Gadgetren – Dibanderol paling terjangkau di lini keluarganya, Samsung Galaxy S26 reguler masih tetap menarik untuk dilirik. Perangkat ini masih dilengkapi dengan berbagai fitur khas flagship.
Galaxy S26 bahkan dapat menjadi pilihan pas buat pengguna yang memerlukan ponsel mungil untuk beraktivitas. Perangkat ini bakal nyaman untuk digunakan dan tak makan tempat ketika disimpan.
Hanya saja dengan harga Rp16.499.000, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli perangkat ini. Kamu yang masih ragu-ragu untuk meminangnya bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan Galaxy S26 terlebih dulu.
Kelebihan Samsung Galaxy S26
1. Dapur Pacu Mutakhir
Meskipun bukan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 For Galaxy seperti model Ultra, Galaxy S26 mempunyai kinerja yang mumpuni. Samsung telah menyematkan chipset flagship yang mutakhir sebagai dapur pacu.
Disebut Samsung Exynos 2600, chipset miliknya memiliki 10 buah inti yang dapat dipacu dengan kecepatan hingga 3,80GHz. Samsung memadukannya bersama pemroses grafis Samsung Xclipse 960.
Yang membuatnya semakin menarik, chipset tersebut mempunyai manufaktur yang lebih kecil ketimbang seri Snapdragon 8 Elite Gen 5. Exynos 2600 telah dikembangkan berdasarkan teknologi 2nm.
Berdasarkan klaim pihak Samsung, chipset tersebut mempunyai kemampuan pemrosesan grafis 23 persen lebih mulus dan kinerja kecerdasan buatan 38 persen lebih canggih ketimbang chipset yang digunakan oleh pendahulunya.
Dengan chipset tersebut, Galaxy S26 tentunya mampu menangani berbagai macam tugas secara lancar. Pengguna dapat mengandalkannya untuk sekadar berkomunikasi, memroses sistem kecerdasan buatan, hingga bermain game.
Sebagai penunjangnya, Galaxy S26 apalagi dilengkapi dengan Vapor Chamber yang didesain ulang. Penyebaran panasnya kini diklaim lebih efisien dengan tingkat disipasi hingga 29 persen lebih baik dari generasi sebelumnya.

Selain itu, Samsung turut memadukan chipset tersebut dengan RAM berkapasitas 12GB dan penyimpanan mulai dari 256GB untuk memastikan ponsel dapat digunakan tanpa khawatir kehabisan memori.
Yang tak kalah menarik, chipset generasi terbaru Samsung tersebut juga dipersenjatai dengan berbagai teknologi yang berfungsi untuk meningkatkan performa visual. Termasuk di dalamnya adalah mobile Digital Natural Image (mDNIe) dan ProScaler.
mobile Digital Natural Image memungkinkan ponsel menyajikan warna yang lebih halus dan hidup. Sementara dengan ProScaler, layar dapat menampilkan foto dan video terlihat lebih jernih.
2. Dukungan AI Semakin Canggih
Bersama dengan peningkatan kemampuan pemrosesan yang diusungnya, Galaxy S26 kini dilengkapi dengan dukungan kecerdasan buatan yang semakin lengkap. Terdapat beberapa fitur baru yang dapat membuat berbagai pengoperasian menjadi lebih praktis dan mudah.
Melalui antarmuka sistem One UI 8.5 yang dikembangkan berdasarkan Android 16, perangkat flagship ini memperkenalkan fitur Now Nudge yang mampu memahami berbagai konteks dalam tampilan layar dan menampilkan rekomendasi tindakan yang sesuai.
Dukungan tersebut misalnya mampu menampilkan berbagai konten yang pas saat teman atau saudara meminta foto tertentu. Saat menerima undangan rapat, Now Nudge akan secara otomatis memeriksa kalender dan memeriksa apakah ada acara yang bertabrakan atau tidak.
Now Brief kini juga semakin proaktif dan personal. Dengan pengingat hingga rekomendasi yang ditampilkan berdasarkan pelacakan kebiasaan canggih, pengguna dapat menjalani rutinitas secara lebih tertata dari sebelumnya.
Asisten virtual Bixby turut membawa peningkatan. Hadir sebagai agen perangkat berbasis percakapan, pengguna bisa berinteraksi dengan Galaxy S26 secara lebih intuitif dan mudah.
