ini mempunyai kemampuan rendering yang mumpuni dimana mendapatkan 1088 sample per minute untuk monster, 876 sample per minute untuk junkshop, dan 717 sample per minute untuk classroom.

Menguji pengolahan grafisnya, 3DMark Steel Nomad mencatatkan skor mencapai 1.869 poin yang mana cukup untuk kebanyakan game masa kini.

SSD NVMe yang dibenamkan mampu memberikan kecepatan Baca hingga 6989,52 MB/s dan Tulis 4918,55 MB/s yang mana tergolong sangat cepat.

Pengujian NPU dari prosesornya melalui Geekbench AI mencatatkan skor 4.887 poin untuk Single Precision, 1.988 poin untuk Half Precision, dan 8.958 poin untuk Quantized.

Pengujian gaming pada Shadow of Tomb Raider memperlihatkan bahwa laptop ini bisa menghadirkan performa mulus dengan rata-rata 75 FPS pada pengaturan preset grafis Highest dan resolusi native.

Pada game AAA yang tergolong berat ini, rata-rata FPS yang didapat bisa mencapai 42 FPS pada pengaturan Ray Tracing: Low dan resolusi native dengan DLSS aktif.

Kamera webcam menangkap gambar dengan cukup baik tanpa ada bagian yang memiliki eksposur berlebihan. Detail pun terlihat dengan baik dengan ketajaman yang sudah memadai untuk video call.
Pengalaman Penggunaan
Pertama kali saya memegang Swift X 14 AI langsung merasakan bagaimana premium laptop ini berkat bodinya yang solid dan material yang memberikan keyakinan akan kualitas pembuatannya. Tidak mengherankan karena laptop ini memang sudah mendapatkan sertifikasi militer.
Penutup layarnya pun dapat diangkat dengan mudah hanya menggunakan satu jari saja. Bodinya yang ramping dan bobot hanya 1,5 kg memudahkan untuk dibawa ke mana saja bahkan ditenteng sekalipun. Tentunya disimpan dalam tas pun tidak terlalu terasa membebani.
Setelah membukanya tentu yang langsung menarik perhatian matar merupakan layarnya yang terlihat sangat memukau dengan warna yang cerah. Bezelnya yang tipis serta rasio 16:10 membuat layarnya terasa luas untuk menikmati berbagai jenis konten.

Tidak dipungkiri layar OLED dengan resolusi tinggi merupakan kombinasi ampuh karena memungkinkan pengalaman visual yang dapat membuat seseorang tidak lagi ingin kembali ke panel IPS. Ditambah lagi layarnya juga sudah mendukung refresh rate 120Hz sehingga gerakan dan animasi terasa lebih mulus.
Layarnya juga dibekali Acer Light Sensing yang dapat menyesuaikan tingkat kecerahan dengan kondisi sekitar layaknya pada ponsel. Fitur ini menurut saya berfungsi dengan baik dan memilihnya tetap aktif karena membuat layar lebih nyaman ditatap saat kondisi gelap tanpa perlu repot mengatur sendiri.
Keyboard laptop pas dengan selera saya yang suka low profil, namun masih nyaman ketika ditekan dan memiliki kestabilan tuts yang sangat baik. Mungkin kurang taktil untuk sebagian orang, namun keyboard ini menurut saya seimbang antara akustik dan sensasi tanpa ada yang terlalu berlebihan.

Tentu yang tidak biasa merupakan touchpad-nya yang sangat luas sehingga memungkinkan saya tidak harus selalu mengandalkan mouse eksternal kalau bukan untuk aktivitas yang memang sangat membutuhkannya. Pasalnya saya bisa menggerakkan kursor dari ujung ke ujung layar dengan cukup bebas.
Sebagai laptop yang menyasar para kreator, spesifikasi yang dibawanya sudah tidak perlu diragukan lagi berkat kombinasi Intel® Core™ Ultra 9 Processor 285H dan NVIDIA® RTX® 5060. Seluruh aktivitas dan pekerjaan yang saya lakukan dapat dilibas oleh laptop ini tanpa adanya kendala sama sekali.
Edit video ringan menggunakan DaVinci pun bisa saya lakukan dengan lancar sehingga melakukan pekerjaan kreatif pun seharusnya. Begitu juga untuk bermain game yang terbukti dapat dijalankan dengan FPS yang sudah lebih dari cukup untuk bisa dinikmati, salah satunya berkat dukungan DLSS 4.

Pastinya tidak hanya itu saja karena laptop ini didukung oleh NVIDIA Studio Driver bukan Game Ready seperti biasa yang mana membuka lebih banyak aplikasi produktivitas serta membantu dalam berbagai hal seperti Broadcast untuk kebutuhan streaming hingga Canvas untuk berkreasi lewat gambar.
Berbagai fitur andalan dari Acer pun turut dihadirkan seperti PurifiedView 2.0 yang bisa diakses cepat lewat Quick Panel saat webcam aktif serta PurifiedVoice untuk pengaturan audio agar konferensi dapat berlangsung lebih optimal. Kualitas webcam sendiri terbilang sudah memadai untuk kebutuhan video call.

Secara keseluruhan, Acer Swift X 14 AI (SFX14-73G) merupakan laptop premium yang menawarkan keseimbangan sempurna antara performa, portabilitas, dan fungsionalitas yang membuatnya cocok untuk digunakan oleh berbagai kalangan khususnya para kreator, profesional, dan enthusiast.
Dalam bodinya yang ramping terdapat kinerja yang bisa diandalkan untuk banyak kebutuhan serta baterai tahan lama untuk digunakan dimanapun dengan praktis tanpa perlu harus kompromi. Apalagi sudah mendukung untuk kebutuhan AI yang mana akan semakin relevan di masa mendatang.


Tinggalkan Komentar