
Gadgetren – Perbincangan mengenai kehadiran Samsung Galaxy S26 Series semakin meningkat yang mana dikarenakan Galaxy Unpacked 2026 diperkirakan akan diadakan sebentar lagi.
Berbagai rumor mengenai Galaxy S26 Series pun sudah mulai bertebaran di jagat maya mulai dari desain hingga spesifikasi yang kemungkinan akan dibawanya.
Salah satunya Galaxy S26 Ultra yang dirumorkan akan membawa empat kamera yang di antaranya mendukung resolusi hingga 200MP, panel M14 AMOLED, serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600 sebagai pusat dapur pacunya.
Selain itu ponsel flagship dari Samsung ini akan membawa RAM 16GB, penyimpanan hingga 1TB, dan baterai 5.000mAh yang untuk diandalkan menjalankan aplikasi yang semakin berat tanpa kompromi dalam penggunaan sehari-hari.
Beberapa rumor mengatakan bahwa Galaxy S26 Ultra bersama One UI versi terbaru akan memiliki sebuah fitur bernama Privacy display untuk mencegah orang lain untuk melihat konten sensitif yang tengah ditampilkan pada layar.
Menariknya, Samsung telah mengeluarkan sebuah press rilis mengenai sebuah inovasi terbaru untuk fitur yang berfokus pada privasi. Dalam video singkat yang diunggahnya menyajikan sepasang mata yang melirik ke arah sebuah password atau pesan, namun tidak dapat dilihat karena perspektifnya berubah.
Dalam pengumuman resminya tersebut, Samsung menyebutkan bahwa akan memperkenalkan lapisan perlindungan privasi baru dalam waktu dekat. Fitur ini dirancang agar layar ponsel tidak dapat dilihat olah orang sekitar, misalnya pada saat mengetik pesan atau membuka sandi di transportasi umum.
Samsung mengerti bahwa ponsel pintar telah menjadi sebuah perangkat yang sangat personal dan memiliki fungsi yang sangat beragam termasuk informasi sensitif seperti perbankan hingga privasi dalam perpesanan yang mana sulit dijaga saat berada di ruang publik.
Oleh karena itu lapisan perlindungan privasi baru ini diklaim akan memberikan proteksi kepada pengguna agar dapat lebih bebas untuk mengakses data atau informasi sensitif. Pengguna pun dapat mengaturnya sesuai kebutuhan seperti untuk notifikasi atau hal lainnya.
Fitur ini pun akan diperkuat menggunakan Samsung Knox yang telah menjadi teknologi andalan Samsung pada banyak perangkat Galaxy. Di dalamnya termasuk Knox Vault dari segi hardware hingga Knox Matrix dari segi ekosistem sehingga privasi pengguna sekecil apapun dapat terlindungi.
Samsung pun menyebutkan bahwa fitur ini telah dikembangkan dan diuji selama lebih dari lima tahun dengan mempelajari bagaimana orang-orang menggunakan ponsel. Hasilnya Samsung percaya bahwa perpaduan software dan hardware yang secara terukur dapat melindungi privasi pengguna dengan keamanan yang kuat.
Tentunya fitur ini akan sangat menarik sekali khususnya bagi para pengguna yang sering berada di tempat umum seperti melakukan perjalanan KRL maupun transportasi lain yang harus saling berdempetan. Jika fitur ini berfungsi seperti apa yang Samsung klaim, pastinya akan ditunggu sepak terjangnya secara nyata oleh banyak orang.


Tinggalkan Komentar