Audio Eraser yang sebelumnya hanya mendukung konten di dalam galeri ponsel kini dapat digunakan untuk memperjelas suara dan menekan kebisingan sekitar di berbagai aplikasi pihak ketiga seperti YouTube, Instagram, hingga Netflix.
3. Desain Baru yang Segar
Setelah menggunakan desain panel belakang yang tampak mirip selama beberapa generasi, Galaxy S26 kini hadir dengan tampilan lebih segar. Ketiga cincin kamera belakangnya kini dibingkai menjadi satu.
Bernama Ambient Island, bingkai kamera tersebut menampilkan tonjolan berbentuk kapsul dengan ketiga cincin lensa terpisah yang dibuat lebih menonjol keluar. Desainnya sekilas mengingatkan kita pada Samsung Galaxy S25 Edge.
Untuk pilihan warnanya, pengguna dapat menjumpai Galaxy S26 dalam balutan Cobalt Violet, Sky Blue, Black, White, Silver Shadow, maupun Pink Gold. Perlu diketahui bahwa beberapa di antaranya hanya tersedia melalui laman Samsung.com/id.
Secara teknis, dimensinya kini juga menjadi semakin besar. Perangkat ini kini mempunyai panel layar berukuran seluas 6,3 inci yang mampu menampilkan berbagai konten secara lebih leluasa.
Menariknya dengan ukuran layar yang lebih luas, bodinya masih terbilang sangat ringan. Bobotnya hanya sekitar 167 gram sehingga tidak akan membuat tangan pengguna cepat lelah saat digunakan.
Ponsel satu ini makanya dapat menjadi pilihan pas saat pengguna sedang mencari ponsel mungil bertenaga. Ketebalannya apalagi tergolong sangat tipis di mana hanya mencapai sekitar 7,2 mm saja.
Kekurangan Samsung Galaxy S26
1. Baterai Berteknologi Lawas
Selaras dengan ukuran layarnya, Galaxy S26 sebenarnya membawa baterai yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Perangkat ini kini mengemas kapasitas penyimpanan daya 4.300mAh.
Sayangnya, teknologi yang digunakan memang ketinggalan. Perangkat ini masih mengandalkan baterai litium padahal kebanyakan ponsel menengah-atas mulai memakai silikon-karbon.
Baterai silikon-karbon menawarkan kepadatan energi yang sangat tinggi. Apabila memakai teknologi tersebut, Galaxy S26 bisa mengemas kapasitas penyimpanan daya lebih besar atau bodi yang lebih ramping.
Daya tahan baterai ponsel ini untungnya tergolong sangat baik. Berdasarkan klaim dari pihak Samsung, Galaxy S26 mampu menyala hingga selama 30 jam untuk menonton video secara terus-menerus.
2. Pengisian Daya Ketinggalan
Bukan hanya baterainya saja, dukungan pengisian daya yang dibawa oleh Galaxy S26 juga ketinggalan. Teknologi yang dipakainya tergolong sangat lambat jika dibandingkan dengan berbagai ponsel menengah atas lainnya.
Dalam hal ini, Galaxy S26 masih mengandalkan teknologi 25W Super-Fast Charging. Ada banyak ponsel menengah-atas yang menawarkan dukungan pengisian berdaya lebih dari 45W.
Teknologi tersebut memerlukan waktu lebih lama dalam mengisi daya. Bahkan dalam klaimnya, baterai Galaxy S26 hanya akan terisi hingga kapasitas 55 persen dengan pengisian selama 30 menit.
3. Kamera Tidak Berubah
Dibandingkan dengan pendahulunya, spesifikasi kamera Galaxy S26 tidak banyak berubah. Perangkat ini masih membawa lensa utama 50MP, telefoto 10MP, dan sudut lebar 12MP yang dikombinasikan bersama lensa depan 12MP.
Hal tersebut sangat disayangkan karena kebanyakan ponsel di kelasnya berlomba-lomba menghadirkan konfigurasi lensa yang lebih mumpuni. Beberapa di antaranya bahkan berusaha menggandeng perusahaan optik populer seperti Leica, Hasselblad, hingga ZEISS.
Peningkatan di sektor kameranya hanya terlihat pada hadirnya fitur Horizontal Lock terbaru. Dukungan tersebut dapat menjaga bidikan tetap sejajar meskipun ponsel miring atau berputar 360 derajat.


Tinggalkan Komentar