ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA
Berita

Bersama AWS, AI dan Cloud Kini Bantu Analisis Penelitian Penyakit Langka Secara Global

Amazon AI

Gadgetren – Teknologi AI telah merambah ke berbagai bidang dan industri berkat kemampuannya yang dapat menganalisis dan memahami pola.

Bidang medis pun tak lepas dari pemanfaatan AI serta cloud untuk mendapatkan solusi lebih cepat khususnya untuk penelitian penyakit langka secara global seperti yang ditulis oleh Rowland Illing selaku AWS Chief Medical Officer and Director of Global Healthcare and Nonprofits mengenai peran AI dalam menjawab tantangan di dunia kesehatan.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit langkah menjadi kondisi yang dialami sekitar 1 dari 2.000 orang dengan total mencapai 300 juta orang di seluruh dunia yang mana mengidap salah satu dari sekitar 7.000 penyakit langka.

Ada banyak sekali tantangan yang dihadapi pada penyakit langka misalnya penyakit saraf motorik, cystic fibrosis, Duchenne muscular dystrophy, dan hemofilia memiliki suatu kesamaan seperti disebabkan oleh variasi genetik. Hal ini membuat diagnosis dan mengakomodasi kebutuhan menjadi lebih sulit.

Penyakit langka juga tidak hanya disebabkan faktor genetik saja karena bisa juga akibat infeksi, virus, respons autoimun, hingga mutasi genetik sporadis secara tiba-tiba. Selain itu terkadang penyakit langka hanya menyerang individu di kondisi tertentu yang membuatnya kurang mendapat perhatian.

Oleh karena itu riset mendalam perlu dilakukan dalam proses mendiagnosis penyakit langka dimana Genomics England yang bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) dan Illumina mulai mengintegrasikan analisis genomik agar dapat memastikan kasus penyakit langka lebih cepat saat proses diagnostik.

NHS Genomic Medicine Service (GMS) yang didukung Genomics England bahkan telah mengurut lebih dari 100.000 genom untuk pasien yang diduka mengidap penyakit langka untuk mengungkap kondisi yang dialami

Rowland Illing selaku AWS Chief Medical Officer and Director of Global Healthcare and Nonprofits

Rowland Illing selaku AWS Chief Medical Officer and Director of Global Healthcare and Nonprofits

Tidak hanya itu saja, cloud computing juga bisa membantu dalam mengembangkan terapi antisense oligonucleotides (ASO) dan ribonucleic acids (RNA) yang merupakan pengobatan untuk mengelola gen penyebab penyakit.

Teknologi cloud dan AI berpotensi untuk membantu inisiatif yang fokus menangani penyakit langka dalam skala yang lebih besar lagi sehingga mempermudah akses maupun memungkinkan pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau.

AWS pun bekerja sama dengan National Center for Biotechnology Information dari National Library of Medicine untuk membuat Sequence Read Archive (SRA) yang mana merupakan salah satu repositori data pengurutan genom terbesar yang dapat diakses secara bebas melalui AWS Open Data Sponsorship Program.

Repositori ini mendorong para peneliti dalam melakukan kolaborasi global karena dapat menemukan dan mengambil data pengurutan genom dari berbagai negara dengan mudah sehingga penelitian di bidang genomika dan penyakit langka bisa berlangsung lebih lancar.

Tidak hanya itu saja, pendeteksian tanda awal penyakit langka lewat analisis berbasis AI juga menjadi salah satu dilakukan. Pasalnya memahami diagnosis penyakit langka pada pasien anak dan bayi terbilang sangat sulit.

AWS pun menerima program pendanaan senilai 10 juta dolar AS untuk riset kesehatan anak dan penyakit langkan dimana teknologi AI dikembangkan untuk memungkinkan analisis gambar dapat dilakukan melalui kamera ponsel.

Hal ini membuat tenaga medis dapat mengetahui perubahan yang sifatnya minor sekalipun pada wajah bayi baru lahir sehingga dapat mendeteksi apakah adanya gangguan genetik langka sejak dini untuk perawatan dan dukungan yang dibutuhkan sedini mungkin.

Teknologi cloud dan AI memungkinkan penderita penyakit langka bisa mendapatkan kualitas hidup yang meningkat dan memastikan kondisi tersebut mendapatkan perhatian. Dengan begitu akan tercipta kesadaran dan dukungan terhadap penyakit langka secara tepat.

ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA

Tentang penulis

Fauzi Rasyad

Editor Gadgetren yang telah berkecimpung sebagai penulis seputar teknologi sejak tahun 2015. Dunia komputer hingga smartphone sudah cukup lama ia geluti karena memang tertarik melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Komentar